THE SOUND OF LOVE

THE SOUND OF LOVE
Hari-Hari Penuh Hujan


__ADS_3

...Lo itu sama kayak hujan Gas...


...Bikin gue bahagia saat lo datang...


...Tapi gue sadar bersama lo...


...Bisa bikin gue sakit juga....


...-Calista Hartawan-...


...Aku gak minta lebih Lis,...


...Aku cuma minta kamu jangan pergi...


...Ketika hati aku sudah berkata nyaman....


...-Agas Cokrodinoto-...


...***...


"Gas aku mau ketemu sama kamu sekarang" ucapku pada seseorang disebrang sana yang kuyakini dia akan datang menemuiku.


"Kamu kenapa sayang? Yaudah nanti aku jemput ya? " jawabnya dengan penuh perhatian sedikit rasa khawatir terdengar dari nada bicaranya.


Kemudian aku langsung mematikan sambungan telpon secara sepihak, membanting ponselku keranjang seraya memijit keningku yang tidak pusing itu.


*Sayang sama lo itu sederhana Gas tapi bikin lo bahagia? Apa yang bisa gue lakuin? Rasanya sulit.


Lo selalu melihat yang lebih diluar sana sedangkan gue cuma punya hati yang tetap tinggal*.


Kemudian aku melirik jam dinding kamarku, berjalan menuju kamar mandi. Setengah jam kemudian aku bersiap untuk bertemu dengan Agas.


Yaampun gue lupa baju cewek gue kan sedikit..


Batinku meringis melihat lemari pakaianku. Akhirnya setelah cukup lama berpikir, aku memutuskan memakai baju yang memang nyaman untukku dan masih sopan kelihatannya.


Kemudian, aku berjalan mematut diri dari bawah ke atas, mengamati penampilanku seraya memutar serongkan tubuhku ke kanan dan ke kiri.


Perfect.


Setelah itu aku menunggu Agas tepat pukul 7 malam tapi yang ditunggu belum datang juga.


"Ck. Udah biasa dibuat nunggu. Untung sayang" Keluhku, selang beberapa menit Agas pun datang dengan mobil sportnya.


Sudah kubilang jangan mengendarai mobil ini tapi cowok keras kepala seperti Agas sulit diruntuhkan egonya. Tanpa basa-basi kami pun berlalu menuju bilangan Jakarta dan berhenti disalah satu restoran & cafe daerah Jakarta barat.


*****


"Fillet mignon sama squash lemon satu mas" jawabku pada salah seorang pelayan laki-laki.


"Sirloin steak sama minumannya samain aja mas" jawab Agas yang disertai anggukan pelayan itu kemudian berlalu.


Tanpa Agas sadari aku memperhatikannya dalam diam mengamat-amati laki-laki yang ada dihidupku selama kurang lebih 6 tahun.


Sadar akan diperhatikan sang iris kopi pun menatap iris cokelat milik gadisnya. Seketika mata mereka terkunci satu sama lain dalam hening malam.


Yang tak bisa diputar ulang dan yang lebih lamban dari waktu ialah tatapanmu.


Salah satu keajaiban semesta yang selalu ingin ku telusuri kedip demi kedip.


Lalu pesanan kami datang dan kamipun berhenti menatap satu sama lain. Ada rasa rindu dalam tatap sendu mereka, ada rasa tak ingin kehilangan disana yang tak terjamah. Tentang hati yang ingin saling memiliki.


Setelah kami selesai makan, kami pun pergi ke pusat perbelanjaan. Ada sesuatu yang ingin aku beli dan juga Agas.


"Gas yang ini wanginya gimana? Enak ga?" ya, kami sudah ada ditempat parfum. Stock parfumku sudah habis. Maklum cewek.


"Hmmm enak sih yang tapi kamu lebih cocok parfum ini soalnya aku suka wanginya. " katanya padaku.


"Ck. Ini yang mau beli parfum aku loh Gas"


Decakku sembari memutar bola mataku.


"Aku kan cuma kasih saran aja sayang" godanya padaku yang dia sadari hari ini memang moodku kurang Bagus. Bagaimana tidak kemarin aku kembali teringat sesuatu yang menyakitkan.


"Yaudah aku beli yang kamu pilih deh Gas" kataku.

__ADS_1


Setelah kami selesai dengan keperluan kami akhirnya kami pun kembali kerumah.


Diperjalanan..


Heningpun tercipta diantara kami. Aku yang tidak tahan dengan suasana seperti ini langsung memutar musik


"Lis? " tanya Agas memecah kebekuan diantara kami.


"Hm" jawabku yang masih menatap luar jendela menerawang masa lalu, luka yang ditorehkan oleh sahabatku dan juga Agas.


"Kenapa kamu diem dari tadi Lis?" tanyanya lagi yang membuat hatiku pedih.


"Aku emang selalu diem Gas, cuma bisa diem..


Jatuh Cinta diam-diam juga sama kamu, bahkan diam-diam terluka juga karna kamu" kemudian aku melirik Agas yang masih fokus pada jalan.


"Aku ga ngerti Lis? Maksud kamu apa? Aku ngelukain kamu kayak gimana?" kemudian Agas menepikan mobilnya seraya menarik pergelangan tanganku agar aku bisa menatapnya.


"Gas? Kamu sadar ga kalo selama ini aku jatuh Cinta sama bayangan? Dia terlihat nyata didepan aku tapi memilikinya itu mustahil bahkan disentuhpun tidak mungkin." kataku seraya menahan bendungan dipelupuk mataku


"Apa luka yang aku gores terlalu dalam Lis? Coba kamu kasih tau aku" jawab Agas yang menatapku penuh kebingungan.


"Kamu masih ada rasa sama dia Gas?" kataku yang masih penuh teka-teki.


"Maksud kamu?" jawab Agas yang memelototkan matanya.


"Daisy Indira" tembakku yang membuat Agas mematung seketika.


Awalnya semua orang bangga pada pilihannya tapi pada akhirnya tidak semua orang Setia pada pilihannya.


Karna hal tersulit bukanlah memilih tapi bertahan pada pilihan yang kita pilih.


"Gas..? " seruku seraya menggenggam tangannya.


"Kamu tau List aku selalu menghembuskan namamu lewat sujudku, selalu mengucapkan namamu dalam setiap rinduku bahkan saat aku lelah, berharap kamu ada disamping aku..


Kamu itu rumah ternyaman buat aku dimana lelah ku berubah menjadi lelap. Aku ga punya alasan buat ninggalin rumah aku..


Atau bahkan pergi mencari rumah baru." ucap Agas seraya meraih daguku dan menatap dalam tepat pada iris mataku.


Cairan sebening kristal pun luruh begitu saja tanpa seijinku. Kemudian Agas menyeka lembut dengan jarinya. Tersenyum, lalu memajukan wajahnya untuk lebih dekat dengan wajahku. Ku rasakan bibir Agas yang menyatu dengan bibirku.


Aku tak sanggup kehilangan apa yang selama ini aku perjuangkan. Derai air mata pun turut mengalir pada pipiku dan kurasakan lembut dan dalam pada ciuman Agas yang kuyakini bahwa dia terluka karna keraguanku.


Satu hal yang ku yakini detik ini bahwa mungkin sejak awal memang kamu, bukan dia, bukan siapa. Hanya memang butuh sebuah perjalanan sebelum akhirnya berhenti dan menemukan.


Hening malam menelan kebahagiaan mereka. Ada hati yang terluka, ada keraguan yang menguap seketika.


Ya, kita tidak bisa memilih dengan siapa kita berakhir dan tetap tinggal.


"Kita udah sampe Lis. Jangan lupa mandi, minum susu terus tidur" seru Agas mengingatkan rutinitasku. Aku pun hanya tersenyum menimpali.


Kami telah sampai di depan gerbang rumahku. Malam ini meskipun sesuatu telah terungkap jelas masih ada yang mengganjal disana.


"Gas?" kataku yang menutup pintu mobilnya kembali.


"Iya sayang, ada apa lagi?" tanya Agas dengan raut wajah kebingungan.


"Aku, aku wanita yang tidak akan menyakitimu dan aku juga wanita yang tidak akan meninggalkanmu ketika kamu jatuh, ketika kamu miskin suatu hari nanti..


Ketika semua orang yang kamu sayang dan menyanyangimu meninggalkanmu ketika kamu susah, aku siap mengangkat derajatmu Gas"


Sekali lagi aku hanya tersenyum dan melanjutkan kalimatku yang tersisa.


"Tapi aku akan meninggalkanmu, ketika kamu tidak bersyukur memiliki aku" kataku mengakhiri pembicaraan kami.


Agas mematung seketika dan akupun keluar dari dalam mobil Agas. Baru beberapa langkah Agas menarik pergelangan tanganku. Ternyata dia sudah ada dibelakang ku dari tadi yang entah sejak kapan aku tidak tau.


"Ck. Bisa ga sih ga ngaget hmmfffh-" decakku yang tertahan dengan bibir Agas yang saat itu menyapu bersih seluruh bibir mungilku dan membuatku kehabisan nafas. Sadar dengan perbuatannya Agas pun kembali ke posisi awal.


"Aku emang pernah terluka Lis, aku pernah dikecewain juga. Dan aku tau gimana rasanya ada diposisi itu" refleks Agas langsung memelukku dan membenamkan wajahnya dibawah leherku. Aku pun membalas pelukannya sangat erat.


Ada kalanya kita jatuh cinta berulang kali dengan orang yang sama


*******

__ADS_1


Fajar pun mulai beranjak dari persembunyiannya mencoba berlomba dengan sang waktu. Sayangnya Waktu adalah Raja bagi semesta, siapa yang dapat memintanya untuk berhenti? Bahkan menunggu, waktu tidak akan pernah melakukan hal yang sia-sia. Seperti sesuatu. Menunggu.


"Jadi nginep kan kita dikosan gue, Jihan sama Fellicia?" beo Ivana yang menyapa pagi hari kami.


"Hmmm iya deh jadi" jawab Aldira yang disambut antusias mereka bertiga dan aku pun hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala melihat tingkah mereka.


Oke. Jadi ceritanya malam ini kami akan menginap dikosan mereka, sebelumnya kami memang sudah merencanakannya jauh-jauh hari.


Selesai perkuliahan kami kembali membicarakan tentang rencana kami.


"Gimana nanti malem jadi ga? Kalo jadi nanti malem nongkrong dimana gitu. Penat gue " komando ku pada mereka.


"Bentar dulu, si Ivananya katanya mau pergi sama temennya. Nah jadi ga lo Na? Terus gimana, jadi nginep ga?" cecar Jihan menunggu kepastian dari Ivana dan kami pun juga sama. Menunggu kepastian.


"Yaudah kalo mau nginep, jadiin aja gue cuma pergi sebentar ada urusan soalnya" jawab Ivana yang terlihat jelas keraguan dimatanya.


"Yaudah gimana lo sama Aldira Lis? Jangan sampe ga jadi lagi. Helooouuu kapan lagi kita nginep bareng berlima, main uno, nonton film, curhat, main tod. Pasti seru banget" tutur Fellicia yang sudah menyebutkan serentet rencana diotaknya. Kecuali rencana kriminal. No.


Setelah fix dengan rencana kami akhirnya aku dan Aldira pun kembali kerumah dulu untuk mempersiapkan apa saja yang kami bawa.


Jadi hari ini aku memakai baju yang casual tapi bawa baju santai sejenis piama untuk kami tidur.


Karna rencana kami yang pertama ingin pergi ke salon. Melakukan sejenis perawatan yang biasa mereka lakukan. Jujur saja aku tidak terlalu suka menghabiskan waktu lama untuk hanya untuk sekedar merawat diri.


Setelah selesai akupun menjemput Aldira.


Aku suka style Aldira yang simple dan kadang punya selera yang sama denganku. Kemudian kami melaju menuju kampus. Lebih tepatnya ke kosan mereka.


Tiba disana kami disambut oleh mereka yang yaampun beda banget dikampus dan di keseharian mereka.


Ada Jihan Frella, Fellicia Pricill "Lah ini si Ivana kemana dah belum balik?" kataku merasa ada yang kurang.


"Iya belum balik apa dia?" tanya Aldira.


"Hmmm katanya dia nanti nyusul, yaudah kita duluan aja yuk?" komando Felli yang diikuti kita semua.


Akhirnya kami pun melaju membelah ibu kota yang macet ini. Tapi tetap macetpun tak bisa dihindari. Bosan. Akhirnya kami pun memutar musik yang bisa membuat kami have fun.


Hampir satu setengah jam kami bukan menjadi diri kami sendiri, akhirnya kami pun tiba ditempat tujuan kami. S. A. L. O. N. Dan benar saja ada Ivana Alitza disana yang sudah lebih dulu tiba dan memboking ruangan sekaligus treatment yang akan kami lakukan disalon.


Kurang lebih 3 jam setengah kami berada disalon kemudian kami mengisi perut kami yang sudah tidak bisa diajak kompromi. Apalagi diajak kepelaminan, Eh?


Setelah semua ***** bengek ini, kami begegas kembali ke kosan mereka. Jadi di mobil kami lebih gila dari awal kami berangkat, jelas ada Ivana lengkap lah sudah.


Akhirnya sampai jugaaaa..


Kamipun berebut kamar mandi, tidak tahan ingin segera membersihkan diri dan segera tidur "Woiii. Gue dulu, woiii" teriak ku yang menyerobot diantara wanita-wanita yang berkelebihan rejeki.


"Astaga Lista. Ini rumah bukan hutan" cibir Jihan seraya memutar bola mata keatas.


Dan seketika aku langsung saja masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan diri.


"Cepet List, ngapain sih lo di kamar mandi? Lama banget. Bertelor dulu apa lo?" toa Aldira sembari menggedor pintu kamar mandi.


Astaga nih anak diem-diem kayak pup.


Setelah kami berlima membersihkan diri, kami memutuskan untuk menonton film. Sepanjang film, kami bermain uno. Sinting. Namanya juga sahabat hal gila apapun bisa terjadi. Setelah itu kami mulai tertidur satu persatu.


"Dir ih, tidurnya peluk guling jangan gue. Serem amat lo" cibirku yang masih dipeluk Aldira.


"Yaelah Lis gue ga rabies kali, jahat banget. " kemudian memeluk guling.


Yang lain? Ada yang sudah didunia mimpi, ada yang masih ngambang dan ada yang masih melek.


Luar binasa.


Aku pikir aku terlalu takut untuk bahagia karena setiap kali aku merasa bahagia, sesuatu yang buruk selalu terjadi.


Nyatanya Tuhan selalu memberi pelangi disetiap musim hujan bahkan badai. Seperti hidupku yang kini kembali berwarna.


Batinku sembari tersenyum mengamati mereka yang sudah mulai terlelap.


Happy Reading guysss 😄


Jangan lupa vote dan comment nya 😁

__ADS_1


__ADS_2