
''Kata siapa? ibu Jasmine baik, ko. Kamu kalau ngomong jangan sembarangan ya, mau aku bilangin sama papa aku?'' Naura sedikit naik pitam.
''Kamu belum tahu aja ibu tiri kamu kayak gimana? lagian papa mu baru juga menikah dengan dia, kan?''
''Tapi ibu ku tidak jahat, tahu apa kamu tentang dia? aku lebih mengenal dia daripada kamu, so tahu banget dia jadi orang,'' Naura pun pergi dari hadapan temannya tersebut, dengan perasaan kesal.
'Dasar so tahu.'
Gumam Naura dalam hatinya.
***
Pulang sekolah, Naura kembali di jemput oleh ibunya, tidak seperti biasanya, pulang sekolah, wajah Naura terlihat sedikit muram, bibirnya pun sedikit di kerucutkan.
Jasmine yang baru saja sampai di gerbang sekolah merasa heran melihat wajah putri kesayangannya, namun dia tidak bertanya apapun, dia akan bertanya nanti ketika keduanya sampai di rumah.
Di perjalanan pun, Naura tidak terlalu banyak bicara, dia yang biasanya selalu banyak bicara dan bertanya, mendadak diam seribu bahasa.
Sesampainya di rumah.
''Sayang, kamu sudah pulang?''
Gabriel menyapa putri'nya yang baru saja pulang, melintas di depan bengkel tanpa menyapa ayah'nya.
Jasmine yang berjalan di belakang putrinya segera menghampiri Naura setelah sebelumnya memarkir motornya terlebih dahulu.
''Sayang... Naura...! kamu kenapa?'' tanya Jasmine masuk ke dalam rumah lalu duduk di samping Naura.
__ADS_1
''Aku kesal...!'' jawab Naura singkat, dengan wajah yang masih terlihat muram.
''Kesal kenapa, sayang?''
''Teman Naura ada yang bilang bahwa yang namanya ibu tiri itu jahat, suka menyiksa anak'nya, padahal ibu baik, kan?'' Naura menoleh menatap wajah ibu.
''Kata siapa? tidak semua ibu tiri itu jahat, sayang. Contoh'nya ibu, ini. Apa pernah ibu memarahi kamu? apa pernah ibu membentak kamu?''
Naura menggelengkan kepalanya.
''Nah, kamu tidak usah termakan sama omongan teman kamu, mungkin dia terlalu banyak nonton sinetron.''
''Iya, Bu. Naura janji tidak akan lagi mendengar'kan omongan mereka, toh ibu adalah malaikat yang dikirim Allah untuk aku, aku sayang sama ibu.'' Ucap Naura sedikit tersenyum, menatap wajah ibunya dengan tatapan penuh kasih sayang.
Jasmine segera memeluk tubuh mungil putri'nya, mengecup pucuk kepalanya, dan mengusap punggungnya dengan penuh rasa kasih sayang.
Briel pun tersenyum lalu berjalan masuk kedalam rumah, dirinya duduk di samping Naura lalu ia pun memeluknya serta Jasmine secara bersamaan.
''Putri... papa, kayaknya lagi bersedih, ya?''
''Kata siapa?'' Naura melepaskan pelukan sang ayah.
''Tuh, wajah kamu, cemberut kayak gitu? nanti cantiknya hilang lho?''
''Tadi si iya, tapi sekarang sudah nggak lagi,'' Naura tersenyum menatap wajah sang ayah.
''Nah, gitu dong. Kalau senyum kayak gini kan enak dilihatnya.'' Briel mengecup kening Naura.
__ADS_1
''Sekarang ganti baju dulu yu, sayang. Setelah itu makan, ibu sudah masakan makanan kesukaan kamu,'' pinta Jasmine.
''Benaran, bu?''
Jasmine mengangguk lalu tersenyum.
Naura pun segera bangkit lalu berjalan ke dalam kamar, untuk berganti pakaian.
***
Richard terlihat sedang mengadakan pertemuan dengan Alberto, dia dengan sengaja mendatangi Apartemen milik Alberto untuk menanyakan prihal tugas yang dia berikan untuk mencari keponakannya yang masih hilang.
Wajahnya terlihat kesal, karena sampai saat ini, Alberto sama sekali belum bisa menemukan Lili, keponakannya.
''Bagiamana si? masa mencari satu anak saja tidak bisa?'' teriak Richard kesal.
''Saya sudah berusaha sekuat tenaga, menyebarkan anak buah dimana-mana untuk mencari anak itu,'' jawab Alberto sedikit tidak terima.
''Pokoknya, kamu secepatnya harus segera menemukan dia, tidak ada waktu lagi, aku akan menambahkan uang bayaran'nya, cari dia kemanapun, kalau perlu ke lubang semut sekalipun.''
''Baik, aku akan berusaha mencari'nya lebih keras lagi, aku janji dalam waktu satu bulan aku akan segera menemukan dia.''
''Aku pegang janjimu, Alberto.''
Richard pun berdiri lalu berjalan keluar dari dalam Apartemen dengan perasaan kesal.
*****
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak ya Reader ❤️❤️💓