Trip Of My Heart

Trip Of My Heart
EPISODE 40 --> Pria tak dikenal


__ADS_3

"Aya, kau temani Aiko pergi mencari kayu bakar. Aku akan pergi mencari air," ucap Mirai.


"Mirai, kita pergi bersama saja bertiga. Jangan pergi sendirian!" ucap Aiko khawatir.


"Jika kita pergi bersama nanti waktu keburu sore dan kita tidak akan cukup untuk mengumpulkan semua bahan," jawab Mirai menjelaskan.


"Kau yakin akan pergi sendirian?" Aiko memastikan sekali lagi.


Mirai mengangguk. "Iya, aku tidak apa-apa. Jangan khawatir!"


"Oke, kalau begitu aku akan pergi menemani Aiko mencari kayu bakar. Mirai, hati-hati ya. Jika terjadi sesuatu yang mencurigakan segera kembali ke tenda," ucap Aya.


"Iya, aku mengerti," jawab Mirai.


Mereka bertiga berpisah. Mirai berjalan melewati hutan dan pergi menuju sungai. Ia tiba di sebuah sungai kecil dengan air yang jernih.


"Wah, air di sungai ini sangat jernih. Di sini sungguh masih alami." Mirai memasukkan air ke dalam ember yang ia bawa. Ketika ia hendak kembali ke tenda, ada pria paruh baya yang sedang berdiri menatapnya. Pria itu seperti tengah mabuk dan sorotan matanya fokus mengarah pada Mirai.


"Hai, gadis cantik. Sedang apa kau di sana? Aku tidak menyangka ada gadis secantik dirimu di sini." Pria itu mulai melangkah mendekati Mirai.


Mirai melangkah mundur dan ember yang ia bawa terjatuh. "Berhenti! Jangan mendekat!"


"Ayo gadis cantik, jangan malu-malu. Sini mendekatlah padaku." Pria paruh baya itu terus berjalan mendekati Mirai.


Mirai merasa panik dan gugup. Tubuhnya gemetaran dan keringat dingin keluar dari tubuhnya. Ia membalikkan badan, lalu berlari menjauhi pria itu. Namun, pria itu justru mengejarnya dan berusaha menangkapnya.


Di sisi lain, Eisuke dan Kaito sedang sibuk memasang tenda di kelompoknya. Hiro juga sibuk bersama kelompoknya sendiri. Beberapa menit kemudian, Aiko dan Aya berjalan melewati tenda Eisuke. Kedua cewek itu telah selesai mencari kayu bakar dan akan kembali ke tenda.


"Aya, aku khawatir dengan Mirai. Dia pergi mengambil air sendirian di sungai. Aku takut terjadi sesuatu padanya," ucap Aiko khawatir.


"Ah, kau ini terlalu cemas. Mirai itu pemberani, bukan penakut sepertimu," ucap Aya meledek.


Aiko mengerutkan dahi. "Aya, jangan bercanda. Aku sedang bicara serius!"


Suara percakapan mereka terdengar oleh Eisuke dan Kaito yang sedang memasang tenda di dekatnya. Tanpa berpikir panjang, Eisuke berlari meninggalkan Kaito sendirian. Ia pergi menuju sungai untuk mencari Mirai.


"Hei! Aduh, adikku ini sudah gila. Ternyata dia mencintai Mirai lebih dari yang aku bayangkan," ucap Kaito sambil menggelengkan kepala.

__ADS_1


Mirai berlari dan dikejar-kejar oleh pria tak dikenal. Gadis itu berlari menuju hutan yang lebat, sedangkan Eisuke telah tiba di sungai tempat Mirai mengambil air. Cowok tampan itu menyusuri tepian sungai untuk mencari keberadaan Mirai, akan tetapi ia tidak menemukannya. Dan akhirnya, ia melihat sebuah ember tergeletak di tanah.


"Apakah ini milik Mirai? Tapi dimana dia sekarang," batin Eisuke tidak enak. Cowok itu memutuskan untuk pergi mencarinya.


Mirai bersembunyi di semak-semak. Ia jongkok diantara tumbuh-tumbuhan yang rimbun. Gadis itu gemetar dan ketakutan setengah mati.


"Selamatkan aku, Tuhan," doa Mirai dalam hatinya.


Setelah cukup lama di sana, tiba-tiba ada seseorang datang dari arah belakang dan menutup mulut Mirai dengan tangan.


"Mnnggh." Mirai mencoba memberontak dan berusaha melepaskan tangan orang itu. Namun, orang itu menarik tubuh Mirai ke belakang, lalu memeluknya.


Orang itu berbisik di telinga Mirai. "Ssstt.. diam."


Mirai melirik ke arah orang itu dan terkejut. Matanya melebar ketika melihatnya. Akhirnya, orang itu melepaskan tangannya dari mulut Mirai.


"Eisuke!" Mirai lantas memeluk Eisuke dengan meneteskan air mata.


"Aku sangat takut!" ucap Mirai.


Tak lama kemudian, terdengar suara pria paruh baya tengah memanggilnya. "Gadis cantik, dimana kau bersembunyi? keluarlah!" teriak pria itu.


"Ikuti aku!" Eisuke membawa Mirai pergi dari tempat itu. Mereka bergandengan tangan menyusuri hutan bersama.


Sementara itu, Aiko dan Aya sedang menunggu Mirai di tenda dengan cemas.


"Mirai lama sekali. Aku takut terjadi sesuatu padanya. Aku akan memberitahu Hiro!" Aiko keluar tenda, lalu pergi ke tempat Hiro.


Saat itu, Hiro dan kelompoknya baru saja selesai memasang tenda. Aiko datang menghampirinya dengan raut wajah was-was.


"Hiro, Mirai pergi mengambil air di sungai sendirian dan sampai sekarang dia belum kembali. Aku khawatir terjadi sesuatu padanya," ucap Aiko cemas.


"Apa?!" Hiro terkejut. Dengan cepat, cowok rambut merah itu pergi mencari Mirai.


Eisuke dan Mirai tiba di sebuah gubuk tua di tengah hutan. Mereka berdua masuk ke dalam gubuk itu.


"Umm, terima kasih atas pertolonganmu. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika kau tidak ada," ucap Mirai canggung.

__ADS_1


"Seharusnya kau tidak pergi sendirian!" ucap Eisuke.


"Itu karena aku tidak ingin menyusahkan teman-teman. Jadi, aku memutuskan untuk pergi sendirian," jawab Mirai sambil menundukkan kepala.


"Sampai kapan kau terus berbuat bodoh?!" tanya Eisuke sambil melangkah mendekati Mirai, lalu Mirai mengangkat kepala dan menatap Eisuke.


"Sampai kapan kau terus membuat orang di sekitarmu khawatir?!" ucap Eisuke dengan nada tinggi.


"Eisuke, kenapa kau menatapku seperti itu?" Mirai melangkah mundur dan mulai gugup. Ia melangkah mundur dan menabrak dinding kayu yang ada di belakangnya. Gadis itu terpojok dan Eisuke telah berdiri di depannya.


"Bodoh!" Eisuke mengulurkan tangan dan menyentuh wajah Mirai. "Lihat mataku!"


Mirai menatap Eisuke dan pandangan mereka bersatu.


"Apakah kau bahagia bersama Hiro?" tanya Eisuke. Namun, Mirai hanya diam dan tidak menjawab.


"Aku cemburu... Aku cemburu melihatmu bersama Hiro." ucap Eisuke pelan.


"Kenapa kau mengatakan hal ini?" tanya Mirai tak mengerti.


"Karena.. karena aku menyukaimu." Eisuke mengungkapkan perasaannya.


"Aku sudah bertunangan dengan Hiro, dan kau juga punya tunangan Megumi. Kita tidak bisa bersama," jawab Mirai.


Eisuke menggelengkan kepala dan menangkup pipi Mirai dengan lembut. "Itu tidak benar. Aku...."


Perlahan, Eisuke memiringkan wajahnya dan mengecup bibir Mirai. Gadis itu memejamkan mata dan membiarkan Eisuke menciumnya. Tak lama, cowok itu pun menarik bibirnya dan ciuman terhenti. Seketika itu, Mirai membuka mata dan menatap cowok itu.


"Eisuke, mengapa kau melakukan ini? Bukankah dari awal kita adalah teman?" tanya Mirai pelan dan terlihat sedih.


Eisuke menindih tubuh Mirai di dinding kayu dan berbisik lembut di telinga Mirai. "Apakah yang kita lakukan barusan ini bisa disebut teman?"


"Kita berdua sama-sama sudah punya pasangan. Dan sebentar lagi aku akan menikah dengan Hiro. Kita hanya bisa menjadi teman," jawab Mirai.


"Apa kau yakin ingin menikah dengan Hiro?" Eisuke bertanya serius, tetapi Mirai terdiam dan tidak menjawab.


"Jawab Aku!" bentak Eisuke.

__ADS_1


Mirai menatap Eisuke. "Iya, aku akan menikah dengannya."


__ADS_2