TOBAT'NYA SANG MAFIA

TOBAT'NYA SANG MAFIA
Malam yang panjang


__ADS_3

''Apa maksud kamu, sayang. Aku sungguh tidak mengerti, mana mungkin aku kenal dengan pria yang bernama Gabriel, mendengar namanya saja baru sekarang,'' Tania terlihat gugup bukan kepalang.


''O ya? kamu tidak bohong, kan?''


''Tentu saja, mana mungkin aku berani bohong kepada'mu...'' ucap Tania, menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal sama sekali.


Tania pun berjalan menghampiri, dan memeluk tubuh Alberto lalu sedikit mengusap punggung kekasih'nya, mencoba mengalihkan perhatian.


''Kamu tahu, aku sangat mencintaimu, tapi kamu juga tahu betul bahwa aku tidak suka dengan yang namanya pengkhianatan, aku harap kamu mengerti, bahwa aku tidak akan pernah memaafkan'mu, jika sampai kamu berbohong dan mengkhianati kepercayaan yang aku berikan untuk'mu,'' Alberto mendekap erat tubuh Tania.


''Iya, sayang aku akan mengingatnya, kamu percaya'kan sama aku?'' Tania mengangkat kepalanya menatap wajah Alberto, menatap penuh rasa harap.


''Iya, aku percaya sama kamu, sayang...'' jawab Alberto mengecup tipis bibir Tania.


''Syukurlah, aku senang sekali mendengarnya,'' jawab Tania bernapas lega.


''Ya sudah, aku pulang dulu, kamu pasti lelah,'' Alberto melepaskan pelukan kekasihnya.


''Baiklah, hati-hati di jalan, ya.''


''Oke...''

__ADS_1


Alberto pun berjalan dan keluar dari dalam Apartemen.


Sepeninggal Alberto, Tania pun segera membanting tubuhnya ke atas tempat tidur, merasakan lelah yang teramat sangat, terutama hatinya yang kini di landa kegundahan, karena dirinya sudah berani berbohong kepada Alberto, yang merupakan bos mafia berhati kejam.


Perlahan dirinya pun mulai memejamkan mata, sedikit demi sedikit mencoba untuk terlelap. Sampai akhirnya matanya pun terpejam sempurna dan Tania benar-benar tertidur lelap.


***


Keesokan harinya.


Jasmine mulai membiasakan diri menjadi seorang istri sekaligus ibu bagi putri sambung'nya yang bernama Naura, setiap hari'nya dia jalani dengan sangat bahagia. Namun, sudah selama hampir satu Minggu dia menjalani perannya sebagai seorang istri, selama itu


pula Gabriel belum mendapatkan haknya sebagai seorang suami.


Jasmine sudah bersiap di atas pembaringan, setelah menidurkan Naura berbaring di samping dirinya, sementara Gabriel baru selesai menunaikan sholat isya. Dia merapikan sajadah berdiri lalu menghampiri istrinya.


Briel pun menatap wajah Jasmine, wanita yang baru satu Minggu ini dinikahinya, dia naik ke atas pembaringan dan berbaring di samping putrinya yang telah terpejam. Sementara sang istri berbaring di sisi lainnya.


''Mas...!'' Jasmine memanggil dengan nada sedikit terdengar manja.


''Iya, sayang. Ada apa?'' Briel mengusap jemari sang istri yang di lingkarkan di tubuh Naura.

__ADS_1


''Tamu bulanan'ku sudah pulang,'' ucap Jasmine sedikit malu.


''Benarkah...?''


Jasmine mengangguk lalu tersenyum.


''Itu berarti, kita sudah bisa... Anu...!''


Jasmine kembali mengangguk.


''Kalau begitu, bagaimana jika kita ngopi santai dulu di luar sambil menatap bintang dan menghirup udara segar? sebelum kita, ehem... ehem...'' Briel berucap dengan bibir yang terlihat sedikit tersenyum.


Jasmine pun mengangguk tanda setuju.


Semenjak mereka resmi berpacaran dan sampai sekarang menjadi sepasang suami-istri, Gabriel tidak pernah menyentuh ataupun bercengkrama dengan istri'nya, meski statusnya mereka sudah menjadi sepasang suami-istri.


Hal itu disebabkan karena di awal pernikahan mereka, Jasmine harus kedatangan tamu yang tak di undang, yang biasa di dapatkan oleh seorang perempuan.


Dan sepertinya, malam ini akan menjadi malam yang panjang bagi pasangan pengantin baru tersebut.


Gabriel turun dari atas pembaringan, dia pun mengulurkan tangan kepada istrinya, dengan tersenyum bahagia, Jasmine pun menerima uluran tangan suaminya, keduanya pun berjalan keluar dari dalam kamar dengan tangan yang saling di tautan dan senyuman yang terlihat mengembang dari kedua sisi bibirnya, siap untuk melewati malam yang panjang.

__ADS_1


*****


Jangan lupa tinggalkan jejak ya Reader ❤️❤️❤️


__ADS_2