TOBAT'NYA SANG MAFIA

TOBAT'NYA SANG MAFIA
Keluarga Bahagia


__ADS_3

Pagi pun menjelang, kokok'kan yang jantan membangunkan setiap insan yang sedang terlelap, matahari perlahan mulai menunjukan sinarnya, perlahan naik dengan warna kemerahan yang menyiratkan keceriaan.


Setelah melewati malam yang bahagia, keduanya pun menutupnya dengan mandi bersama, s keetelah itu keduanya pun menunaikan sholat subuh berjamaah.


Selesai menunaikan sholat subuh keduanya memulai hari dengan menikmati secangkir kopi hangat, dan saling bercerita.


Sungguh sepasangan pengantin baru ini di penuhi rasa kebahagian yang tiada terkira, apa lagi setelah tadi malam keduanya menyempurnakan pernikahannya dengan melakukan ritual malam pertama yang sempat tertunda selama satu Minggu lamanya.


''Eu... sayang...! apakah masih sakit?'' tanya Briel dengan nada suara yang terbata-bata.


''Sakit apanya?'' Jasmine mengerutkan kening, tidak mengerti dengan apa yang di tanyakan oleh suaminya.


''Itu... Eu... yang semalam?''


Jasmine tersipu malu, masih terbiasa membicarakan hal seperti itu.


''Lumayan, sudah tidak terlalu sakit,'' jawab Jasmine.


''Syukurlah, aku takut sakit'nya berkepanjangan.''


Jasmine hanya tersenyum.


Tidak lama kemudian, Naura pun memanggil dari arah kamar, Gabriel serta Jasmine segera berdiri dan menghampiri Naura yang masih berada di dalam kamar.


''Sayang, kamu sudah bangun?'' Jasmine duduk di tepi ranjang.


Naura pun mengangguk lalu menguap.


Jasmine dan Briel pun berbaring di samping Naura, melingkarkan lengan di perut nya, seraya menatap dengan tatapan penuh kasih sayang.

__ADS_1


''Bangun yu sayang, hari ini ibu akan mengantarmu sekolah, karena papa harus mulai membuka bengkel, jadi pagi-pagi papa sudah mulai sibuk,'' ucap Jasmine membelai rambut panjang Naura.


''Naik motor ibu?'' tanya Naura.


Jasmine mengangguk.


''Mau... mau... Bu... Asik...'' Naura bersorak bahagia.


''Sekarang, kamu bangun dulu ya, mandi, setelah itu sarapan, ibu akan buatkan roti panggang spesial buat kamu, mau...?''


''Mau... Bu.''


Jasmine dan Naura pun hendak bangkit dan berdiri, namun sebelumnya mereka berdua menoleh terlebih dahulu ke arah Gabriel, yang ternyata malah memejamkan mata.


''Papa...?'' Naura menggoyangkan tubuh ayahnya.


''Iya, sayang. Papa tidur sebentar saja, boleh ya? papa ngantuk sekali, tadi malam papa kurang tidur,'' jawab Gabriel, sedikit membuka mata.


Briel membuka mata dengan sempurna, dan merasa bahwa dirinya telah salah bicara.


''Eu... maksud papa, bukan kurang tidur, tapi tidak bisa tidur, begitu... sayang...!'' jawab Briel kemudian.


Jasmine tersenyum, menatap wajah suaminya yang terlihat gugup dan salah tingkah, rasa kantuk berat yang tadi dia rasa pun seperti hilang seketika itu juga.


''Tapi tetap saja, pah. Gak baik tidur pagi-pagi begini,'' ucap Naura mengingatkan.


''Iya... iya... papa bangun sekarang,''


Briel pun bangkit lalu duduk, merentangkan kedua tangannya dan menguap. Setelah itu ketiganya pun keluar dari dalam kamar, bersiap untuk beraktivitas seperti biasa.

__ADS_1


Pagi ini, Naura hanya diantarkan oleh Jasmine ke sekolah, karena sang ayah harus mulai mencari nafkah. Dengan hanya mengendarai sepeda motor matic miliknya, Jasmine dan Naura pun sampai di sekolah.


''Naura masuk dulu ya, Bu.'' Sesaat setelah sampai di gerbang sekolah.


''Iya, sayang. Nanti ibu jemput lagi.''


Naura mengangguk lalu menyalami ibunya, seraya tersenyum senang.


''Hati-hati ya, Bu...'' ucap Naura sebelum diri'nya membalikan badan dan akhirnya memasuki gerbang sekolah.


Naura pun berjalan menuju kelas dengan perasaan senang dan senyum yang mengembang di kedua sisi bibirnya, saat hatinya sungguh diliputi rasa bahagia yang tiada terkira.


Sampai akhirnya salah satu temannya menepuk pundak Naura.


''Selamat pagi Naura.''


''Selamat pagi juga...''


''Tadi aku lihat kamu diantarkan oleh ibu tiri'mu ya?''


Naura mengangguk lalu tersenyum.


''Hati-hati lho, aku pernah dengar katanya, yang namanya ibu tiri itu jahat, suka menyiksa anak tirinya.''


Naura menghentikan langkahnya seketika, lalu manatap temannya tersebut.


''Kata siapa? ibu Jasmine baik, ko. Kamu kalau bicara hati-hati ya, nanti aku bilangin sama papa aku, baru tahu rasa lho,'' jawab Naura dengan tatapan sinis, tidak terima ibu sambung'nya di bilang jahat.


*****

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya Reader ❤️❤️❤️


__ADS_2