TOBAT'NYA SANG MAFIA

TOBAT'NYA SANG MAFIA
Juragan Sapi


__ADS_3

Gabriel terkejut seketika saat melihat wajah dari pria tersebut, ternyata dia adalah orang yang dia kenal. Ya... Dia adalah Ilham, Laki-laki yang waktu itu berkunjung ke rumah calon istrinya.


Ilham pun tampak terkejut melihat Briel yang dengan setengah berlari menghampiri dirinya, dia yang semula tersenyum, kini merubah raut wajahnya menjadi datar dengan tatapan mata yang terlihat tajam.


''Mari, mas. Saya bantu,'' Briel membantu mendorong motor, mencoba bersikap biasa saja.


''Kamu, ternyata?'' Ilham melayangkan tatapan tidak suka, membiarkan Briel ikut membantu mendorong motor Kawasaki Ninja miliknya.


''Iya, mas. Ini saya? mas masih mengenali saya,'' Briel tersenyum dengan sedikit di paksakan, masih mencoba bersikap setenang mungkin.


''Tentu saja, mana mungkin aku lupa wajah'mu? pria yang telah merebut gadis pujaan hatiku, gadis yang telah aku tunggu selama bertahun-tahun, tiba-tiba saja telah menjadi tunangan'mu dan akan segera menikah denganmu,'' jawab Ilham tanpa menoleh.


Gabriel tidak menjawab.


Sesaat kemudian mereka berdua pun sampai di bengkel, Briel segera memeriksa motor mahal milik Ilham, mengotak-atik mesinnya, mencari sumber utama, yang membuat motor tersebut menjadi tidak bisa bergerak.


Mereka berdua saling terdiam, Briel sibuk dengan pekerjaannya, sementara Ilham sibuk memperhatikan tiap gerakan Briel, yang tanpa merasa canggung sama sekali memperbaiki motor miliknya.


Setelah menemukan yang menjadi sumber penyebab kerusakan motor tersebut, Briel pun segera memperbaiki, dengan masih di temani tatapan mata yang terlihat tajam mengarah ke arahnya.


Briel menyadari bahwa Ilham terus memperhatikan dirinya, namun sebisanya mungkin dia tidak menghiraukan dan masih mencoba bersikap tenang meski sebenarnya dia merasa tidak nyaman.


''Sudah berapa lama kamu membuka bengkel ini?'' tanya Ilham kemudian memecah keheningan.


''Baru sekitar satu bulan, mas.''


''Oh, begitu?'' Ilham manggut-manggut tanda mengerti.


''Mas nya habis dari mana? kenapa motornya sampai seperti ini?''


''Biasalah, kerjaan orang kaya, kalau punya waktu luang ya kemana lagi kalau bukan jalan-jalan dan menghambur-hamburkan uang,'' jawab Ilhan dengan sombongnya.


Briel tersenyum tipis mendengar jawaban dari pelanggan'nya tersebut, yang lebih terdengar seperti mengejek dengan menyombongkan kekayaan'nya, rupanya, ucapan calon istrinya waktu itu sama sekali tidak mengena di hatinya.


Briel tidak merasa iri sama sekali, karena kesombongan dan kekayaan yang sekarang sedang di tunjukan oleh Ilham, dulu pernah juga dia rasakan, mempunyai banyak uang dari hasil pekerjaan'nya membunuh orang sebagai seorang mafia, bergelimang harta dan menghabiskan'nya dengan berhura-hura, bahkan tidak segan pula bermain wanita.

__ADS_1


Namun, kebiasaan'nya itu telah lama dia tinggalkan, menjalani hidupnya sebagai orang biasa, dan mencari nafkah dengan cara yang halal, meski hasilnya tidak sebesar jika di bandingkan dengan uang yang dia dapatkan dari hasil bekerja sebagai seorang mafia.


''Memangnya pekerjaan mas'nya apa?'' tanya Briel penasaran.


''Apa kamu tidak pernah mendengar tentang aku? aku adalah salah satu orang terkaya di kota ini, ayahku juragan sapi, dan sapi yang dia miliki jumlahnya sangat banyak, jika di hitung-hitung, tidak ada apa-apanya dengan apa yang kamu miliki saat ini,'' jawab Ilham dengan nada suara yang masih terdengar merendahkan Gabriel.


''Oh, begitu?'' Briel menganggukan kepalanya.


Satu jam kemudian motor pun berhasil di perbaiki, Briel menyalakan motor dan memutar gasnya sampai menimbulkan suara yang sangat nyaring di dengar.


''Nah sudah selesai, motornya sudah dapat di pakai lagi sekarang,'' Briel kembali mematikan mesin motor.


Dia segara merapikan peralatan yang tadi dia gunakan, menyimpannya di tempat semula, dan berdiri tepat di samping Ilham. Briel mengeluarkan bungkusan rokok dari dalam saku celana, mengambilnya satu batang dan menyalakannya.


''Kapan kamu akan menikah dengan Jasmine?'' tanya Ilham.


''Kalau tidak ada halangan, bulan depan aku akan mengesahkannya menjadi istri'ku,'' jawab Briel menghisap rokok lalu menghembuskan asapnya ke udara.


''Apa kamu mencintai'nya?''


Ilham terdiam mendengar jawaban Gabriel, dia menatap wajah'nya, melayangkan tatapan rasa tidak suka, dengan satu sisi bibir yang sedikit di naikan ke atas.


''Berapa ongkos perbaikannya?'' tanya Ilham mengeluarkan dompet dari dalam sakunya.


''Karena ada beberapa onderdil yang harus di ganti plus ongkos pasangnya, jadi semuanya 350.000 Rupiah.''


''Oh baiklah, ini... ambil saja kembaliannya,'' Ilham menyerahkan empat lembar uang seratus ribuan.


''Terima kasih, mas,'' Briel pun segera meraihnya.


Ilham segera menghampiri motor miliknya, dan menyalakan mesin dan segera menaikinya.


''Ingat... Gabriel, jangan sampai kau menyakiti Jasmine, jika kamu melakukan hal itu, maka aku tidak akan segan untuk merebutnya kembali darimu,'' ucap Ilham, menaiki motor, lalu menginjak gas dan mulai menjalankannya.


''Baik, mas. Saya akan ingat pesan mas.''

__ADS_1


Ilham pun menjalankan motornya dan melaju dengan kencang, meninggalkan bengkel Briel, dengan tanpa mengucapkan terima kasih sama sekali.


***


Alberto, bos mafia yang dulu menjadi bos Gabriel, tampak sendang berdiri di depan jendela di apartemen'nya, menatap keluar jendela memandang pemandangan di luar sana.


''Apakah Gabriel sudah ditemukan?'' tanya'nya kepada salah satu anak buahnya yang berdiri tidak jauh dari tempat dirinya.


''Belum, bos.''


''Bodoh sekali kalian, mencari satu orang saja tidak bisa,'' jawab Alberto menoleh dan menatap anak buahnya dengan tatapan tajam.


''Maaf, bos. Saya akan berusaha lebih keras lagi.''


''Lakukan yang terbaik, jika sudah ada kabar, segera beri tahu aku.''


''Baik, bos.''


Tidak lama kemudian, seorang wanita keluar dari dalam kamar, wanita cantik berpakaian seksi berjalan menghampiri Alberto.


''Siapa yang sedang kalian bicarakan? mengapa wajahmu terlihat sangat kesal? sayang,'' tanya wanita tersebut.


Dia berdiri di samping Alberto, menyandarkan kepalanya di pundak kokoh kekasihnya tersebut serta melingkarkan lengannya di pinggang Alberto.


''Tania, kekasih'ku...!'' Alberto mengecup kecil bibir mungil wanita pujaan hatinya.


''Ada apa? siapa yang sedang kalian cari?'' tanya Tania sesaat setelah kekasihnya tersebut melepaskan kecupannya.


''Salah satu anak buah'ku kabur dengan membawa seorang bayi, dan sampai sekarang aku masih belum bisa menemukan dia, padahal aku sudah mencari keseluruhan negeri, namun dia seperti menghilang di telan bumi.''


Jawaban Alberto membuat Tania tercengang. Apakah mungkin orang yang sedang di cari oleh kekasihnya tersebut adalah Gabriel, mantan kekasih yang baru kemarin di temui'nya secara tidak sengaja di sebuah kota kecil?


Batin Tania berucap.


*****

__ADS_1


__ADS_2