
Mirai terpaku saat melihat Eisuke datang dengan membawa payung di tangannya. Ia hampir tak percaya dengan apa yang dilihatnya itu.
"Kau basah kuyup," ucap Eisuke.
"I-iya, aku lupa membawa payung jadinya basah kuyup," Mirai terbata dan gugup.
"Dibalik sikapnya yang dingin selama ini. Ternyata Eisuke orang yang baik," batin Mirai.
Mereka berdua berjalan bersama menuju pintu gerbang kampus. Sesampainya di sana, seorang pria berjas hitam sedang berdiri tegak di samping mobil mewah. Pria itu menunduk, lalu beralih membuka pintu mobil bagian belakang.
"Tuan Muda, silakan masuk." ucap Pria itu.
Eisuke menoleh ke arah Mirai. "Kau, masuklah! Aku akan mengantarmu."
"Apa? Aku?!" tanya Mirai tak percaya.
Eisuke mengangguk. "Kalau bukan kau lalu siapa lagi?"
"Ma-maaf, tapi bajuku basah kuyup. Aku lebih baik pulang sendiri saja. Terima kasih atas tawarannya. Bye," ucap Mirai sambil melangkah pergi.
Namun, dengan cepat Eisuke meraih tangan gadis itu dan menariknya. "AHK" Mirai pun tersentak kaget. Kemudian, cowok tampan itu membawanya masuk ke dalam mobilnya.
Beberapa menit kemudian, deru mesin mulai menyala dan mobil itu pun berjalan pergi. Dalam perjalanan, jantung Mirai berdegup sangat kencang dan membuat gadis itu salah tingkah.
"Oh, jantungku serasa mau copot," ucap Mirai dalam hatinya.
"Kenapa kau terlihat sangat gugup?" tanya Eisuke sambil mengamati gadis itu.
Mirai menundukkan kepala. "Ti-tidak. Aku.. minta maaf. Mobilmu jadi kotor karena bajuku yang basah."
Eisuke terdiam dan tidak berkata apa pun. Cowok itu hanya membalas Mirai dengan senyuman tipis. Gadis itu memberitahu alamat rumahnya, dan tidak terasa mobil sudah berhenti di depan restaurant kecil miliknya.
Eisuke membuka kaca mobilnya dan melihat keluar. "Ini restaurantmu?"
"Iya, ini restaurant milik keluargaku dan di sebelahnya itu adalah rumahku," jawab Mirai.
"Bolehkah aku makan di restaurant mu kapan-kapan?" tanya Eisuke.
Mirai tertegun dan berkata dalam hatinya. "Haa... Eisuke makan di restaurantku?"
__ADS_1
"Tapi.. Restaurantku sangat kecil dan jelek. Mungkin akan membuatmu tidak nyaman." Mirai merasa tidak enak.
Eisuke tersenyum tipis. "Hmm, Kau lucu sekali. Baiklah, kita lanjutkan lain waktu."
Mirai keluar dari mobil, dan sesaat kemudian, mobil mewah itu bergerak pergi lalu hilang dari pandangan.
"Aku merasa lega, Eisuke sekarang lebih terbuka dengan orang lain. Tidak seperti dulu saat pertama kali kami bertemu," ucap Mirai dalam hati.
"Mirai," panggil Paman.
"Ah, Paman!" Mirai tersentak kaget.
"Siapa orang itu? Paman melihatmu turun dari mobilnya," tanya Paman ingin tahu.
"Oh, dia teman sekelasku di kampus," jawab Mirai sambil tersenyum.
***
Hari demi hari, Aktivitas di kampus berjalan lancar seperti biasanya. Saat pelajaran di kelas berlangsung, Mirai menoleh ke arah Eisuke duduk. Dan ternyata, cowok tampan itu juga sedang memperhatikannya. Mereka berdua bertatapan cukup lama, tetapi tiba-tiba ia merasa ada seseorang yang sedang memainkan rambutnya dari belakang. Mirai mengalihkan pandangannya dan melirik ke belakang. Di sana ada Hiro yang sedang tersenyum menatapnya.
"Mereka berdua sedang menatapku. Aku seperti ada di tengah-tengah antara dua cowok," ucap Mirai dalam hatinya.
Malam hari, Mirai makan malam bersama Paman dan bercerita tentang kuliahnya di kampus.
"Oh iya, Paman. Aku minggu depan akan pergi ke perkebunan untuk melakukan penelitian kuliah selama 3 hari. Jadi kami semua akan menginap di sana," ucap Mirai.
"Hati-hati jika pergi ke perkebunan. Biasanya perkebunan itu berada di lereng gunung, dan banyak binatang buas di sana," ujar Paman.
"Baiklah, aku akan berhati-hati," ucap Mirai sambil tersenyum.
Paman tersenyum lega. "Baguslah."
Meskipun Mirai dari keluarga kecil, tetapi keharmonisan keluarga bersama Paman nya tidak pernah hilang.
Sehari sebelum berangkat ke perkebunan, Mirai dan Aiko duduk bersama di halaman kampus.
"Kau sudah siapkan barang-barang untuk menginap besok?" tanya Aiko.
Mirai mengangguk. "Iya sudah semua. Aku juga sudah ijin ke bos ku kalau selama 3 hari tidak masuk kerja. Btw, dimana besok kita akan menginap? Apakah kita akan memasang tenda di sana?"
__ADS_1
"Kalau dari info yang aku tahu sih, kampus ini punya penginapan khusus di sana. Satu gedung yang besar dan memiliki banyak kamar. Yah, semacam apartemen kecil," jawab Aiko.
"Baguslah kalau begitu. Jadi aman dari gangguan binatang buas. Hehe," ucap Mirai bercanda.
"Bodoh! Jaman sekarang mana ada binatang buas. Kau ini ada-ada saja!" Aiko tersenyum sambil melihat jam tangannya. "Hari ini aku ada urusan dan aku ingin pulang lebih cepat. Mirai, aku duluan ya. Sampai ketemu besok."
Aiko pergi dengan cepat lalu menghilang dari pandangannya. Saat gadis itu duduk sendirian, entah kenapa ia teringat dengan kata-kata Megumi waktu itu.
"Kalangan elite dan kalangan biasa tidak mungkin bersama," ucap Mirai pelan di tengah kesendiriannya.
"Bagaimana jika mungkin bersama?" Suara yang tidak asing tiba-tiba muncul dari sisi kanannya.
Sontak Mirai menoleh. "Hiro!"
"Bagaimana jika itu mungkin terjadi? Apa kau akan menerimanya?" tanya Hiro.
"Apa maksudmu?"
"Aku tanya sekali lagi. Jika kalangan elite dan kalangan biasa bisa bersama, apakah kau akan menerima hubungan itu?" tanya Hiro dengan tatapan serius. Mirai terdiam dan tidak bisa menjawab pertanyaan itu.
Hiro berjalan kian mendekat, lalu duduk di samping gadis itu. Cowok rambut merah itu mencondongkan wajahnya dan mempersempit jarak. Ia tak bisa bohong, di dalam benaknya ia sungguh menyukai Mirai.
"Hiro, apa yang kau lakukan? Stop!" Mirai berusaha menghentikan.
Mirai menutupi bibirnya dengan kedua tangannya. Namun, Hiro meraih tangan gadis itu dan menggenggamnya erat-erat sehingga kedua tangan Mirai tak bisa bergerak lagi. Alhasil, Hiro pun berhasil mencium bibir gadis itu.
"Mmhh."
"Pada akhirnya dia tetap menciumku juga," batin Mirai pasrah.
Dari kejauhan, Eisuke tak sengaja melihat Hiro dan Mirai sedang berciuman di taman. "Hmm.."
***
Hari ini, Semuanya berangkat ke perkebunan. Setelah sampai di sana, Mereka langsung mendapatkan pembagian kamar masing-masing. Sesudah membereskan kamar, semuanya berkumpul untuk makan bersama. Matahari sudah mulai terbenam dan makan malam pun segera dimulai.
"Mirai, apa yang aku bilang kemarin benar kan? Kampus kita punya penginapan di sini," ucap Aiko bangga.
"Iya, penginapannya juga lumayan bagus," jawab Mirai.
__ADS_1
Lokasi perkebunan ini berada di bawah kaki gunung dan dikelilingi oleh pohon-pohon besar dan rindang. Ada juga hutan kecil di sekitarnya. Semuanya makan malam bersama sambil mengobrol santai, tetapi ada satu yang mengganjal di hati Mirai. ia tidak melihat Eisuke di tempat makan itu.