TOBAT'NYA SANG MAFIA

TOBAT'NYA SANG MAFIA
Dalang


__ADS_3

''Assalamualaikum...''


''Waalaikumsalam...'' Richard dan Maurin menoleh serentak, menatap dua orang yang kini berjalan masuk kedalam rumah.


Naura dan Jasmine pun menatap dengan perasaan heran, siapakah gerangan dua orang yang sedang berkunjung ke rumah'nya tersebut.


''Eh, ada tamu rupanya?''


Jasmine hendak menyalami, namun Gabriel segera menyuruh keduanya masuk ke dalam kamar.


''Jasmine, Naura, cepat masuk kamar,'' pinta Briel dengan mata yang menatap ke arah Richard dan juga Maurin.


''Mas...''


''Cepat, sekarang...!'' Briel sedikit menaikan suaranya, membuat Jasmine pun merasa heran.


''Tunggu, Naura, bisa kemari sebentar?''


Maurin menghampiri dan tanpa basa-basi dia pun menyibakkan rambut Naura dengan sedikit kasar untuk melihat tanpa lahir yang ada di belakang telinga anak itu.


Maurin pun terkejut seketika, ternyata dugaannya benar adanya, di belakang telinga Naura terdapat tanda lahir berupa bercak hitam yang membuatnya semakin yakin, bahwa Naura adalah Lili, keponakan'nya yang hilang.


Seketika itu juga, Maurin pun langsung memeluk tubuh Naura, merasa bahagia, membuat gadis cilik itu mengerutkan keningnya merasa tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


''Sayang... Lili... keponakan Tante... hiks hiks hiks...'' Lirih Maurin terisak.


''Maaf, Tante siapa? aku Naura, bukan Lili...?''


''Jasmine, apa kamu tidak mendengar dengan apa yang aku katakan? cepat bawa Naura ke dalam kamar sekarang juga,'' Briel membulatkan bola matanya juga menaikan nada suaranya.


Jasmine pun segera menarik tangan putri'nya lalu masuk kedalam kamar dengan perasaan heran dan penuh tanda tanya.


Setelah istri serta putri'nya masuk kedalam kamar, barulah Gabriel mulai berbicara.


''Apa mau kalian?''


''Aku hanya ingin mengambil keponakan'ku, kembalikan dia, aku mohon,'' Maurin tiba-tiba mengiba.


''Aku mohon, kembalikan dia, hiks hiks hiks.''


''Aku sudah bilang dia putri'ku...'' Briel semakin naik pitam.


''Istriku, bisa tunggu sebentar di mobil, buat aku saja yang bicara dengan pria ini,'' Richard menoleh menatap wajah istrinya.


''Tapi, mas?''


''Sudahlah, aku mohon, biarkan kami bicara berdua, ya...!''

__ADS_1


Maurin pun menyerah dan menuruti perkataan suaminya.


Sepeninggal sang istri, Richard pun duduk tepat di samping Gabriel dan berbicara setengah berbisik kepadanya.


''Aku tahu bahwa kamu adalah pembunuh Kaka ipar'ku...''


Deg...


Gabriel pun terkejut seketika, dia membulatkan bola matanya dengan jantung yang berdetak sangat kencang, tubuhnya pun terasa bergetar hebat, serta keringat yang bercucuran.


''A-apa maksud kamu?'' tanya Briel dengan sedikit terbata-bata.


''Sudahlah, jangan mengelak lagi, apa kamu mau aku bilang kepada Naura bahwa kau sebenarnya adalah pembunuh orangtuanya?''


''Lakukan saja, aku sama sekali tidak takut, dia tidak akan percaya kepada'mu, kamu hanyalah orang asing baginya, sedangkan aku adalah ayah yang sudah membesarkan dia,'' Briel menatap wajah Richard dengan tatapan tajam.


''Baiklah, jika kamu menginginkannya, aku akan bicara dengan dia sekarang juga,'' Richard berdiri dan hendak pergi menuju kamar dimana Naura dan Jasmine berada.


''Apakah istri'mu tahu bahwa kamu sebenarnya adalah otak dari pembunuhan Kaka kandungnya?'' tanya Briel, membuat Richard menghentikan langkahnya, dengan wajah yang terlihat pucat pasi.


''Jika kamu memberitahukan hal ini kepada putriku, maka aku juga akan memberitahukan kepada istri'my, bahwa aku di perintahkan untuk membunuh kakak ipar'mu, dan orang yang memberikan perintah adalah dirimu, Richard. Demi apa? demi menguasai harta yang di miliki oleh orang tua Naura? benar begitu, kan?''


*****

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak ya Reader ❤️❤️❤️


__ADS_2