TOBAT'NYA SANG MAFIA

TOBAT'NYA SANG MAFIA
Last Episode


__ADS_3

Gabriel menatap tubuh Richard yang berjalan keluar dari dalam rumahnya, menatap dengan tatapan yang penuh dengan rasa kesal.


Apa yang harus dia lakukan? apakah dia benar-benar akan menyerahkan Naura, anak yang sudah dia rawat sedari bayi dengan penuh kasih sayang?


Akh, hati Gabriel benar-benar dilanda kegelisahan.


''Dia siapa, mas?'' Jasmine keluar dari dalam kamar.


''Naura mana?''


''Dia tidur, aku tanya yang tadi itu siapa?''


Jasmine duduk tepat di depan suami'nya.


''Sebenarnya tadi itu adalah...?''


Gabriel tidak kuasa untuk meneruskan ucapannya.


''Siapa? mas, kenapa wajahmu terlihat murung seperti itu?''


''Mereka Tante sama om kandungan'nya Naura,'' jawab Briel akhirnya.


''Apa? kamu serius?''


Gabriel mengangguk.


''Apa yang akan kita lakukan sekarang? apa mereka kemari untuk mengambil Naura, putri kita?'' Jasmine berkaca-kaca.


Gabriel kembali mengangguk.


Buliran air mata pun mulai berjatuhan secara perlahan, membasahi pipi Jasmine tidak kuasa menahan kesedihan, tidak tahu apa yang akan terjadi kepada dirinya, apabila dia sampai berpisah dengan Naura, anak yang sudah dia anggap seperti putrinya sendiri.


''Mas, apa yang akan kamu lakukan? kamu sungguh mau mengembalikan dia kepada keluarganya? apa tidak bisa kita mengadopsi saja dia, aku tidak sanggup jika harus berpisah dengan dia, sungguh mas...!''

__ADS_1


''Mau bagaimana lagi, aku juga tidak sanggup berpisah dengan Naura, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa.''


''Jadi, kamu benar-benar akan memberikan Naura kepada mereka? hah...?''


Gabriel mengangguk pelan, lalu menunduk merasakan kesedihan.


''Aku minta maaf, karena tidak bisa berbuat apa-apa.''


''Aku kecewa sama kamu mas, apa tidak bisa setidaknya kamu membujuk mereka, meminta mereka untuk membiarkan Naura tinggal bersama kita? toh selama ini mereka tidak pernah mencari Naura.''


''Sekali lagi aku minta maaf,'' buliran air mata pun mulai membasahi pipi Gabriel.


''Kapan mereka kemari lagi?''


''Dua hari lagi mereka kemari, jika kita tidak mengembalikan Naura, maka mereka akan mengambil jalur hukum.''


Jasmine hanya terdiam. Dia pun bangkit dan berjalan kembali kedalam kamar.


''Ibu sayang kamu, nak!'' bisik Jasmine di telinga Naura.


***


Dua hari kemudian.


Richard dan istrinya benar-benar kembali, mereka benar-benar akan mengambil Naura.


Setelah sebelumnya Gabriel dan Jasmine memberikan penjelasan kepada Naura, akhirnya Naura pun mengerti dan mau ikut dengan Richard dan juga Maurin.


Namun dengan catatan bahwa ayah serta ibunya akan sering mengunjungi dirinya. Gabriel dan Jasmine terpaksa melepaskan putri satu-satunya, meski ingin mempertahankan namun, Naura bukankah hak mereka dan Naura memiliki keluarga yang sudah lama mencarinya.


Sepeninggal Naura, Jasmine lebih banyak menghabiskan waktunya untuk menyendiri dan melamun, dia bahkan tidak berselera untuk makan ataupun melakukan apapun.


Seperti yang saat ini sedang dia lakukan, dia berbaring di atas tempat tidur, separuh tubuhnya di tutup dengan selimut tebal, kepala'nya terasa pusing, serta perutnya merasa tidak enak karena sudah beberapa hari tidak di masukan makanan.

__ADS_1


''Huek...''


Tiba-tiba saja Jasmine merasakan mual hebat, dia pun berlari ke kamar mandi dan muntah-muntah di dalam sana.


Gabriel yang mendengar suara istri'nya dari dalam kamar mandi segera berlari menghampiri.


''Kamu kenapa? sayang?'' tanya Briel mengusap punggung sang istri.


''Aku tidak tahu, mas. Perutku tiba-tiba saja mual sekali, rasanya aku ingin terus muntah, Huek...'' jawab Jasmine kembali merasakan mual yang teramat hebat.


''Apa jangan-jangan kamu hamil?''


Briel tersenyum.


''Mungkinkah?''


Jasmine kembali mengingat ingat kapan terakhir kali dia datang bulan, dan dia pun ingat ternyata sudah lebih dari dua bulan tidak datang bulan.


''Sepertinya memang begitu, mas. Sudah dua bulan aku tidak haid,'' Jasmine tersenyum bahagia.


Gabriel pun senang bukan kepalang, dia memeluk tubuh istrinya dengan penuh kasih sayang.


''Akhirnya kita akan segera memilik anak, sayang, aku sungguh bahagia.''


Ucap Gabriel mengecup kening istrinya.


The and


*****


Kaka-kaka tersayang, sebenarnya novel ini ada season 2, tapi karena sepi pembaca aku terpaksa tarik dari aplikasi dan aku hapus. Apabila Othor terbitkan lagi, apakah kalian masih berminat buat baca kelanjutannya? Balas di kolom komentar ya. Kalau kalian masih berminat, Othor bakal terbitkan lagi season 2 dari novel ini.


Terima kasih semuanya.😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2