THE SOUND OF LOVE

THE SOUND OF LOVE
Keromantisan yang mencurigakan


__ADS_3

Sudah larut malam, Aldira memutuskan untuk segera pulang tapi di cegah oleh Calista, ia tidak ingin sahabatnya ini kenapa-kenapa di jalan. Apalagi Aldira akan melangsungkan acara pernikahan dan ia tidak mau disalahkan jika terdapat berita yang aneh-aneh tentang sahabatnya ini.


"Nginep aja, udah malem. Gue masih terlalu muda untuk memakai baju tahanan" cegah Calista.


Aldira menghela napas kasar. Kalau di pikir-pikir apa yang Calista ucapkan ada benarnya, sudah pukul 11 malam, walaupun jalanan ibu kota masih ramai tetap saja ia wanita sekaligus calon pengantin.


Aldira mengerutkan keningnya "Bener juga lo, yaudah deh ya gue nginep aja. Eh tapi si mesum itu gimana?"


Calista berdecak "Biarin aja lah, untung kamar gue ada dua, yaudah sana Dir tidur duluan. Gue mau ngecek bos gue dulu, cowok mesum yang lo labeli"


Aldira hanya tersenyum lebar dan langsung mengangguk "Eh Lis, kira-kira dia maafin gue gak ya?" Aldira menyesali perbuatannya tapi terlalu takut untuk meminta maaf langsung.


Calista membantu Aldira berdiri dan mengantarnya ke kamar tamu "Udah tidur sana, gak usah dipikirin ya, nanti gue yang ngomong sama bos gue"


"Aaaaa so sweet" goda Aldira yang di hadiahi muka datar Calista.


"Yaudah gue beresin meja ruang tv dulu, nanti gue nyusul" timpal Calista.


Calista membereskan kaleng-kaleng soda dan sisa makanan yang dirinya makan bersama Aldira, memasukan semuanya ke kantong plastik, mengambil penyedot debu untuk membersihkan remahan-remahan kecil, kemudian membuangnya esok hari.


Saat Calista pergi ke dapur ia dikejutkan oleh sosok Adrian yang menjulang tinggi dihadapannya.


"Pak Adrian terhormat, bisa gak bapak tuh gak buat saya emosi?"


Adrian menaikkan kedua alisnya "Harusnya saya yang emosi, karena kelakuan teman kamu"


Calista menghela napas, kemudian melangkah menuju Adrian, memperhatikan bekas luka di salah satu sudut bibirnya dan tanpa sadar menyentuhnya dengan jemari


"Sakit ya?" tanya Calista dengan ekspresi ngilu.


Adrian hanya tersenyum menjawabnya dan perlahan menyentuh tangan Calista yang masih menyentuh lukanya. Calista gugup, mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman Adrian


"Sekali aja, please !" pinta Adrian, menatap langsung ke dalam mata Calista.


Ekor mata Calista menatap sosok Aldira "Lo lupa ya kita gak sendirian disini"


Aldira panik karena Calista menyadari kehadirannya, Aldira tersenyum gugup "Abain aja gue guys, gapapa kok, cuma mau ambil minum aja haus"


Adrian mendengus kesal, hal itu dimanfaatkan oleh Calista untuk bisa lepas dari cengkramannya


"Ah, lo si cowok mesum, sorry ya buat yang diluar tadi. Sorry buat luka lo, anggap aja salam perkenalan dari gue" tutur Aldira ragu pada Adrian.


Calista menahan tawa nya mendengar permintaan maaf Aldira dan melabeli Adrian se-suka hatinya. Calista pun melirik laki-laki disampingnya ini, yang berusaha menahan kesal karena kelakuan absurd Aldira.


"Udah maafin aja, dia kan gak tau dan gak sengaja juga kan" Calista memcoba menenangkannya, namun Adrian menatapnya tajam.


Aldira berusaha mencairkan suasana "Eh, gue balik ke kamar ya takut ganggu"

__ADS_1


"Gak usah balik lagi kalo bisa" cibir Adrian.


Calista menyikut atasannya itu masih dengan menahan tawanya "Maksudnya semoga nyenyak tidurnya"


Aldira melongo takjub, pasalnya Calista lagi-lagi berhasil menaklukan cowok-cowok berhati dingin "Btw, gue udah dimaafin kan?"


Adrian menatap tajam Aldira "Oh okay, gue anggap udah. Thanks Snow-Man" tutur Aldira buru-buru masuk ke kamar tamu.


"Snowman ?!" tawa Calista pun pecah tak tahan dengan ucapan Aldira


"Do you wanna Baby (bayi) Snowman?" Adrian menimpali dengan lantunan lagu versinya, membuat Calista bergidik ngeri dan bergegas menyusul Aldira.


Adrian sangat puas menjahili Calista..


*****


Keesokan harinya, Adrian menyuruh menyuruh Calista untuk libur di karenakan Calista bisa dikatakan lembur semalam dan sedikit tidur larut akibat menemani wanita gila bernama Aldira dan menunggunya siuman.


Adrian tidak ingin Calista kelelahan dan bertingkah aneh seperti kemarin malam, meneriaki dan memaki namanya pada udara malam.


"Tumben nih orang peka sama penderitaan orang" gerutu Calista pada ponselnya.


Calista bangkit dari tempat tidurnya, namun ia baru menyadari bahwa dirinya terbangun di kamarnya bukan di kamar tamu, Calista menelisik satu persatu pakaiannya hingga **********, ia pun bernapas lega tidak ada satu hal pun yang aneh.


Sejenak ia berdecak kagum, jika Adrian yang memindahkannya tanpa menyentuhnya, ia harus mau mengakui bahwa itu adalah tindakan yang gentle bagi seorang wanita. Dan Calista sangat menghargainya.


Gak usah masak aku udah masakin kamu sebelum ke kantor, temen kamu yang gila juga udah pulang karna dia ada urusan.


Kalo butuh seusatu, telpon aku..


. Adrian .


Calista menutup surat itu "Nih bocah kenapa sih?" Calista melihat sesuatu di meja makannya, nasi goreng dan segelas 'Matchalatte'


Calista kembali ke kamarnya mencari sebuah benda pipih dan menscroll sesuatu sebelum menempelkannya di telinga


"Hallo"


"Bapak, Adrian yang terhormat, anda lagi sakit?"


"Jawab dulu salam saya"


"Ck. Iya.. "


"Iya apa?"


"Iya, hallo"

__ADS_1


"Nah, gitu dong. Saya masih atasan kamu loh"


Calista memutar bola matanya keatas "Terserah"


"Kenapa tadi?"


"Kamu kenapa sih dari kemarin aneh banget, gak kayak biasanya. Terus sekarang tiba-tiba ada nasi goreng, matchalatte dan sepucuk surat" tutur Calista panjang lebar.


"Kayak istri yang ditinggal kerja suami aja" tambah Calista.


Adrian menghela napas "udah?"


"Udah" jawab Calista.


"Pertama, aku gak kenapa-napa. Kedua, ya aku laper tadi pagi jadi sekalian aja aku masakin. Ketiga, bisa gak bilang makasih? Aku lagi meeting dan kamu tiba-tiba marah gak jelas..


Calista terkejut dan merutuki kebodohannya "Me, me, meeting? Maaf ya aku gak tau?" sela Calista


Aku belom selesai ngomong, jangan di potong!! Keempat, tumben pake aku - kamu ? Kelima, kata-kata yang suami tadi pernyataan atau pertanyaan?" selesai Adrian.


Calista terdiam, bingung ingin menjawab apa.


"Kok diam? Jawab dong, dari tadi kamu bawel terus kok sekarang jadi diam?" tanya Adrian.


"Eh, katanya kamu lagi meetingkan? Yaudah kamu lanjutin dulu, aku merasa bersalah sama karyawan atau klien kamu" Calista berusaha menghindari pertanyaan-pertanyaan Adrian.


Segera saja Calista mematikan sambungan telponnya dan menghela napas lega. Kemudian melangkah ke dapurnya kembali, memakan masakan Adrian yang mau repot ke dapur untuk memasak.


Sementara itu dikantor..


TOK TOK TOK


Suara ketukan pintu membuat Adrian menyunggingkan senyum liciknya "Masuk"


"Maaf pak ini data-data yang Bapak minta" tutur perempuan berkacamata yang diketahui Adrian sebagai asisten pribadi untuk Calista.


Adrian memutuskan untuk menggantikan sekertaris lamanya dengan Calista, namun karena Calista juga bertugas sebagai model dari BA perusahaanya, Adrian berinisiafif untuk mempekerjakan asisten yang dapat menghandle semua kerjaan Calista ketika Calista kerepotan.


Sambil memeriksa kelengkapan data-data yang dimintanya "Good job. Apa Agas Cokrodinoto, memenuhi undangan kita?" tanya Adrian.


"Sudah pak, pak Agas sudah ada diruang meeting"


"Bawa masuk keruangan saya, dia tamu vvip saya"


Asisten Calista mengangguk kemudian pamit mengundurkan diri dan bergegas melaksanakan perintah Adrian.


Adrian pun tersenyum puas, ia tak sabar dengan permainan yang dibuat olehnya untuk mengorek informasi tentang Calista dan menguji perasaan Agas pada masa lalunya, saat ini.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2