
"Ya, para tamu undangan yang sangat kece, mari kita sambut calon ratu sejagat kita hari ini,
Aldira, Respati!!!"
Riuh suara tepuk tangan juga siulan yang mengiringi langkah Aldira menuju Ballroom, Aldira berjalan perlahan dengan didampingi oleh adik-adik perempuannya. Matanya yang tertutup kain membuatnya berjalan seperti orang buta, meraba-raba udara dan sesekali terlihat gerutuan kecil dibalik senyum lebarnya itu.
Siapa pun yang belum atau tidak mengenal Aldira sama sekali, dapat dipastikan akan salah paham, dengan senyum lebarnya saat ini. Percayalah bahwa dia sedang mengumpat tetapi terlihat seperti gerutuan kecil.
Calista bersidekap, tersenyum seraya menggelengkan kepalanya, melihat tingkah laku Aldira yang menarik perhatian
"Marriage" tutur Calista.
Ketika Aldira telah sampai ditengah-tengah kerumunan, salah satu dari adik perempuannya mulai membantu Aldira membukakan kain penutup mata, yang sedari tadi menempel sempurna disekitaran matanya.
Setelah kain penutup mata tersebut terlepas, wajah Aldira terlihat berubah menjadi sangat cerah, matanya berbinar sedikit berkaca-kaca. Aldira tidak bisa menahan rasa bahagia yang memuncak di dalam dadanya.
Mc pun menyambut kedatangan Aldira dengan raut wajah ramah, seraya mengarahkannya menuju panggung untuk memberikan pidato atau wejangan kepada para wanita muda, atau para single yang masih mencari cinta sejatinya, terutama wejangan untuk para sahabatnya dan salah satunya adalah Calista.
Aldira mencari-cari Calista dengan gerakan matanya dan ketika menemukan sosok yang dicarinya, Calista tersenyum haru seraya meledek kearahnya. Aldira hanya membuat gerakan bibir seperti ancaman kecil untuk Calista
"Awas kau"
Dan Calista hanya membalasnya dengan tawa tanpa suara tak lupa kedipan mata yang menandakan, apapun yang Aldira katakan, Calista menerimanya dengan senang hati.
Persahabatan mereka memang sangat gila, tapi cukup menyenangkan untuk saling membunuh dimasa depan
"Itu baru Sahabat gue" gumam Calista tersenyum sumringah sembari ikut memberikan tepuk tangan meriah, seperti yang dilakukan orang-orang di ballroom ini.
Aldira mengetuk-ngetukkan microphone "Cek, cek.. Hey, halloooo semua!!" sapanya dengan riang.
__ADS_1
Jujur rasanya Calista ingin sekali menoyor kening Aldira, melihat tingkah dari sahabatnya yang grogi seperti itu
"Oke, pertama-tama terimakasih untuk kalian yang telah menyiapkan semua ini dan terutama untuk sahabat-sahabat saya, yang sampai hari ini masih ada. I Love you so much !!" tuturnya lagi dengan wajah yang dibuat terharu.
Calista membuat gerakan bibir yang dipahami oleh Aldira "*****!!" Aldira menyunggingkan senyum manisnya
"Seorang sahabat pernah berkata seperti ini pada saya; dalam perjalanan cinta, kita akan menemukan tiga jenis cinta. Cinta pertama, Cinta Terindah dan Cinta Sejati" Aldira menatap satu persatu orang-orang yang berada dalam jangkauannya
"Cinta pertamamu adalah orangtua mu, Cinta terindahmu adalah orang yang jejaknya sulit dilupakan, sekeras apapun kamu mencoba dan untuk Cinta Sejati, kadang kita sering keliru, mengira sudah menemukannya bahkan menikahinya seumur hidup" lagi Aldira memberi jeda dan tersenyum lembut
"Sayangnya di banyak perjalanan, sahabatku ini berkata, tidak semua orang beruntung bertemu dengan Cinta Sejatinya bahkan bersatu selamanya. Kesimpulannya adalah kita tidak pernah tau kapan Cinta Sejati itu datang, kita hanya mampu berusaha menjadi Cinta Terbaik, bagi diri kita sebelum menjadi Cinta Sejati itu sendiri bagi orang lain" Aldira mengakhiri pidatonya dengan senyum mempesona.
Jihan dan istri dari bang Ami terlihat sibuk membantu para panitia dan juga Mc, untuk memandu acara agar berjalan dengan baik dan juga lancar, sesuai dengan susunan acara.
Ivanna terlihat sibuk mendokumentasikan tiap-tiap sudut ruangan dimana banyak hal menarik yang terjadi, sedang Calista, sudah pasti mendokumentasikan sahabat tersayangnya ini, untuk ia masukkan ke dalam channel shownya.
Mc terlihat mendekati Aldira kembali dan membantunya dengan melempar pertanyaan-pertanyaan menarik
Aldira berusaha menelan salivanya, matanya melotot tapi masih tetap mempertahankan senyum manis di wajahnya, mendengar pernyataan yang terlontar dari Mc. Demi dewa, Aldira tidak memperkirakan ada acara gila macam ini.
Seketika mata Aldira menatap Calista nyalang, seakan-akan meminta penjelasan, namun Calista hanya mengangkat bahunya tak tahu menahu akan adanya section tanya jawab seperti ini.
Aldira meringis dan mau tidak mau harus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang Mc lontarkan padanya, sambil menatap Calista dengan tatapan memohon untuk diselamatkan
"Aldira Respati, kapan dan dimana kalian first kiss atau momen dan suasananya seperti apa?"
*****
Seusai acara resmi di gelar, masuklah pada acara bebas. Akan tetapi sebelumnya, keluarga dan para saudara Aldira yang ikut membantu jalannya acara pada malam hari ini, pamit pulang duluan dan membiarkan Aldira memiliki banyak momen-momen indah sebelum ia melepaskan status lajangnya.
__ADS_1
Para tamu undangan yang tadinya terpisah gender, kini kembali membaur dan menikmati waktu-waktu yang tersisa. Meja bar pun dibuka, dance floor pun digelar, suara dentuman musik menambah riuhnya suasana yang ada
"Mas tequilla squash satu" tutur Calista pada barista yang tengah meracik minuman untuk tamu Aldira yang lainnya
Calista merogoh tas kecilnya dan menatap layar ponselnya, Calista yang tak siap hampir saja menjatuhkan ponselnya, saat benda pipih tersebut berdering. Matanya melotot saat melihat nama yang tertera disana
"Adrian" gumamnya.
Keterkejutan Calista dipatahkan oleh kedatangan sosok laki-laki yang tidak asing lagi baginya "Apa?" tanyanya datar, pada sosok tersebut
Sosok itu tersenyum lebar "Belum juga pantat gue nempel ke bangku, Lis" jawabnya
Calista masih memasang wajah datarnya, ia meneguk minumannya secara perlahan, sesekali matanya beralih pada benda pipih dihadapannya dan hal itu tak luput dari pandangan sosok tersebut
"Kenapa lo?" tanya sosok tersebut.
Calista menoleh "Gapapa, cuma ngerasa sepi aja handphone gue" dalihnya.
Axel mengerutkan dahinya "Masa sih? Lo kan udah jadi influencer Lis, masa gak ada yang deketin lo sih?"
"Denger ya Axel Atmaja. Gue itu maunya cari suami, bukan pacar jadi gue gak mau habisin waktu gue lagi untuk pacaran lama-lama, kayak dulu" jelas Calista panjang kali lebar.
Axel yang mendengar penjelasan seperti itu, langsung menyemburkan minuman yang ada di mulutnya
"Lo lagi gak sakit kan Lis?" Axel menempelkan punggung tanggannya ke dahi Calista untuk mengukur suhu tubuh Calista.
Refleks Calista menyingkirkan punggung tangan Axel "Iisshh, apaan sih lo, lo pikir gue sakit apa!!" kesalnya.
Axel menyemburkan tawanya, melihat Calista yang kesal karena dirinya "Lis, Lis. Makanya jangan jutek banget jadi cewek, cowok juga takut kali mau deketin" tutur Axel mencoba meredakan tawanya
__ADS_1
"Jadi kapan nyusul Aldiranya?"
Happy Reading..