Trip Of My Heart

Trip Of My Heart
EPISODE 2 --> Siapa cewek itu?


__ADS_3

Profesor menoleh. "Eisuke, mengapa kau datang terlambat? ayo cepat masuk!"


Tanpa sebuah kata-kata, cowok itu masuk ke dalam kelas, lalu duduk di bangku paling belakang. Mirai pun terkejut saat melihat cowok itu.


"Oh, No! Dia adalah cowok yang bertabrakan denganku di depan perpustakaan," batin Mirai mengingatnya.


Mirai terus-menerus menatap cowok itu dan sekilas mata mereka bertemu. Sontak Mirai mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Hei, Mirai. Kau sedang ngapain?" tanya Aiko.


"Aku..."


BRAK !!!


Belum selesai bicara, kata-kata Mirai terpotong oleh suara pukulan meja di belakangnya. Semua mata langsung tertuju ke asal suara itu muncul. Mirai membalikkan badannya dan melihat Hiroto sedang mengepalkan tangan di atas meja.


"Hiroto, apa yang sedang kau lakukan?" tanya Profesor.


"Aku sedang menahan emosiku, Pak!" Hiro terlihat kesal.


Hahaha.. ! Semua orang di kelas tertawa mendengar jawaban Hiroto. Suasana mulai gaduh dan kehilangan ketenangan. Semenjak cowok bernama Eisuke itu masuk, atmosfer di kelas menjadi berubah.


***


Beberapa hari kemudian, Mirai duduk di kelas dan ia melihat ada 3 cewek sedang melakukan percakapan di sana.


"Eisuke itu ganteng banget ya..," ucap cewek pertama.


"Iya, benar. Eisuke tampan seperti pangeran. Namun sayangnya, dia sulit didekati," ucap cewek kedua.


"Itu wajar karena Eisuke bukanlah orang sembarangan. Aku dengar ayahnya adalah CEO sekaligus pemilik dari perusahaan Tensa Entertainment," ucap cewek ketiga.


"Tensa Entertainment perusahaan game dan anime yang terkenal itu ya? Wah, Hebat.. Keren..," ucap cewek pertama kagum.


Cewek ketiga tersenyum. "Namun menurutku, Hiroto juga tidak kalah ganteng dari Eisuke. Hiroto juga sangat keren."


Disaat Mirai sedang menikmati percakapan cewek-cewek itu, tiba-tiba ada sebuah tangan menepuk pundaknya dari belakang. Mirai menoleh dan melihat Hiroto sedang tersenyum menatapnya.


"Hai, cantik. Kau sendirian?" tanya Hiroto.


"Iya, hari ini Aiko tidak masuk," jawab Mirai.


"Kalau begitu hari ini makan siang bersamaku, Oke?" ucap Hiroto sambil meraih tangan Mirai. Namun, tiba-tiba 3 cewek itu menoleh ke arah Hiro, lalu menyapanya.


"Hiroto?" sapa cewek ketiga, lalu mendekati Hiro.


"Ya?" jawab Hiro.

__ADS_1


"Bo-bolehkah aku minta nomor handphone-mu?" tanya cewek itu terbata-bata.


"Maaf, aku tidak bisa memberimu nomor handphone karena aku sudah punya pacar," jawab Hiro. Kemudian, cowok itu menarik tangan Mirai dan menggiringnya ke Kafetaria. Setibanya di sana, Hiroto dan Mirai duduk di sebuah meja makan yang kosong.


"Hiro, kau sudah punya pacar?" tanya Mirai.


Hiro menggelengkan kepala. "Tidak, aku tadi hanya berbohong. Aku tidak suka memberikan nomor handphone kepada orang yang tidak aku sukai. Kau tunggu sini. Aku akan mengambil makanan."


"Hiroto!"


"Tetap di situ dan tunggu aku." Cowok rambut merah itu berjalan pergi dengan cepat.


Sambil menunggu Hiroto datang, Mirai mulai memperhatikan ruangan di sekelilingnya. Dan ia terkejut ketika melihat Eisuke sedang makan di sana.


"Oh, dia ada di sini juga," gumam Mirai.


Tak lama kemudian, seorang cewek cantik berambut panjang datang menghampiri Eisuke dan duduk di depannya. Mereka berdua mengobrol seperti sudah saling kenal. Mirai terus-menerus menatap ke arah mereka sampai terdengar suara memanggilnya.


"Mirai!"


"Ahk, Hiroto kau sudah datang." Mirai tersentak dari lamunannya.


Hiroto mengedipkan mata dan tersenyum. "Hiro! Mulai sekarang panggil aku Hiro."


"Hiro?" tanya Mirai bingung.


"Terima kasih. Oke, mulai sekarang aku akan memanggilmu Hiro," ucap Mirai sambil tersenyum.


Setelah itu, Mereka berdua makan bersama dan mengobrol. Sesekali Mirai menoleh ke arah Eisuke dan cewek itu duduk. Dan ternyata, cewek itu juga melihat ke arah Mirai dengan tersenyum.


"Cewek itu tersenyum padaku atau ke Hiro? apakah cewek itu mengenal Hiro?" batin Mirai penuh dengan tanda tanya.


"Hiro."


"Ya?"


"Apakah kau kenal cewek itu?"


"Cewek yang mana?"


"Cewek yang duduk bersama Eisuke di sana. Eisuke teman satu kelas kita." Mirai menunjuk ke arah Eisuke.


Hiro melihat ke arah Eisuke dengan tatapan tajam "Ya, namanya Megumi. Dulu pernah satu sekolah."


"Kau tidak pergi menyapanya?" tanya Mirai.


"Buat apa menyapanya. Dari jaman sekolah sudah bosan melihat mereka berdua. Ayo pergi! aku sudah muak melihat si brengsek itu." Hiro berjalan pergi dan ekspresinya berubah menjadi marah.

__ADS_1


Tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, Mirai pun segera mengejar Hiro, lalu berjalan di sampingnya.


***


Malam hari, Mirai selalu makan malam bersama pamannya di rumah. Sejak kecil ia tinggal bersama paman dan dibesarkan oleh pamannya.


"Mirai, hari ini paman masak mie udon kesukaanmu. Ayo cepat makan!" ucap Paman.


"Ehm, masakan paman enak sekali," ucap Mirai sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


"Jika dibandingkan masakan ayahmu, ini tidak ada apa-apanya. Ayahmu dulu adalah seorang koki yang hebat," ujar Paman kagum terhadap ayahnya.


Mirai tersenyum melihat ekspresi paman yang seperti itu. Dari dulu Paman selalu mengaggumi ayahnya. Tidak bisa dipungkiri bahwa paman adalah keluarga satu-satunya yang ia miliki saat ini.


Setelah membereskan semuanya, Mirai masuk ke dalam kamar dan duduk di tempat tidurnya. Ia mengingat kembali apa yang terjadi di Kafetaria hari ini. Kata-kata Hiro muncul kembali di pikirannya.


"Satu sekolah? Mereka berdua? Itu artinya Megumi dan Eisuke pernah satu sekolah dengan Hiro? Lalu, si brengsek? Apa maksudnya?" gumam Mirai penuh tanda tanya.


Pikirannya dipenuhi dengan beribu-ribu pertanyaan yang masih menjadi teka teki. Tiba-tiba, Mirai ingat saat hari pertamanya di kampus. Disaat Eisuke masuk kelas dan setelah itu Hiro memukul mejanya dengan keras. Mata gadis itu terbuka lebar dan terkejut dengan berbagai macam pemikiran. Ia menggelengkan kepala dan mencoba menangkis pikiran negatifnya.


***


Keesokan harinya, Mirai dan Aiko janjian akan masuk kuliah bersama. Mereka berdua sudah sepakat akan bertemu di depan gerbang kampus. Mirai datang lebih awal dan ia memutuskan untuk menunggu Aiko. Sesaat kemudian, sebuah mobil berhenti di depan kampus dan Aiko terlihat keluar dari mobil itu. Dengan cepat, Aiko berjalan menghampiri Mirai.


"Pagi, Mirai. Apa kau sudah lama menungguku?" sapa Aiko.


"Hai, aku juga baru datang kok," jawab Mirai.


"Maaf, sudah membuatmu menunggu. Oh iya, aku besok tidak masuk kuliah selama satu minggu," ucap Aiko.


"Eh, kenapa?" tanya Mirai.


"Keluargaku sedang mengalami masalah dan aku tidak bisa menceritakannya," Aiko terlihat sedih.


"Aku harap masalahmu bisa segera selesai," ucap Mirai bersimpati.


Aiko tersenyum. " Thanks, Mirai. Kau memang temanku yang baik. By the way, aku sekarang mau ke kantor menemui Profesor. Temani aku ya!"


"Oke, aku temani," jawab Mirai.


"Ehem.. kau dapat salam dari seseorang," ucap Aiko sambil tersenyum.


"Salam dari siapa?" tanya Mirai ingin tahu.


Aiko tersenyum. "Salam dari seorang cowok ganteng berambut merah dan keren."


Mirai berpikir sejenak. "Umm.. Hiro?"

__ADS_1


__ADS_2