
Richard, dia terdiam dengan wajah yang terlihat geram, ucapan Gabriel barusan sungguh membuat hati'nya tersentak, apakah pria ini benar-benar mengakui bahwa dia adalah pembunuh, seorang mafia yang sekarang sudah insyaf, ataukah berpura-pura insyaf untuk menutupi kejahatannya. Batin Richard bergejolak.
''Apapun yang kamu katakan, Lili itu tetap keponakan saya, anak yang sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan kamu, sudah sewajarnya jika kamu mengembalikan kepada keluarganya, yaitu istriku, sebagai Tante'nya.''
Gabriel terdiam.
''Apa kamu tidak malu sama sekali, merawat seorang anak yang orang tuanya kamu bunuh? apa kamu tidak merasa bersalah kepada anak yang kamu beri nama Naura itu, merawatnya dengan penuh kasih sayang namun sebenarnya kamulah yang telah melenyapkan kedua orangtuanya? bagaimana perasaan dia, apa kamu tidak memikirkan hal itu, hah?''
Richard sedikit menaikan suaranya.
Gabriel menunduk dan tersentak, rasa bersalah itu tiba-tiba saja menghantui hatinya, rasa gelisah pun seakan memenuhi relung jiwanya, masa lalu itu, yang selama ini ingin dia lupakan dan telah dia sembunyikan selama bertahun-tahun dari istri dan juga Naura, tiba-tiba saja memenuhi seluruh otak kecilnya.
''Kenapa kamu diam? awalnya aku merasa kagum saat pertama kali berjumpa dengan'mu, kamu terlihat seperti pria baik dan berbudi luhur, namun ternyata kamu hanyalah seorang pembunuh.''
__ADS_1
''Cukup, Richard. Bukankah aku melakukan itu atas perintah'mu? hah...? apa kamu ingin aku bunuh juga, seperti yang aku lakukan kepada kedua Kaka ipar'mu?'' Briel membulatkan bola matanya, mulai merasa geram.
Richard, terdiam, bisa saja Gabriel melakukan hal itu kepada dirinya, toh dia juga sebenarnya pembunuh berhati dingin, dia pasti tidak akan segan melakukan hal itu kepada dirinya jika dia terus memojokkan pria bernama Gabriel tersebut.
Sepertinya dia harus mencari cara lain agar pria ini mau menyerahkan Naura dengan suka rela.
''Dengarkan aku Gabriel, aku akan menjaga lili dengan baik, dia adalah keponakan aku satu-satunya, kami sudah lama menikah dan belum memiliki putra, istri'ku sudah lama mencari dia, dan ingin membesarkan dia sebagai anaknya sendiri.'' ucap Richard sedikit menurunkan nada suaranya.
''Terserah... jika kamu tidak menyerahkan Lili dengan suka rela, maka aku akan mengambil jalur hukum untuk mendapatkan hak asuh anak itu, agar sah dimata hukum, dan tentunya kamu tidak akan bisa berbuat apa-apa lagi.''
Gabriel terdiam, tangan'nya tampak di kepalkan menahan rasa geram, sebenarnya dia sudah dapat menebak jika hal ini akan terjadi, apakah dia akan menyerahkan Naura, putri yang selama ini dia rawat dengan penuh kasih sayang layaknya anak sendiri? ataukah dia akan mempertahankan anak itu dengan segenap jiwa'nya namun harus menanggung resiko Naura akan membenci dirinya jika dia sampai tahu siapa dia sebenarnya?
Akh... Hati Gabriel benar-benar di rundung Dilema.
__ADS_1
'Apa yang harus aku lakukan, ya Allah...'
Batin Briel berucap
''Aku beri waktu kamu dua hari, dan aku akan kemari lagi besok lusa, saat itu kamu harus sudah mengambil keputusan, menyerahkan anak itu dengan suka rela, atau aku akan mengambil jalur hukum, dan kamu sendiri pasti tahu bahwa pengadilan tetap akan menyerahkan hak asuhnya kepada istriku selaku keluarga anak itu,'' Richard berdiri dan hendak pergi.
''Tunggu...! apa kamu masih akan memberi aku kesempatan untuk bertemu dengan dia apabila dia tinggal bersama'mu?''
Tanya Gabriel menatap wajah Richard.
''Tentu saja, kamu masih bisa bertemu dengan dia, dan tentu saja, aku akan menjaga rahasia besar mu itu, agar Naura tidak mengetahui'nya, dan juga tidak membencimu nantinya.''
****
__ADS_1