THE SOUND OF LOVE

THE SOUND OF LOVE
Brides Maid


__ADS_3

"Calista pergi sama gue" tutur Adrian tegas sembari menatap tajam sosok wanita muda dihadapannya.


Calista maju selangkah "Aku gak mau, aku mau sama Aldira" balas Calista tak mau kalah.


Adrian mencoba menahan emosinya "Jangan paksa aku untuk melakukan sesuatu ke kamu, disini" lalu tanpa babibu, Calista berteriak saat tubuhnya terasa ringan.


Adrian memanggul Calista seperti karung beras. Calista terus meronta dan berteriak "Brengsek!! Turunin gue sekarang!! Aaaaaaaa!!!!"


Semua orang yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya dan menatap iba kearah Calista. Mau bagaimana lagi, mereka tidak bisa berbuat apa-apa, berhadapan dengan Adrian saja sudah melelahkan di tambah Calista. Kemungkinan kepala mereka bisa meledak dan berhamburan kemana-mana.


Rombongan Adrian satu-persatu meninggalkan pekarangan villa tersebut. Menyisakan mobil yang dikendarai Adrian dan mobil Aryo beserta anak buahnya. Walaupun sulit untuk mempercayai siapapun, Adrian sedikit memberi kepercayaannya kepada sahabat Ayahnya itu. Mungkin dengan cara ini bisa membalas kebaikan Aryo selama mereka berada di tempat ini.


Percakapan mereka di tutup dengan pelukan hangat. Oh iya, kita melupakan manusia satu lagi, Calista.Ya!! Bagaimana keadaannya di mobil? Adrian sengaja mengunci mobilnya dan sialnya mobilnya hanya bisa di buka dengan kunci mobil yang Adrian bawa. Calista mulai tenang, meski masih merasa dongkol pada Adrian.


Sejujurnya ia bukannya marah pada Adrian tapi lebih kepada shock dan.. 'Malu'. Adrian berjalan menuju mobil, Calista berpura-pura tidur saat Adrian semakin mendekat kearah mobilnya.


'Ck. Sial. Liat aja gue kerjain lo baru tau rasa' batin Calista kesal.


Di dalam mobil.. Adrian melihat Calista tertidur pulas. Niat hati ingin berbicara dengannya, namun Adrian tidak tega untuk membangunkannya. Adrian tersenyum sembari mengelus kepala Calista dengan sayang sebelum ia melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan villa tersebut.


"Ngapain senyum-senyum dasar mesum!!" Calista mengumpat. Namun Adrian hanya terdiam.


Calista terus menggerutu dan mengomel di kursi penumpang, sesekali Adrian terlihat melirik Calista di sampingnya yang nampak tidur lelap. Namun, hal itu sangat mencurigakan baginya.


"Lo denger gak omongan gue barusan? Gue kesel banget sama lo. Pengen nyakar muka lo, pengen ninju perut, pengen jambak ram-"


Adrian menghentikan mobilnya mendadak. Hal itu membuat Calista bertambah kesal "Lo gila ya?! Mau buat gue mati?!" maki Calista di depan muka Adrian.


Adrian memejamkan matanya sembari menghela napas, Calista masih melanjutkan makiannya "Udah ngedumelnya?" tutur Adrian tiba-tiba.


Calista terdiam dan membeku mendengar tutur kata Adrian barusan, apakah..?


"Lo bisa liat gue?" cicit Calista panik.


Adrian membuka matanya menatap Calista dengan senyum jumawa dan hal itu membuat Calista sangat kesal.


"Balik ke tubuh lo sekarang" perintah Adrian

__ADS_1


"Gak mau !!" balas Calista


"Oke !!" setelah mengucapkan itu Adrian melajukan mobilnya dengan cepat menuju sebuah hotel ternama dan hal itu membuat Calista kebinguan


"Ngapain kita ke sini?" tanya Calista panik.


Adrian hanya diam saja tidak menghiraukan Calista, sekalipun Calista berusaha memberi peringatan fisik, hal itu tidak memberikan dampak apapun pada Adrian.


"Aaaarrgghhh fine !!" teriak Calista frustasi ketika Adrian telah keluar dan membuka pintu dimana tubuh Calista berada.


Adrian menunduk, menaikkan kedua alisnya menunggu "Apa?"


"Adriaaaann" rengek Calista manja yang membuat Adrian hampir saja jantungan. Namun menyembunyikan senyum bahagianya.


Dengan gerakan matanya, sekali lagi ia memerintahkan Calista untuk segera masuk ke dalam tubuhnya.


Calista dalam bentuk roh menghela napas menyerah, kemudian kembali ke tubuh fisiknya. Matanya perlahan terbuka dan sedikit menggerakan tubuhnya, namun ternyata ia merasakan tubuhnya seperti rontok


"Lain kali kalo lo gitu lagi gue buat lo gak bisa masuk ke tubuh lo dan.. " tutur Adrian panjang lebar namun menggantungkan ucapannya.


Adrian makin mendekatkan tubuhnya pada Calista kemudian "Aku akan benar-benar melakukannya sampai kamu tidak bisa berjalan selama seminggu" bisiknya dengan suara serak nan seksi, berusaha menggoda Calista.


***


RUANG GANTI PENGANTIN WANITA


"Semalem lo kemana dulu Lis? Gue khawatir banget tau" tutur Aldira yang sedang dirias


Calista yang nampak masih mengantuk karena kelelahan hanya menjawab seadanya. Tidak mungkin ia menjelaskan panjang lebar apa yang telah terjadi semalam.


Calista merubah mimik wajahnya "Si sialan itu ngajak gue muter-muter gak jelas" maki Calista kesal.


Aldira tertawa singkat "Kemana?" tanyanya lagi.


Calista berjalan menuju tempat dimana Aldira sedang di rias "Dia hampir ngajak gue ke hotel"


Mata Aldira hampir keluar dari tempatnya tatkala mendengar jawaban santai Calista "Demi apa beb?" tanya Aldira berusaha meyakinkan pendengarannya.

__ADS_1


Calista memutar bola matanya keatas "Demi kerang ajaib" jawab Calista nyeleneh


"Ck. Gue serius beb!!" tutur Aldira kesal.


Calista hanya menganggukan kepalanya kemudian berjalan meraih gaun bridesmaid yang telah Aldira siapkan untuknya


"Dir? Ini gak salah?" tutur Calista shock melihat model pakaian yang akan ia kenakan. Aldira hanya menyunggingkan senyum mengejek


"Tapi kan gue udah request modelnya" tutur Calista sedikit kesal, kemudian berlalu meninggalkan Aldira


"Kembali kasih" teriak Aldira yang membuat Calista bergumam kesal. Terpaksa ia harus mengenakannya saat ini.



Calista keluar dengan sedikit tidak nyaman "Dir kok kebuka banget sih?" tutur Calista sembari terus menatap pantulan dirinya di cermin tanpa menyadari kehadiran seseorang yang sedang memperhatikannya dalam diam.


Calista mematung tatkala sosok yang ada di belakangnya menatap dengan tatapan lapar. Sosok tersebut menghirup dalam aroma tubuhnya kemudian menciumi bahunya yang terekspose


"Aa.. Adrian" cicit Calista saat sadar hanya Adrian dan dirinya saja diruangan ini.


Adrian yang tak menggubris suara Calista masih asik menghirup bahu Calista. Gerakannya berubah menjadi ciuman lembut yang merambat perlahan-lahan ke arah leher dan telinganya.


"mmmhhh.. " lenguhan kecil perlahan terdengar dari Calista. Adrian bergerak semakin liar, ia menurunkan secara perlahan salah satu tali pakaian Calista yang menggantung tipis di bahunya, dengan mengigitnya secara hati-hati membuat Calista dengan sigap menghentikannya.


Adrian menatapnya dengan tajam, matanya telah di liputi kabut gairah yang tak terbendung lagi. Calista menelan ludahnya kemudian mundur secara perlahan saat Adrian terus menyudutkannya ke arah cermin.


Adrian mengangkat satu tangannya membelai lembut pipi Calista yang nampak kemerahan menahan malu dan salting, Jari telunjuk Adrian mengangkat dagu Calista kemudian memberikan kecupan-kecupan kecil pada bibirnya yang ranum.


Ciuman kecil Adrian mampu menggoda Calista untuk melanjutkannya lebih dari ini


"Ah.. Aa apa kita harus melanjutkan ini di situasi seperti ini?" cicit Calista menghentikan kegiatan mereka yang mulai panas.


Adrian menarik dirinya kembali kemudian membantu Calista merapikan dirinya yang sudah berantakan gara-gara Adrian. Adrian tersenyum manis kemudian menyeka sisa salivanya pada bibir Calista dan mencubit gemas pipinya.


"Beb udah si- " Aldira merasa kikuk memasuki ruangan dimana dirinya berada sebelumnya. Kemudian ia menyipitkan mata kearah dua sejoli tersebut sembari tersenyum meledek.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2