TOBAT'NYA SANG MAFIA

TOBAT'NYA SANG MAFIA
Pernikahan


__ADS_3

Gabriel berjalan dengan perlahan di dampingi oleh Naura di sampingnya, serta iringan jemputan dari pihak mempelai wanita berjalan di belakangnya, seraya membawa beberapa kado seserahan.


Iringan musik degung tampak bersenandung, mengiringi gerak langkah pengantin yang perlahan memasuki pelaminan, dimana penghulu sudah menunggu dengan di dampingi kedua orang tua Jasmine.


Sementara itu, mempelai wanita, menunggu di dalam kamar, dia baru akan keluar setelah ijab qobul selesai di ucapkan dan mereka sah menjadi sepasang suami-istri.


Briel pun duduk di samping calon ayah mertua, duduk di sebuah kursi tepat di depan penghulu dengan meja berada di tengah-tengahnya.


Akhirnya acara ijab qobul pun di mulai setelah serangkaian acara pembukaan terlebih dahulu. Bapak Ismail selaku wali dari putri yang bernama Jasmine Salsabila, menikahkan sendiri putrinya dengan pria yang menjadi pilihan sang putri yang bernama Gabriel.


Suasana pun hening seketika, bahkan suara degung yang sedari tadi bersenandung pun tidak terdengar lagi, kini bapak Ismail menggenggam erat telapak tangan Gabriel, siap untuk menikahkan, di dampingi oleh penghulu dan di saksikan oleh para undangan sekaligus keluarga besar.


''Gabriel saya nikahkan dan saya kawinkan Anada dengan putri saya yang bernama Jasmine Salsabila dengan mas kawin seperangkat alat sholat di tambah mas murni seberat 25 Gram, di bayar tunai..."


"Saya terima nikah dan kawinnya putri bapak yang bernama Jasmine Salsabila dengan mas kawin tersebut TUNAI..."


"SAH...''


Penghulu dan para undangan yang hadir di sana pun serentak mengucap kata sah, di iringi dengan riuhnya tepuk tangan, karena mempelai pengantin pria mengucap ijab dengan tanpa cela sedikit pun dan dapat mengucapkannya dengan lancar hanya dengan sekali ucapan.


Gabriel tampak mengucap syukur yang tidak terkira di dalam hatinya, tanpa terasa pelupuk matanya pun telah penuh dengan air mata yang telah siap untuk berjatuhan, dia pun menoleh dan menatap wajah Naura yang duduk kursi bagian belakang, di temani ibu mertuanya.


Naura nampak menitikkan air mata, merasa terharu karena sekarang dia telah memiliki keluarga yang benar-benar lengkap, Briel mengangguk menatap wajah Naura, dan tanpa terasa akhirnya air mata itu pun mulai berjatuhan membasahi pipinya.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, mempelai wanita pun di bawa keluar, di dampingi dua orang pagar ayu yang menuntun pengantin dalam berjalan, Gabriel pun menatap wajah wanita yang kini telah sah menjadi Istrinya.


Wajahnya terlihat cantik dengan balutan kebaya berwarna putih dengan hijab berwarna senada yang menutup kepalanya terurai sampai ke pinggang, wajahnya pun di poles make up tipis yang membuat wajah cantiknya terlihat pangling dengan lipstik berwarna merah menyala, penampilan pengantin wanita pun semakin sempurna dengan tambahan mahkota kecil yang berkilauan yang menghiasi kepalanya.


Sungguh hati Briel diliputi berjuta kebahagiaan, saat wanita yang kini menjadi pengantin'nya duduk di kursi sebelah dirinya, senyumnya pun tidak berhenti mengembang dari kedua sisi bibirnya, menatap seolah tanpa berkedip wajah sang istri yang begitu cantik di matanya.


Keduanya menandatangani buku nikah, setelah itu menyerahkan mas kawin kepada pengantin wanita sebagai simbolis saja, kini, tiba saatnya kedua pengantin untuk bersalaman, sebagai sentuhan pertama keduanya setelah sah menjadi sepasang suami-istri.


Dengan sedikit ragu-ragu Jasmine mengulurkan lengannya, dan Briel menerima uluran lengan sang istri dengan perasaan yang berdebar, hatinya pun di buat tambah bergetar tatkala Jasmine mencium punggung tangan'nya.


Setelah acara ijab qobul di laksanakan, kini tiba saatnya acara hiburan, lantunan sholawatan yang di senandung'kan oleh grup sholawat terkenal di kota tersebut nampak memberikan suasana pernikahan menjadi semakin meriah.


Gabriel selaku Raja dan Jasmine sebagai Ratu sehari, nampak duduk di kursi pelaminan memasang wajah bahagia dengan senyum yang mengembang di kedua sisi bibirnya, Naura yang duduk di tengah-tengahnya pun menunjukan ekspresi yang sama, sungguh seperti'nya, tiga orang tersebut adalah tiga orang yang paling bahagia di dunia.


Jasmine dan Gabriel bersiap masuk ke dalam untuk beristirahat, keduanya benar-benar merasa kelelahan menyalami tamu undangan seharian, sampai akhirnya mereka mengurungkan niatnya karena melihat ada tamu terakhir yang datang.


Tamu tersebut adalah Tania dan juga kakaknya Ilham. Jasmine menyambut kedatangan Tania dan kakaknya dengan tersenyum senang, lain hal dengan Gabriel yang merasa tidak nyaman dengan kedatangan Ilham yang sekarang sudah mengetahui identitas dirinya yang sebenarnya.


Ilham naik ke atas pelaminan hendak bersalaman dan memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai, di ikuti oleh Tania di belakangnya.


''Selamat ya kalian berdua, akhirnya kalian menikah juga,'' ucap Ilham sinis, tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya.


''Sama-sama, aku berdoa semoga kamu cepat menyusul, ya, mendapatkan wanita Sholeha yang sama-sama mencinta kamu,'' jawab Jasmine tersenyum.

__ADS_1


Setelah itu Ilham menyalami Gabriel, Briel tampak menggenggam erat jemari tangan Ilham dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya di letakkan di leher nya sendiri seraya di gerakan ke kiri dan ke kanan seolah memberi kode dengan mata yang di bulatkan sempurna.


Melihat hal tersebut sontak saja membuat Ilham hendak menarik tangannya, namun karena Gabriel menggenggam dengan sangat berat jemari tangan Ilham, membuat Ilham sedikit meringis dan menarik paksa tangannya tersebut.


''Selamat ya, akhirnya kalian berdua menikah, aku sungguh patah hati melihat'nya,'' ucap Tania dengan sedikit bercanda, seraya tangannya menyalami Jasmine.


''Semoga kamu juga cepat menyusul, ya,'' jawab Jasmine, tersenyum.


''Kalian sedang apa?''


Jasmine menatap ke arah Ilham dan juga suami'nya yang seperti sedang melayangkan tatapan tajam dengan lengan yang masih saling bertautan, membuat Briel terkejut seketika dan melepaskan genggaman tangan Ilham.


''Tidak, ko... kami hanya sedang bersalaman biasa saja, iya kan, Ilham?'' jawab Gabriel menatap wajah Ilham dengan mata yang di bulatkan sempurna beserta alis yang di naikan ke atas.


''I-iya... be-betul...'' jawab Ilham merasa gugup.


Semenjak dia mengetahui siapa Gabriel yang sebenarnya, kesombongan dan keangkuhan yang selalu di tunjukan oleh Ilham, tidak pernah dia perlihatkan lagi, yang ada hanya rasa takut yang mendalam kepada Sisil Gabriel yang merupakan seorang anggota Mafia.


Sebenarnya dia ingin sekali memberitahukan hal itu kepada Jasmine, dan dia bisa menggunakan hal tersebut sebagai alasan yang pas untuk meminta wanita pujaan hatinya tersebut membatalkan pernikahan, namun karena rasa takutnya lebih besar, dia pun tidak bisa melakukan hal tersebut.


Takut mati, dan takut Gabriel akan menyakiti dirinya, seperti di Film-film yang sering dia tonton, alhasil dia hanya bisa menerima begitu saja, wanita yang dicintai'nya di pinang oleh Pria yang bernama Gabriel.


Namun dalam hatinya dia bertekad, suatu saat nanti, dia pasti akan mengatakan hal yang sebenarnya tersebut kepada Jasmine...

__ADS_1


*****


__ADS_2