THE SOUND OF LOVE

THE SOUND OF LOVE
Hantu Masa Lalu


__ADS_3

Calista merasa jenuh jika tidak ada yang bisa dia lakukan. Aldira sejak pagi tidak bisa di hubungi, alhasil ia memutuskan untuk ke pusat perbelanjaan, entah apa yang ingin Calista cari.


"Nonton bioskop enak kali ya, udah lama gak kebioskop" gerutunya sembari memesan tiket online untuknya sendiri.


Tidak mau menyianyiakan waktu, Calista buru-buru menyiapkan diri untuk berkencan atau dating dengan dirinya sendiri. Senyum merekah tersungging di bibirnya, membayangkan quality time yang jarang sekali dia rasakan selama berstatus single alias jomblo.


Selesai mandi Calista menatap cermin sembari memilah baju-baju yang akan dipakainya untuk ngedate, senyum sumringah tak henti-hentinya menghiasi wajahnya yang terlihat di cermin.


Lagu Disney Descendants - You and Me, memggema di seluruh ruangan.


Melihat kembali kemarin


Looking back at yesterday


Aku pikir aku telah memberikan segalanya


I thought I gave it everything


Tapi masih ada begitu banyak jalan di depanku


But still there's so much road ahead of me


Saat aku menatap matamu


When I looked into your eyes


Ku kira aku tidak mengenali


I guess I didn't recognize


Siapa kita dan semua yang kita bisa


Who we are and all that we can be


Terkadang sulit menemukan diri sendiri


Sometimes it's hard to find yourself


Tapi itu layak pada akhirnya


But it's worth it in the end


Karena di hatimu adalah tempat semuanya dimulai


'Cause in your heart is where it all begins


Kita harus tegas


We gotta be bold


Kita harus berani


We gotta be brave


Kita harus bebas


We gotta be free


Kita harus keras


We gotta get loud


Membuat perubahan itu


Making that change

__ADS_1


Kamu harus percaya (whoa)


You gotta believe (whoa)


Kita akan melihat jauh ke dalam


We'll look deep inside


Dan kita akan bangkit dan bersinar


And we'll rise up and shine


Kita bisa tegas


We can be bold


Kita bisa menjadi berani


We can be brave


Biarkan semua orang melihat


Let everyone see


Itu dimulai dengan Mu dan Aku (whoa, whoa, hey)


It starts with you and me (whoa, whoa, hey)


Itu dimulai dengan Mu dan Aku (whoa, whoa, hey)


It starts with you and me (whoa, whoa, hey)


Itu dimulai dengan Mu dan Aku


It starts with you and me


There's something special that I've learned


Bersama kita bisa mengubah dunia


It's together we can change the world


Semua orang punya sesuatu yang bisa mereka bawa


Everybody's got something that they can bring


Ketika Kamu melihat ke dalam diri Mu sendiri


When you take a look inside yourself


Apakah Kamu berharap bahwa Kamu adalah sesuatu yang lain?


Do you wish that you were something else?


Tapi siapa Kamu adalah siapa yang Kamu butuhkan


But who you are is who you need to be


Terkadang sulit menemukan diri sendiri


Sometimes it's hard to find yourself


Tapi itu layak pada akhirnya


But it's worth it in the end

__ADS_1


Karena di hatimu adalah tempat semuanya dimulai


'Cause in your heart is where it all begins


Calista tidak pernah merasa sebahagia ini, Euforia yang tidak lagi pernah ia rasakan setelah bertahun-tahun lamanya. Ia terlalu takut untuk melangkah, terlalu banyak berpikir membuatnya tidak tahu harus apa dan bagaimana untuk memulai sesuatu dari awal, dalam hubungan asamaranya.


Setelah semua siap, Calista memutuskan segera berangkat, namun ia teringat meninggalkan mobilnya dikantor. Alhasil ia memesan taksi online.


*****


Sesampainya di pusat perbelanjaan, Calista langsung berkeliling distand-stand makanan. Calista memilih kedai makanan ringan khas korea, melihat jadwal filmnya yang masih lama, ia berniat melihat-lihat buku-buku dan baju-baju seukuran dengannya.


Tertarik dengan makanan beku yang berwarna-warni berjajar di display yang bertuliskan 'Gelato' akhirnya ia pun memutuskan untuk membelinya dengan cup medium dan kali ini memilih dua varian.


"Mas grentea sama mint nya ya, di medium cups, makasih" tutur Calista.


Calista mencari tempat duduk kosong dan mendaratkan pantatnya disana. Mengambil tab dan melanjutkan project bukunya yang sempat tertunda beberapa tahun lalu.


Buku ini lebih kepada curahan hatinya dalam bentuk kalimat sederhana dan pendek pastinya. Mungkin bisa dibilang seperti quotes.


Disela kegiatannya mengetik, gelato yang di pesan Calista pun tiba, matanya berbinar saat melihat perpaduan warna cantik dari hijau greentea dan biru mint.


"Ummmm, Wagelaaaaseeehh" tuturnya dengan mata tertutup saat suapan pertama menyentuh lidahnya.


Suapan kedua mendarat di lidahnya "Kudu beli seember nih gue buat stock healing dari bos sialan itu"


Disela waktunya menyantap gellato, ponselnya berdering nyaring, ingin rasanya memaki orang yang tertera pada layar ponselnya. Aldira Respati calling.


"Apa?!" ketus Calista.


Aldira mengumpati Calista yang bernada ketus.


"Iya deh, maapin yaaa, akoh lagi ngedate soalnya jadi tolong banget jangan ganggu hari libur dadakan saya" tutur Calista halus, yang dihadiahi umpatan lagi dari Aldira sebelum tawa Aldira pecah.


Aldira merasa aneh dengan kata-kata ' 'ngedate' yang Calista katakan tadi, seingatnya Calista tidak sedang dekat dengan siapa-siapa kecuali bos psychonya itu. Tanpa ba bi bu, Aldira ala mode detektifnya langsung mengintrogasi Calista dengan genjar.


Calista yang dengan sabar menjelaskan satu - persatu pun pada akhirnya geregetan, sampai-sampai ia harus memasang earphone untuk memudahkannya melakukan hal lain, menghabiskan gellatonya yang setengah mencari juga meneruskan tulisannya.


Setengah jam pun berlalu, Calista buru-buru menyudahi obrolannya karena jam tayang filmnya sudah mulai tayang sekitar sepuluh menit lagi, membereskan barang-barang dan membuang sampahnya. Calista memutuskan langsung masuk ke teater yang tertera di tiket onlinenya.


Setelah memperlihatkan tiket onlinenya, Calista pun mencari nomor bangkunya, setelah menemukan dan duduk dengan manis, film pun di mulai.


"Akhirnya me time, uhuuuyyy. No friends, No pets, No Boyfriend" grutu Calista dengan senyum sumringah.


Selesai menonton film..


Calista pergi ke toilet untuk melihat penampilannya dan buang air kecil, setelah selesai ia merapikan rambutnya sesaat. Namun, suasana di sekitar toilet tersebut sangat hening dan sunyi, Calista menghela napas. Pasalnya ia sudah terbiasa dengan hal semacam ini, beruntunglah Calista tidak sampai melihat 'mereka' secara langsung.


Terdengar sayup suara tangisan seorang wanita, Calista sudah bisa membedakan suara kegiatan manusia dan bukan.


"Ngapa lo nangis? Udah yak gue capek, jangan ganggu, gue bakar mau lo" kesal Calista.


Dan kemudian suara tangis tersebut hilang di susul dengan orang-orang yang berdatangan ke toilet. Saat Calista keluar dari kamar mandi, Calista menemukan anak kecil yang bingung mencari orang tuanya.


"Kamu kenapa sayang?"


Anak kecil perempuan itu menatap Calista dengan mata sendu "Papa aku ilang tante"


Calista terenyu dan menawarkan bantuan untuk membantu mencari orangtua anak tersebut. Berkeliling dari satu teater ke teater lain sampai suara bass menghentikan langkah mereka.


"Papaaaaa" gadis kecil itu pun berlari kearah sosok laki-laki yang tidak ia harapkan.


Calista mematung ditempatnya saat tahu siapa sosok yang gadis kecil itu panggil


"Agas !!"

__ADS_1


"Hai" senyum tulus terbit diwajah laki-laki yang pernah Calista cintai.


Bersambung..


__ADS_2