TOBAT'NYA SANG MAFIA

TOBAT'NYA SANG MAFIA
Bang Ilham


__ADS_3

Trok


Trok


Trok


Terdengar suara ketukan, Tania dan Gabriel terkejut seketika, mereka saling melayangkan tatapan tanda tanya dengan jantung yang berdebar kencang.


''Siapa yang datang?'' Tania berbisik lalu berdiri, berjalan menuju pintu, dan mengintip dari celah pintu.


Sementara Gabriel dengan tertatih-tatih masuk ke dalam kamar hendak bersembunyi, dia merasa khawatir kalau yang datang itu adalah Alberto, kekasih Tania sekaligus musuh dirinya.


Briel masuk ke dalam kamar mandi, dan benar-benar bersembunyi, menutup rapat pintu kamar mandi, dan menguncinya.


Sementara itu, Tania menghembuskan napas lega, ternyata yang datang adalah kakak Laki-laki Tania. Dia pun segera membuka pintu setelah sebelumnya menoleh terlebih dahulu ke arah Briel dan memastikan bahwa dia telah bersembunyi terlebih dahulu.


Ceklek


Tania pun segera membuka pintu.


''Lama sekali si?'' ucap Pria tersebut yang merupakan kakak laki-laki Tania.


''Ada apa kemari?'' tanya Tania datar.


''Kenapa? apa nggak boleh aku mengunjungi adikku sendiri? aku ada urusan di kota, mangkanya aku mampir ke sini,'' duduk di kursi.


''Bang Ilham... bagaimana keadaan ayah dan ibu?''


'Ilham...? kenapa nama itu serasa tidak asing?' (ucap Briel dari dalam kamar mandi)


''Mereka baik-baik saja, kenapa kamu nggak pulang-pulang? kasian ibu merindukan'mu.''

__ADS_1


Tania hanya terdiam.


Dirinya memang sengaja tinggal terpisah dengan keluarganya, dia lebih memilih tinggal di kota, sedangkan keluarganya yang merupakan juragan sapi tinggal di sebuah desa kecil. Dan itulah yang menjadi alasan kenapa waktu itu dia bisa bertemu dengan Gabriel.


''Katakan pada ibu kalau aku baik-baik saja hidup sendiri, aku juga bahagia dengan apa yang aku punya tanpa meminta uang sepeserpun kepada mereka,'' ucap Tania masih dengan nada suara datar.


''Dari mana kamu mendapatkan banyak uang? apa pacar'mu orang kaya?'' Ilham mengerutkan keningnya.


''Bukan urusan Abang, sekarang cepat pergi dari sini, aku mau istirahat.''


''Kenapa kau menyuruhku untuk segera pergi dari sini? apa kau menyembunyikan sesuatu?'' Ilham berdiri dan berjalan, memperhatikan ke sekeliling ruangan, namun tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan.


''Abang...! jangan masuk ke kamar wanita sembarangan, kamar wanita itu adalah kamar privasi.''


Tania segera menghentikan langkah kakinya saat sang Kaka hendak memasuki kamarnya, yang tentu saja Briel sedang bersembunyi di kamar mandi yang berada di dalam kamar.


''Memangnya apa yang ada di kamar kamu, paling berantakan dengan baju kotor yang berserakan dimana-mana.''


''Sudah cepat pulang.''


''Tania, adikku sayang, ko tega sekali sih sama Abang sendiri?''


Ilham mencoba menggoda saat lengan adiknya tersebut mendorong tubuhnya keluar dari dalam Apartemen.


''Nggak usah sayang sayang segala, salam sama ibu dan bapak, ya. Babay...''


Ceklek


Tania pun langsung menutup pintu dan menguncinya dari dalam, dirinya tidak ingin sampai kakaknya tersebut mengetahui bahwa dia menyembunyikan seorang pria yang sedang terluka di dalam Apartemennya.


Ilham pun pergi dengan perasaan kecewa, niatnya untuk menginap di Apartemen adiknya pun sirna seketika, terpaksa, dia harus pulang langsung ke rumahnya yang berjarak sangat jauh dari sana. Dia pun melangkah keluar menuju parkiran dengan perasaan kesal.

__ADS_1


***


''Yang tadi siapa?'' Briel keluar setelah merasa yakin bahwa orang berkunjung tadi telah pergi.


''Kakakku, namanya Ilham,'' jawab Tania.


''Sepertinya nama itu tidak asing,'' Briel mengerutkan kening lalu duduk di kursi.


''Bisa saja kamu kenal dengan dia, toh dia berasal dari kampung yang sama dengan tempat tinggal'mu dulu.''


''O ya...?''


Briel terlihat berfikir sejenak.


''Apa jangan-jangan Ilham yang anaknya juragan sapi itu?''


Tania menganggukan kepalanya, sementara Briel tersenyum, merasa jika dunia ini memang sempit, Ilham yang merupakan laki-laki yang sempat menyukai Jasmine, calon istrinya adalah kakak dari Tania.


*****


*Jangan Lupa


Like


Komen


Vote


Hadiah


Terima kasih ❤️❤️❤️*

__ADS_1


__ADS_2