THE SOUND OF LOVE

THE SOUND OF LOVE
Aldira's Bridal Shower


__ADS_3

Sabtu pagi yang cerah pun menyambut Calista, beruntungnya di hari sabtu dan minggu tidak ada jadwal pekerjaan apapun, jadi di waktu-waktu itu lah dirinya baru bisa menarik rem, dimana biasanya ia melakukan rutinitasnya di kantor sebagai BA sekaligus asisten pribadi Adrian.


Namun, sekarang dirinya bisa menukarkan lima hari berturut-turutnya untuk bekerja keras dengan bersantai dan memanjakan dirinya.


Calista bangkit dari kasurnya dan berjalan menuju balkon apartemennya, ia menarik napas dalam kemudian menghembuskannya secara perlahan. Calista mengulangnya hingga napasnya teratur, ia menutup matanya namun senyumnya terbit tanpa bisa diatur


"Thanks God for all of component in My life journey, My health and My wealth, My abundance, My peace in me and everything i was have" tuturnya dalam batin.


Di tengah menikmati suasana pagi hari, Calista teringat akan bosnya itu, Adrian. Dahinya mengerut heran tidak biasanya Adrian seperti ini. Maksudnya adalah, kalian pasti menyadari juga, apartemen ini seketika sunyi dan hening tidak seperti biasanya. Calista baru menyadari hari yang hening ini amat sangat aneh baginya


"Jangan-jangan dia diculik ?!" selintas otak kecilnya pun memberikan spekulasi-spekulasi yang absurd.


Ia pun menggelengkan kepala untuk menyingkirkan pikiran absurdnya itu dan memutuskan untuk kembali masuk serta mengecek ponselnya. Namun, apa yang diharapkan oleh Calista tidak juga ada disana, hatinya seketika di serang rasa gelisah dan khawatir.


Mengusap wajahnya gusar "Aarrgghhhh !!!" pikirannya seperti tali simpul pramuka yang rumit. Apa yang sebenarnya terjadi pada Adrian?


Calista mendesah, berjalan menuju kamarnya dan mencari laptop. Entah bagaimana Calista mendapatkan ide untuk mengecek emailnya, sebenarnya tidak ada apapun disana


"Hah !!" desahnya sekali lagi.


Dahi Calista mengkerut heran dengan satu email aneh yang membuatnya penasaran. Saat membacanya mata Calista membelalak, buru-buru ia menuju kamar mandi, berdandan dan bersiap-siap menuju kantornya


"Adrian sialan !! Kenapa sih ilang aja masih nyusahin orang !!!" umpatnya pada bosnya yang belum di temuinya dua hari belakangan.


Ditengah gubrak-gabruknya bersiap, hampir saja Calista melupakan laptopnya. Bagaimana mungkin, dalam keadaan genting seperti ini ia melupakan benda elektronik penyelamat hidupnya. Menghilangnya Adrian, membuat Calista harus mengback-up kerjaan Adrian bahkan meeting hari ini.


Calista buru-buru keluar dari unitnya dan segera menuju basement, beruntung mobilnya telah ia ambil kemarin. Jika tidak, habislah riwayatnya hari ini, kredibilatasnya akan dipertaruhkan.


***


Sesampainya dikantor..


"Calista!!" mendengar namanya dipanggil, Calista mencari sumber suara tersebut dan ternyata itu adalah Iqbal.

__ADS_1


Iqbal, berlari menuju kearahnya dan mengajak Calista berjalan bersama menuju ruang meeting perusahaaan. Kedatangannya kali ini karena seseorang telah mengirimnya untuk membantu dan mengawasi Calista, kalau-kalau dia melakukan hal bodoh yang membuat citra perusahaan jatuh dimata para klien penting terutama para penanam saham.


Calista merasa bisa bernapas dengan lega akan kedatangan Iqbal yang tiba-tiba, benar-benar sang penyelamat


"Eh, tunggu dulu" Calista berhenti mendadak dan hal tersebut membuat Iqbal juga ikut menghentikan langkahnya.


Iqbal mengerutkan dahinya "Kenapa? Meeting sepuluh menit lagi ini, Lis" tutur Iqbal sembari melirik arlojinya


"Kok lo tiba-tiba disini sih dan apa tadi, meeting? Perasaan gue belom kasih tau lo deh kalo ada meeting"


Iqbal terus menerus melirik arlojinya ditengah cuitan Calista yang menuntut minta penjelasan


"Eh !!" Calista tersentak saat Iqbal dengan tidak sengaja menarik tangan Calista untuk berlari menuju ruang meeting


"Sorry Lis, lima menit lagi, kita gak punya waktu"


Beberapa saat kemudian, diruangan Adrian..


Memimpin rapat bukanlah hal yang ada di benak Calista, bahkan Calista hampir selalu menahan napasnya dan berusaha untuk fokus. Ingin rasanya menangis, sekalipun hanya bisa di dalam hati saja.


Iqbal menaruh sebotol soju dingin tanpa tutup dihadapan Calista "Thanks ya Bal, tanpa lo, bisa gila gue hari ini" tutur Calista sebelum menenggak soju dingin pemberian Iqbal.


Iqbal menggelengkan kepalanya "Kembali" katanya. Untunglah dirinya sudah tidak heran atau terkejut lagi dengan tingkah Calista


"Btw Bal, lo tau Adrian kemana?" tanya Calista pada akhirnya.


Iqbal tidak menjawab, ia hanya memandangi gelas yang dipegangnya, yang terlihat lebih menarik dibanding pertanyaan Calista.


Cukup lama terdiam, Iqbal meletakkan gelasnya di meja bar ruangan, dimana Adrian dan Calista bekerja. Tingkah Iqbal membuat Calista cukup kebingungan, ditambah ia meninggalkan ruangan begitu saja tanpa basa-basi apapun pada Calista.


***


Alunan musik berdentum dengan keras, Calista sibuk menyapa orang-orang yang di kenalnya

__ADS_1


"Ooo My Goodness, Calista!!" suara lengkingan yang di kenal Calista mampu menyedot perhatian semua tamu undangan.


Calista merasa malu, dan berusaha memelototi si empunya suara melengking itu, untuk tidak bertindak lebih jauh. Satu-persatu sosok yang begitu dekat dengan Calista di jaman kuliahnya dulu, mulai berdatangan dengan pasangannya masing-masing, kecuali dirinya.


Sesosok pria yang mereka berdua kenal berdiri dihadapan mereka "Hai, Jihan! Eh Lis, heheheh" sapanya dengan senyum khas playernya


"Selamat bertemu kembali, Axel Atmaja" balas Calista dengan senyum mempesonanya, tak mau kalah


"Jadi, dimana nih calon mempelai wanitanya?" sebuah pertanyaan tiba-tiba saja terlontar dari seorang wanita yang telah resmi menjadi istri dari Bang Ami.


Calista melupakan sosok yang satu ini, jujur melihat wanita dihadapannya, dirinya merasa sangat bersalah dan menyesal.


Setahun lalu, saat perayaan bridal shower, Calista dan Aldira sibuk sekali mempersiapkan semuanya untuk calon istri dari sahabat mereka, wanita dihadapannya ini.


Mereka menganggap wanita tersebut sebagai kakak perempuan mereka, dikarenakan perbedaan usia mereka yang terpaut tiga tahun. Yah, Bang Ami juga dua tahun lebih diatas mereka semua, itu sebabnya kedua orang tersebut sudah dianggap kakak sendiri.


Singkat cerita, saat mendekati hari pernikahan salah satu teman dekatnya ini, tiba-tiba saja Calista membatalkan untuk menjadi panitia persiapan pernikahan salah satu temannya ini, ada kejadian yang tidak bisa diceritakan olehnya pada waktu itu dan yah, setidaknya ia sempat menyiapkan dan hadir dalam acara bridal shower sebelum pernikahan di gelar.


Betapa besar rasa bersalah yang Calista bawa pada waktu itu, dan singkat ceritanya lagi semua bisa kembali baik-baik saja dibeberapa bulan setelahnya


"Kayaknya masih dijalan sih kak, btw kenapa ada cowok-cowok juga sih disini?" jawab Calista dan kembali melemparkan pertanyaan


Seseorang mengetuk-ngetukkan tangannya pada mic yang telah disiapkan oleh panitia dan hal tersebut menarik atensi semua orang yang ada disana untuk segera merapat ke-dekat panggung


"Ini bridal shower atau party sih, heboh banget" gerutunya disela keriuhan acara.


Sekali lagi mic diketuk "Selamat malam semuanya" Mc mulai memandu acara, dimana pertanda bahwa Aldira akan segera tuba disana.


Namun, untuk para lelaki, sahabat, teman dan saudara-saudara dari Aldira Respati, panitia telah menyiapkan sebuah tempat yang nyaman untuk menunggu sampai acara resmi khusus para wanita lajang selesai


"Ya, para tamu undangan yang sangat kece, mari kita sambut calon ratu sejagat kita hari ini,


Aldira, Respati!!!"

__ADS_1


Happy Reading..


__ADS_2