TOBAT'NYA SANG MAFIA

TOBAT'NYA SANG MAFIA
Ketakutan


__ADS_3

Tuk


Tuk


Tuk


Suara sepatu Tania yang berjalan di lorong Apartemen menuju tempat tinggal dirinya, sudah lebih dari satu Minggu dia berada di rumah orang tuanya, setelah menghadiri acara pernikahan Gabriel, dia baru sempat kembali ke kota.


Ceklek


Kreket


Dia pun memutar kunci dan membuka pintu, Tania pun masuk kedalam lalu menyalakan lampu, dan dia pun terkejut seketika, saat mendapati seorang pria yang sedang duduk di kursi ruang tamu, di dalam apartemen miliknya.


Pria itu pun segera berdiri dan menoleh ke arah Tania, tersenyum menatap wajahnya.


''Sa-sayang? sedang apa kamu disini? darimana kamu tahu tempat tinggal aku ada di sini?'' tanya Tania dengan suara terbata-bata.


''Aku sangat merindukanmu, honey. Kemana saja kamu selama ini? dirimu seperti menghilang tanpa jejak,'' jawab Alberto berjalan mendekat.


''Eu... anu... kemarin aku ada urusan mendesak, sehingga aku harus pulang ke rumah orang tuaku selama beberapa hari,'' jawab Tania gugup.


''Benarkah? kenapa kamu tidak memberitahu aku? aku kan bisa mengantarkan kamu ke sana, sekalian aku ingin berkenalan dengan kedua orangtuamu, sayang...!'' Alberto memeluk tubuh Tania lalu mencumbu leher panjang nan wangi milik kekasihnya tersebut.


Merasa tidak nyaman, Tania pun meraih kepala Alberto secara halus.


''Maaf, aku lupa memberitahumu, sayang. O ya... dari mana kamu tahu tempat tinggal'ku? bagiamana kamu bisa masuk kemari?'' tanya Tania merasa heran.


''Apa yang tidak bisa aku lakukan di dunia ini? hanya mencari alamat'mu saja merupakan hal kecil bagiku, bahkan masuk ke dalam sini pun dapat aku lakukan, kenapa? kamu tidak suka aku berada disini?'' jawab Alberto menatap wajah cantik Tania.


''Tidak, bukan begitu, aku hanya terkejut saja, hmmm... aku mau mandi dulu ya, seharian berkendara membuat tubuhku berkeringat,'' pinta Tania, mencari alasan.


''Baiklah, aku tunggu di sini ya, sayang.''

__ADS_1


Tania menganggukan kepalanya.


Sebenarnya gadis yang bernama Tania ini sudah sangat malas untuk berhubungan dengan Alberto, selama ini dia hanya memanfaatkan kekayaan yang dimiliki oleh pria tersebut.


Mencoba untuk mencintai, namun tenyata dia tidak bisa, apalagi setelah dia mengetahui bahwa Alberto itu adalah seorang bos Mafia berhati dingin dan juga kejam, membuat Tania berfikir dua kali untuk terus melanjutkan hubungannya dengan pria tersebut.


Namun, untuk saat ini dia masih belum berani untuk memutuskan hubungannya dengan Alberto, hatinya masih merasa ketakutan, setelah Alberto dengan begitu kejamnya melukai dan berniat untuk membunuh Gabriel, mantan kekasihnya.


Tania pun masuk kedalam kamarnya, hatinya masih di selimuti ketakutan, takut jika sampai kekasihnya tersebut sampai mengetahui bahwa dirinya sempat menyembunyikan Gabriel di kediamannya tersebut.


Apa yang akan terjadi kepada dirinya, apabila dia sampai tahu bahwa pria yang sedang dia cari selama sebenarnya adalah mantan kekasihnya? sungguh hati Tania diselimuti rasa ketakutan yang teramat dalam.


'Apa yang aku lakukan sekarang? bagaimana caranya agar aku bisa lepas dari Alberto?'


Diapun bergumam pelan, seraya menggigit ujung kuku jempol nya merasa cemas.


Perlahan dia pun mulai membuka pakaiannya lalu membersihkan diri, membasuh seluruh tubuhnya, dengan pikiran yang melayang entah kemana.


Sementara itu, Alberto masih menunggu di ruang tamu.


Batin Alberto, mulai merasa kesal, karena sikap Tania terlihat seolah sedang menghindar.


Dia pun bangkit dan berjalan masuk kedalam kamar, dan mengetuk kamar mandi, Tania yang sedang berada di dalamnya pun terkejut seketika.


Trok


Trok


Trok


Alberto mengetuk pintu kamar mandi.


''Sayang kenapa lama sekali?''

__ADS_1


Tania yang sedang dalam keadaan polos segera meraih handuk dan membalut tubuhnya.


''Iya sebentar lagi aku selesai,'' jawab Tania sedikit menaikkan suaranya.


Dia pun segera memakai pakaian yang sengaja dia bawa ke kamar mandi untuk berjaga-jaga jika hal ini sampai terjadi, dia tidak mau jika kekasihnya tersebut sampai melihat dirinya sedang dalam keadaan polos.


Tidak lama kemudian Tania pun keluar sudah dengan memakai pakaian lengkap, serta rambut yang digulung memakai handuk.


''Waaw... kamu sungguh cantik, honey...'' ucap Alberto menatap wajah Tania yang terlihat masih sedikit basah.


Apa tidak sebaiknya kamu pulang? aku merasa lelah sekali, aku ingin beristirahat, besok aku akan mengunjungi tempat'mu, ya...?'' pinta Tania malas.


''Sepertinya ada yang aneh dengan dirimu? ada apa sebenarnya?'' Alberto menatap wajah kekasihnya dengan tatapan tajam.


''Eu... tidak ko, aku hanya lelah saja, sungguh...'' Tania sedikit merasa gugup.


''Baiklah, kalau itu yang kamu mau, aku pulang sekarang, tapi ingat, besok aku tunggu di apartemen'ku, oke baby...''


Tania mengangguk dengan tersenyum yang terlihat sedikit di paksakan.


Alberto pun berbalik dan hendak melangkah pergi keluar dari dalam kamar, namun dia pun mengurungkan niatnya dan kembali menatap wajah kekasihnya tersebut.


''Aku mau bertanya padamu, tolong jawab dengan jujur, aku tidak suka di bohongi,'' pinta Alberto melayangkan tatapan tajam.


''A-apa ya-yang ingin kamu tanyakan, sepertinya serius sekali?'' Tania pun semakin merasa gugup.


''Apa kamu benar-benar tidak mengenal dengan pria yang bernama Gabriel?''


Deg


Jantung Tania pun tiba-tiba saja berdetak dengan sangat kencang, terkejut sekaligus merasa ketakutan.


*****

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya Reader ❤️❤️❤️


__ADS_2