
Malam ini, Mirai tampil berbeda dari biasanya. Dengan gaun yang indah dan make-up yang cantik, ia terlihat lebih mempesona dan elegant.
Mirai dan Aiko tiba di depan gedung Aula. Banyak orang yang mondar-mandir di sana. Mirai menarik nafas dan berusaha membuang rasa gugupnya.
"Malam ini Hiro pasti terkejut saat melihatmu," ucap Aiko.
"Apa bajuku ini terlalu terbuka? Aku merasa sedikit malu." Mirai tidak percaya diri.
"Tidak, baju itu sangat cocok untukmu. Ayo kita masuk!" Aiko menarik tangan Mirai, lalu mereka berjalan masuk ke dalam.
Mereka berdua sudah berada di dalam gedung Aula. Dekorasi gedung itu sangat indah. Lampu kelap-kelip yang terang dan hiasan yang indah di sekujur dinding, membuat gedung itu serasa seperti pesta kelap malam. Dan di sana, Mirai langsung disambut oleh Hiro yang tengah menunggunya.
"Wow, Mirai, Kau cantik sekali hari ini," Hiro terpesona.
"Terima kasih." Mirai tersipu malu.
"Kau belum menjawab pertanyaanku waktu itu. Mau kah kau jadi pasangan dansaku?" tanya Hiro.
"Mirai..." Aiko mengedipkan mata dan memberi sebuah isyarat padanya.
"Sepertinya Aiko ingin aku menerima tawaran Hiro." Mirai berpikir dalam hati.
"Um, baiklah. Aku mau jadi pasangan dansamu," jawab Mirai.
Hiro tersenyum senang. " Oke, aku senang sekali. Selamat datang, My Princess."
Hiro terus saja menggoda Mirai dan membuat gadis itu tersipu malu.
Di sudut lain, Eisuke sedang menikmati minumannya sambil menatap Mirai dari kejauhan.
"Apa kau tertarik dengan gadis itu?" tanya Kaito.
"Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan," jawab Eisuke.
Kaito tersenyum, lalu menoleh ke arah Mirai. "Gadis itu lumayan cantik, tapi sayangnya ada saingan berat di sana."
Eisuke terdiam, lalu meneguk minumannya. Beberapa saat kemudian, seorang panitia naik ke atas podium.
"Selamat datang hadirin semuanya, sebelum acara dansa kita mulai. Saya ingin memberitahukan bahwa pesta dansa kali ini mengalami perubahan. Pasangan dansa kali ini akan dipilih secara acak dan kami akan mengumumkan hasilnya," ucap Panitia itu.
"Huh! Benar-benar tidak mengasikkan." Hiro mendengus kesal.
"Siapa pasangan dansaku nanti ya?" tanya Mirai dalam hatinya.
Semua orang berkerumun dan mulai bersiap-siap untuk mendengarkan hasilnya. Sesaat kemudian, seseorang datang menghampiri panitia itu dan menyerahkan sebuah amplop. Dengan cepat, panitia itu langsung membuka ampop yang ia terima.
__ADS_1
"Baiklah. Saya akan membacakan nama pasangan hasil dari random picker. Mohon semuanya untuk segera bersiap-siap. Saya akan membacakannya sekarang." Panitia itu membaca nama-nama pasangan yang tertulis di dalam amplop itu.
"Aiko Suzuki dan Kaito Harada."
"Hiroto Watanabe dan Megumi Shinomiya."
"Mirai Sakurai dan Eisuke Harada."
"etc.....!"
Seketika itu, Mirai langsung membulatkan matanya.
"Aku berpasangan dengan Eisuke? Tidak mungkin," ucap Mirai tak percaya.
"Mirai, kau berpasangan dengan Eisuke, benar? dimana dia. Apakah kau tadi sudah bertemu dengannya?" tanya Aiko.
"Aku tidak tahu. Dari tadi aku tidak melihatnya. Mungkin dia tidak datang ke pesta," jawab Mirai tidak yakin.
"Ehm, coba kau cari dia. Mungkin saja dia ada di sekitar sini," ucap Aiko.
"Seandainya dia ada di sini sekalipun, Mungkin dia juga tidak mau berdansa denganku," pikir Mirai dalam hatinya.
Dari arah kiri, Kaito muncul lalu mengulurkan tangan pada Aiko.
"Nona Aiko, Mari kita berdansa." Kaito tersenyum manis.
Aiko pergi bersama Kaito meninggalkan Mirai sendirian. Gadis itu berdiri di tengah-tengah area dansa dan dikelilingi oleh pasangan yang sedang berdansa.
"Aku seperti orang bodoh yang hanya berdiri di sini," batin Mirai sedih.
Disaat ia hendak pergi, seseorang tiba-tiba menarik tangannya dengan sangat kuat.
"AHK." Tubuh Mirai berputar dan terjatuh dalam pelukan orang itu. Dengan cepat, Mirai mengangkat kepala dan melihat orang itu.
"Eisuke!" Mirai menelan salivanya saat melihat cowok itu. Tenggorokannya terasa kering seketika.
"Eisuke, apa yang kau lakukan?"
Eisuke menundukkan kepala dan memeluk gadis itu erat.
"Aku penasaran seberapa hebat tarian dansamu!" bisik Eisuke di telinga Mirai.
Dengan kata-kata itu, Eisuke langsung menarik tangan Mirai ke atas dan memutar tubuh gadis itu.
"AHK!" Mirai kehilangan keseimbangan dan terhuyung ke belakang. Namun dengan cepat Eisuke mengulurkan tangannya dan melingkari pinggang Mirai yang ramping. Cowok tampan itu menahan tubuh Mirai yang hampir jatuh dan menariknya dengan lembut. Perlahan-lahan mereka mulai berdansa mengikuti alunan musik yang indah.
__ADS_1
"Oh, Eisuke pandai berdansa. Dia melakukan dansa dengan sangat baik," batin Mirai kagum.
Mirai dapat merasakan kehangatan di tangannya. Detak jantung kian mengencang dan tidak terkontrol.
Di sisi lain, Aiko sedang berdansa dengan Kaito. Ia tidak sengaja melihat saputangan di saku baju Kaito. Saputangan burung merak warna biru itu sekilas mirip dengan saputangan milik Mirai.
"Kak Kaito, saputangan yang ada di saku itu milikmu?" tanya Aiko ingin tahu.
"Iya, saputangan ini warisan dari keluargaku," jawab Kaito.
"Saputangan itu sangat mirip dengan saputangan Mirai. Hanya beda warna saja," batin Aiko.
"Oh, Apakah kau punya banyak saputangan seperti itu di rumah?" tanya Aiko lagi.
Kaito menggelengkan kepala. "Tidak ada. Cuma satu ini."
"Cuma satu, karena saputangan yang satunya telah hilang," ucap Kaito dalam hatinya.
"Oh, begitu ya," ucap Aiko sambil mengangguk pelan.
Di sudut yang lain, Hiro sedang berdansa dengan Megumi. Raut wajahnya nampak kesal dan tidak bersemangat.
"Hiro, apakah kau tidak marah pacarmu berdansa dengan orang lain?" tanya Megumi sambil tersenyum licik.
"Diam kau!" bentak Hiro kesal mendengar kata-kata Megumi.
Malam semakin larut, dan pesta dansa pun berakhir. Mirai tiba di rumah dan ia berdiri di balik pintu. Ia masih tak percaya dengan apa yang terjadi hari ini.
"Aku tidak menyangka, Eisuke mau berdansa denganku. Apa semua ini hanya mimpi," ucap Mirai sambil menyentuh kedua pipinya.
Mirai berusaha keras untuk menghilangkan pikiran itu dari kepalanya, tetapi tidak bisa. Saat-saat bersama Eisuke terus saja membayanginya. Dan tanpa ia sadari, Mirai telah jatuh cinta pada cowok itu.
***
Beberapa hari kemudian, Megumi nampak sedang berdiri bersama seorang cewek di kelasnya. Cewek itu adalah orang kepercayaannya sekaligus tangan kanannya.
"Nana."
"Ya, Putri Megumi?"
"Cari informasi tentang cewek itu. Kau tahu kan, siapa cewek yang aku maksud?" tanya Megumi.
"Ya, aku tahu. Aku juga terkejut saat melihat cewek itu berdansa dengan Tuan Muda Eisuke. Bagaimana mungkin Tuan Muda mau...." Tiba-tiba kalimat Nana terpotong oleh bentakan Megumi.
"Cukup! Aku tidak mau mendengarnya. Cepat cari data cewek itu!" bentak Megumi marah.
__ADS_1
"Baik, Tuan Putri," jawab Nana patuh.