THE SOUND OF LOVE

THE SOUND OF LOVE
Pura-Pura Bodoh


__ADS_3

Adrian menyentuh dagu Calista dengan lembut "Kamu mau bertanggung jawab, jika aku lepas kendali disini" ucap Adrian di depan wajah Calista, refleks Calista menutup matanya dengan erat.


Melihat Calista yang menutup matanya dengan erat, Adrian tersenyum dan mencium kedua mata Calista dengan lembut "Aku berangkat ke kantor dulu ya, tali infus kamu udah aku benerin, cepet sembuh ya jangan bandel. Pulang kerja aku langsung ke sini, kamu mau aku bawain apa?"


Calista tertawa sembari menggelengkan kepalanya heran, ia merasa Adrian sedikit lebih cerewet semenjak dirinya terbaring lemah dirumah sakit.


Melihat Calista hanya tertawa dan menggelengkan kepalanya, Adrian mengangkat kedua alisnya "Apa ada yang lucu?" tanya Adrian memastikan


Calista mengambil selembar kertas lalu menuliskan sesuatu disana "Aku gak mau apa-apa. Cepet berangkat sana, nanti telat. Seharusnya perusahaan sangat rugi karena telah mempekerjakan Bos sepertimu, tuan Adrian"


Adrian melotot saat membaca tulisan yang diberikan oleh Calista padanya "Hah!! Apa tidak ada pujian atau rasa terimakasih ditulisan ini? Nona Calista?"


Calista menggerakan jarinya menyuruh Adrian mendekat..


Cuuupp..


Adrian yang belum siap, membeku ditempat saat Calista tanpa aba-aba mendaratkan bibirnya yang mungil pada bibirnya. Adrian menatap dalam mata Calista, yang mungkin saja mengisyaratkan sesuatu hal. Melihat Calista tersenyum dengan senyuman yang tak dapat terlukiskan dengan kata-kata, mampu membuat hatinya menghangat dan membuat pertahanannya perlahan runtuh.


Entah siapa yang memulai lebih dulu, kini bibir mereka saling bertaut satu sama lain. Calista yang kali keduanya merasakan perasaan dan hasrat yang telah lama terkubur, kini kembali muncul kepermukaan, tanpa sadar cairan bening luruh dari kedua matanya yang ikut bersatu dalam gelora asmara diantara mereka berdua.


(Keysha Lavronka - Jadi Kekasihku)


🎵 Tiba-tiba aku jatuh cinta


Diam-diam kau pun juga cinta


Kita berdua belum punya kekasih


Saling mendekati


🎵 Perasaan tak bisa berdusta


Bahagia terasa sempurna


Kita berdua belum punya kekasih


Tunggu apa lagi


🎵 Katakan cinta bila kau cinta


Hati ini meminta


Kau lebih dari teman berbagi


(Lebih dari teman jadi kekasihku saja)


🎵 Perasaan tak bisa berdusta (Tak berdusta)


Bahagia terasa sempurna (Terasa sempurna)

__ADS_1


Kita berdua belum punya kekasih


Tunggu apalagi (Apalagi)


🎵 Katakan cinta bila kau cinta


Hati ini meminta


Kau lebih dari teman berbagi


🎵 Cinta katakan cinta


Hati ini meminta


Kau lebih dari teman berbagi


Jadilah kekasihku


🎵 Katakan (Cinta bila kau cinta) cinta


Hati ini meminta


Kau lebih dari teman berbagi


🎵 Cinta katakan cinta


Hati ini meminta


Kau lebih dari teman berbagi


🎵 Jadi kekasihku saja


(Kau lebih dari berbagi)


"Oh My Ghost !!" Adrian dan Calista terkejut melihat beberapa orang berdiri diambang pintu, refleks Calista mendorong Adrian hingga tersungkur ke lantai.


"Aaawww!!" tutur salah satu dari orang-orang yang memergoki kegiatan mereka, mewakili rasa sakit dari apa yang dialami oleh Adrian.


Adrian melenguh kesakitan dan menggeram kesal, ia ingin tahu siapa orang yang telah mengacaukan momennya dengan Calista dan orang itu adalah..


"Iqbal!!" geram Adrian kesal.


Iqbal tersenyum lebar tanpa rasa bersalah, dengan memperlihatkan deretan giginya yang rapi "Hai, bos"


Adrian bangkit dengan merapihkan kemejanya yang mulai lusuh, lalu berjalan perlahan kearah dimana Iqbal berdiri sembari menggulung lengan kemejanya sampai kesiku


"Yeah" jawab Adrian santai. Namun, dengan sekejap tanpa aba-aba dan tanpa disadari oleh Iqbal, Adrian mulai melancarkan aksinya untuk membalaskan rasa kesalnya.


Aldira yang melihat kesempatan yang menghibur di depan matanya, mulai mengambil ponselnya lalu merekam aksi Adrian dan Iqbal yang menunjukkan rasa sayang mereka dengan cara yang sangat unik sekali.

__ADS_1


"Aldira, lo ngapain?!"


"Aldira, lo ngapain?!"


Tanya kedua pria dewasa itu serempak ditengah pergulatan keduanya, saat sadar apa yang dilakukan oleh Aldira. Aldira yang merasa tindakannya diketahui oleh mereka, mulai menghentikan tawanya. Kedua laki-laki itu menatapnya kesal, kini kerongkongannya mendadak tandus seperti telah menghianatinya


"O.. o.. Don't kill me, please" cicit Aldira sambil berlari kearah Calista meminta perlindungan darinya.


Sebelum Adrian dan Iqbal melancarkan aksinya pada Aldira, ponsel Adrian menginterupsi kegiatan mereka. Adrian melirik Iqbal seperti mengisyaratkan sesuatu yang begitu penting, yang harus mereka bereskan secepatnya.


Aldira dan Calista yang melihat gelagat mereka yang tidak asing lagi, menyuruh mereka untuk segera pergi membereskan masalah yang sedang menimpa mereka, entah apa itu.


Adrian mengetikkan sesuatu diponselnya dan mengirimkan text tersebut kepada seseorang. Ponsel Calista berbunyi tanda notifikasi masuk dan ternyata Adrian lah pelakunya.


From Adrian


To Calista:


Aku pergi dulu, nanti sore aku pulang cepat. Kita lanjutkan yang tadi. See you dear..


Calista membaca text tersebut sambil tersenyum lalu melirik Adrian yang ternyata sedang meliriknya juga, menunggu jawaban darinya.


Aldira yang curiga pada kedua sejoli dihadapannya ini yang saling melirik dengan meleparkan senyuman, kemudian mencuri pandang pada ponsel Calista lalu menatap mereka secara bergantian


"Oh Maigat!! Are you seriously guys?!" tanya Aldira terkejut bercampur bingung.


Adrian dan Iqbal membeo serempak "What?!"


nampak kebingungan menyelimuti wajah mereka


"Are you both dating?" tanya Aldira penasaran.


Iqbal yang tampak kebingungan mendadak tersedak salivanya sendiri, mendengar perkataan Aldira barusan "What? Gue Normal, Dir"


Aldira menepuk jidatnya "Bukan lo" tunjuk Aldira pada Iqbal, hal itu pun membuat Iqbal merasa lega. "Tapi mereka berdua" lanjut Aldira menunjuk Adrian dan Calista, sontak Iqbal tersedak kembali oleh salivanya sendiri.


Iqbal dan Aldira menatap keduanya meminta penjelasan mengenai apa yang sedang terjadi selama mereka tidak ada, apakah ciuman beberapa menit yang lalu mengartikan sesuatu?


"Bagaimana Bapak Adrian dan Ibu Calista?" tanya Aldira menegaskan bahwa ia sedang menunggu jawaban


Adrian menggaruk tengkuknya yang tidak gatal "Sorry nih Dir, gue sama Iqbal harus benar-benar pergi. Ada perkembangan baru dari kasus yang menimpa Calista"


Mendengar pernyataan yang keluar dari mulut Adrian, sontak saja membuat semua orang di dalam ruangan tersebut membeku. Terutama Calista. Bagaimana tidak, ia hampir melupakan seluruh kejadian yang telah menimpanya tapi saat ini, mendengar pernyataan Adrian barusan membuat kepalanya mendadak sakit.


"O..okey, Go on" hanya itu yang keluar dari mulut Aldira dan dengan hati-hati melirik Calista yang menegang di sampingnya.


Hal itu pun disadari oleh Adrian dan Iqbal. Sekali lagi, Adrian mendekati Calista yang ternyata pikirannya sedang berkelana hingga membuatnya seperti melamun.


Adrian mengusap lembut kepala Calista "its okay, ada aku, kamu aman" tutur nya berusaha menenangkan wanita yang telah menggedor jiwanya. Calista Hartawan.

__ADS_1


Calista menatap Adrian, mengangguk lemah dengan senyuman lemahnya. Namun, ada kecemasan yang kentara menyelimuti dirinya saat ini.


Happy Reading..


__ADS_2