THE SOUND OF LOVE

THE SOUND OF LOVE
SEASON 2: Setelah Semuanya


__ADS_3

...Teruntuk Agas Cokrodinoto:...


..."Aku pergi... Kita tetap menjadi teman baik di lain waktu, di lain perasaan. Terimakasih karena pernah mencintaiku"...


...*****...


5 tahun kemudian..


Alunan musik jazz mengalun indah memenuhi ruang dimana wanita berwajah oriental ini berada. Sudah beberapa tahun lamanya ia berusaha keras menyibukan diri dengan beragam aktifitas dan pekerjaannya sebagai konten kreator sekaligus penulis. Bisa dibilang selama ini ia mati-matian untuk bisa lupa, melupakan semua hal yang pernah terjadi beberapa tahun lalu. Sayangnya hal itu meninggalkan bekas mendalam di benaknya.


Selalu saja disaat-saat seperti ini kenangan itu muncul kembali. Dari awal pertemuan mereka sampai akhirnya mereka harus berpisah.


"**** !!" umpatnya pada udara.


Seorang pelayan datang untuk menawarkan sesuatu, namun segera ditolaknya karena ia akan segera kembali ke perusahaan brand terkenal yang merekrutnya menjadi BA (Brand Ambasador) setahun yang lalu. Jujur sebenarnya ia masih tidak percaya bahwa ia terpilih menjadi BA tersebut, meskipun bukan satu-satunya model disana.


Dering ponsel memecah fokusnya menikmati segala hal yang terjadi baik di memori ataupun benaknya.


" ... "


"Hallo..ya Calista Hartawan disini" sapanya pada sambungan pertama.


" ... "


Dengan raut serius dan sesekali menganggukan kepalanya "Oh oke, bentar lagi aku balik mba, pemotretannya jam berapa ya?" sembari melirik arlojinya.


" ... "


"Oke, oke yooo.. Tengkyuuu mba Memei"


Calista buru-buru menyesap Matchalattenya sampai tandas karena tidak mau menyia-nyiakan setetespun, lalu beranjak dari tempat itu menuju basement dimana mobil-mobil berjajar rapi hampir mengelilingi gedung tersebut.


Basement parkiran nampak sepi, Calista berjalan santai mencari letak mobil yang ia parkir. Meskipun ingatannya sangat payah, setidaknya ia masih bisa mengingat blok dimana ia memarkirkan mobilnya. Perlahan, Calista merasa ada yang memperhatikannya dari jauh, ia pun tidak bisa lagi berjalan dengan santai karena rasa panik yang datang tiba-tiba.


Dengan tergesa ia pun berjalan dengan langkah lebar sembari merogoh-rogoh tasnya mencari kunci mobil


"Arrghhh ! Sial kunci mobil gue dimana"


Di kala kesibukannya merogoh isi tas, seseorang menghampirinya dengan menyodorkan sesuatu


"Nih.. "


Calista menghentikan aksinya karena suara seseorang itu mengejutkannya. Refleks ia menyikut seseorang dibelakangnya.


BUUUKK

__ADS_1


"Ughh !! Gila ya lo !!" makinya pada Calista


Sekali lagi Calista terkejut karena orang yang disikut barusan adalah Direktur perusahaan tempatnya bekerja.


Mampus gue.. Batinnya ciut.


"Aaaa Bapaaaakk, maaf Calista gak tau kalo ini Bapak" seru Calista panik, ingin membantu atasannya itu namun diurungkannya kembali.


Laki-laki itu memegangi perutnya berusaha untuk berdiri "Bapak, Bapak !! Memangnya saya Bapak kamu !!" omelnya kesal.


Calista menunduk sembari mengigit bibirnya, ia berharap hal ini tidak mengancam karir dan masa depannya. Tidak bisa dibayangkan bagaimana ia memulai semuanya ini dari nol dan kini semuanya dipertaruhkan hanya dalam waktu beberapa jam saja.


"Maaf pak, saya salah. Saya kira Bapak penjahat, saya juga panik tadi kar- "


Atasannya menyodorkan kunci mobil Calista dengan menahan amarah dan menghentikan ocehannya tersebut. Calista pun menerima kunci mobilnya dengan rasa tidak enak.


"Lain kali jangan teledor, untung yang menemukan itu saya, coba kalo orang lain, mungkin kamu tidak bisa tenang selama sebulan" ketusnya langsung meninggalkan Calista yang tampak bingung, takut dan heran dibuatnya.


Itu barusan bos gue? Bisa ngomong panjang juga dia?


Batin Calista, tak lupa ucapan terimakasih yang butuh effort gema agar tersampaikan.


Di Kantor..


Adrian berjalan dengan gagahnya melewati orang-orang yang memberi hormat dan menyapanya di lobi, meski sesekali meringis kesakitan pada perutnya, akibat wanita bar-bar yang tak lain adalah bawahannya sekaligus model BA nya.


Baru beberapa meter ia berjalan, mata elangnya menangkap sosok pelaku yang membuat harinya sial.


"Gotcha !!" Gumamnya sembari membidik Calista dengan jari-jari tangannya.


Ia tersenyum culas mengingat kejadian beberapa jam yang lalu


"Menarik juga" gumam Adrian sembari menyesap Americano coffee dan berjalan menuju ruangannya.


*****


Calista yang baru tiba, buru-buru mempercepat langkah menuju ruang studio khusus kreator, saat tak sengaja mendengar sapaan-sapaan dibelakangnya. Bukan sapaan untuk dirinya melainkan orang yang baru saja ia cederai tanpa sengaja, dan sialnya itu adalah, Bos nya sendiri.


Adrian Maranatha Dwi Saseno


Mendengar namanya saja sudah membuat bulu kuduknya berdiri, apalagi berhadapan dengannya secara langsung. Meskipun dia sudah berhadapan dengan laki-laki itu secara langsung, hari ini.


"Caca !! Lo abis dari mane sih lambreto dah" suara lengkingan mba Memey memecah fokusku pada Adrian.


Aku pun hanya bisa menyunggingkan senyum lebar dengan memperlihatkan deret gigiku

__ADS_1


"Maaf ya mba ada insiden yang nyaris buat aku mati, beberapa jam yang lalu" keluhku padanya.


Mba Mey melotot kemudian meraba-raba tubuhku memeriksa, kalau-kalau ada luka yang cukup parah


"Ck. Ngapain sih mba?" tanyaku risih


Mba Memey menghentikan gerakan tangannya "Katanya tadi lo hampir mati karena insiden"


"Bukan itu mba, Mey !!"


"Terus apa Caca ???" Mba Mey mulai geregetan.


"Tadi aku.. " Calistapun mulai menceritakan secara detail apa yang di alaminya sebelum kembali ke kantor ini.


Mba Mey menuntun Calista ke arah sofa sembari mendengarkan ceritanya tadi, mba Mey sesekali mengkerutkan dahinya kemudian berubah menjadi gemas mendengarnya.


"Terus ya mba, dia tuh .. " tutur Calista dibarengi tawa yang terbahak-bahak


Memey yang mendengar tawa Calista, mau tidak mau ikut tertular. Pasalnya tawa renyah Calista memang seperti racun tanpa warna dan aroma, menyebar dengan cepat dan merata.


"Sumpah lo Ca, demi apa?" tanya Memey penasaran dan tak percaya dengan apa yang Calista ceritakan padanya.


Calista menghentikan tawanya sejenak "Yeeee, mba Memey masih gak percaya? Aku gak mungkin boong mba, gila kali yak"


"Eh gimana muka pak Bos kalo di lihat dari dekat?" tanya mba Mey masih penasaran.


Karena rumornya Adrian Marantha Dwi Saseno itu, sangat tampan dan atletis. Kalau disandingkan dengan aktor Hollywood mungkin setara dengan pemeran kapten Amerika dan jangan lupakan kejeniusannya seperti Elon Musk, salah satu pengusaha dan orang berpengaruh di dunia yang terbilang masih muda di umurnya sekarang.


"Hmmm .. "


Calista berpikir sejenak, ia bingung harus menjawab apa. Baginya yang tidak suka menilai seseorang hanya dari fisiknya saja, sangat sulit untuk menilai seseorang hanya dari tampan tidaknya, cantik tidaknya.


"Kok diem Ca? Cakep banget ya ca sampai lo sulit mengungkapkan" ledek mba Memey, di sela aktifitasnya menyiapkan produk-produk yang akan aku gunakan untuk pemotretan.


"Aneh.. " gumam Calista yang membuat Memey menatapnya.


Calista menatap Memey kembali tanpa rasa bersalah, sebelum menyemburkan tawanya.


"Aarrhhmm"


Calista dan Memey membeku ditempat, lantaran orang yang sedari tadi mereka bicarakan ternyata sudah ada diruang itu bersama mereka.


"Pak Bos.. " kekeh mba Mey dengan nada kikuk


"What the hell" cicit Calista, yang disambut dengan senyum tipis khas Adrian.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2