TOBAT'NYA SANG MAFIA

TOBAT'NYA SANG MAFIA
Alamat


__ADS_3

Akhirnya Richard benar-benar mendatangi Rumah Sakit dimana tempat Naura dan istri'nya menjalani operasi usus buntu, dia langsung mendatangi pihak terkait untuk menanyakan alamat dimana tempat tinggal Naura berada dengan alasan bahwa, mereka adalah keluarga jauh dari anak yang bernama Naura, dan pihak rumah sakit pun memberitahukan alamat tempat tinggal Naura tanpa ada keraguan sama sekali.


Setelah itu, Richard dan Maurin pun segera pergi ke kota tersebut, hari itu juga, keduanya sungguh berharap bahwa Naura adalah keponakan yang selama ini mereka cari. Di dalam mobil keduanya pun larut dalam pikiran masing-masing.


Maurin, dia sungguh senang, karena akhirnya dia bisa menemukan Naura, dan berharap bahwa Naura benar-benar Lili keponakan yang selama ini dia cari.


Sedangkan Richard, hatinya sungguh berbunga-bunga, apabila anak yang bernama Naura itu adalah Lili, maka dia akan bisa segera mengambil alih harta warisan milik mendiang Kaka iparnya, dia sudah menunggu selama lima tahun lamanya, kini sudah waktunya dia menyelesaikan apa yang menjaga tujuannya dahulu sewaktu dia membunuh kedua kakak iparnya.


''Mas, apa yang akan kita katakan kepada orang tua anak tersebut? apakah kita akan langsung memberitahukan mereka bahwa anak itu adalah Lili? mana mungkin mereka akan percaya begitu saja dengan apa yang kita katakan?''


''Iya, aku juga berfikir begitu, apakah kamu punya sesuatu, atau Lili punya tanda lahir khusus yang akan mempertegas identitas anak itu?''

__ADS_1


Maurin terdiam, mencoba mengingat-ingat tentang apa yang baru saja di katakan oleh suaminya tersebut, sudah lama sekali sejak dia terakhir kali bertemu dengan keponakan'nya sewaktu bayi dahulu.


Sampai akhirnya dia tersenyum dengan bola mata yang di bulatkan sempurna.


''Aku ingat, mas...! Lili memiliki tanda Lahir di belakang telinganya, sebuah tanda seperti bercak hitam berukuran sedang, dan tentunya tidak akan dimiliki oleh anak lain,'' ucap Maurin dengan nada suara yang terdengar senang.


''O ya...? syukurlah, pertama, kita akan memastikan hal itu terlebih dahulu, jika apa yang kamu bicarakan itu terbukti benar, maka sudah di pastika bahwa anak itu adalah Lili, meski kita akan tetap melakukan tes DNA nantinya,'' ucap Richard.


Setelah menempuh perjalanan selama hampir 6 jam lamanya, akhirnya keduanya pun sampai di kota kecil dimana tempat tinggal Naura bersama Gabriel.


Richard menghentikan laju mobilnya, di pinggir jalan, lalu bertanya kepada orang yang melintas di sana tentang alamat yang sedang dia cari.

__ADS_1


Pada awalnya, orang yang mereka tanyai tidak mengetahui sama sekali tentang anak yang bernama Naura, namun setelah di perlihatkan alamat lengkap dari tempat tinggalnya, akhirnya, salah satu dari mereka pun mengenali alamat tersebut.


Maurin beserta Richard pun segera pergi ke sana, dimana orang tersebut menunjukan letak rumah anak yang bernama Naura.


Richard memarkir mobil yang dia kendarai bersama sang istri tidak jauh dari bengkel milik Gabriel, dirinya ingin memperhatikan keadaan rumah tersebut sebelum mereka berdua benar-benar mendatanginya.


Mata Richard pun di bulatkan sempurna saat dirinya melihat sosok seseorang yang wajahnya serasa tidak asing lagi baginya, dan dia ingat betul bahwa sosok laki-laki itu adalah orang yang pernah dia temui dahulu sewaktu di Ruman Sakit, yaitu Gabriel.


''Pria itu?''


Batin Richard berucap.

__ADS_1


*****


__ADS_2