Trip Of My Heart

Trip Of My Heart
EPISODE 31 --> Teman baru


__ADS_3

Eisuke sudah punya tunangan. Jadi kau tidak bisa mendekatinya," ucap Mirai.


"Benarkah? Bagaimana kau tahu itu?"


"Dia mengatakannya sendiri padaku."


"Oh ya? Namun aku tidak akan menyerah. Sebelum janur kuning melengkung, itu artinya dia masih bebas menjadi milik siapapun," ucap Aya tak menyerah.


"Eisuke sudah punya pacar," ucap Mirai yakin.


"Aku tetap tidak akan menyerah. Aku akan berusaha semampuku untuk mendapatkan hatinya," Aya masih kuat dengan keyakinannya.


"Aya, kau sungguh keras kepala!" ucap Mirai sambil menggelengkan kepala.


Aya berbisik pelan. "Aku akan tetap mengejarnya sampai dia benar-benar menolakku."


"Lakukan sesukamu," jawab Mirai tak peduli.


Beberapa jam kemudian, pelajaran di kelas telah usai. Hiro dengan tergesa-gesa mendekati Mirai dan meraih tangannya.


"Mirai, aku ingin bicara."


"Hiro!"


"Mirai, siapa cowok ini?" tanya Aya.


"Aku pacar Mirai, namaku Hiro," jawab Hiro cepat.


"Pacarmu keren juga, Mirai." Aya menatap Hiro. "Namaku Aya, salam kenal. Btw, aku pulang duluan ya. Bye."


Semua orang telah pergi meninggalkan kelas. Dan sekarang tersisa Hiro dan Mirai.


"Mirai, aku minta maaf kemarin sudah marah padamu. Aku benar-benar mencintaimu dan tidak ingin kehilanganmu. Aku tidak suka jika kau bersama cowok itu," ucap Hiro.


"Aku mengerti, Hiro. Aku dan Eisuke hanyalah teman biasa tidak lebih dari itu. Jadi, jangan pernah berpikir hal-hal yang aneh." Mirai menjelaskan.


"Aku tahu, aku terlalu cemburu. Maafkan aku! Sekarang ayo kita pulang." Hiro tersenyum dan menggenggam tangan Mirai erat. Mirai pun tersenyum menatap kekasihnya itu.


Setelah Hiro kembali ke rumahnya, ia masuk ke dalam kamar dengan mengerutkan dahi. Hiro berpikir keras tentang hubungannya dengan Mirai.


"Aku tetap tidak akan tenang jika Mirai masih dekat dengan si brengsek itu. Aku tidak akan membiarkan si brengsek itu mengambil Mirai dariku. Mirai, aku akan melakukan apapun supaya kau tetap bersamaku," ucap Hiro ditengah kesendiriannya.

__ADS_1


Malam itu, di rumah kediaman Watanabe. Seorang pembantu tua mengetuk pintu kamar Hiro dan memanggilnya kencang.


"Tuan Muda Hiro, makan malam sudah siap. Tuan dan Nyonya sudah menunggu anda di ruang makan," ucap Pembantu itu.


"Oke, aku akan segera pergi ke ruang makan," jawab Hiro dari dalam kamarnya.


Tak lama kemudian, Hiro sudah berkumpul dengan ayah dan ibunya di ruang makan. Mereka menikmati makan malam yang sudah disiapkan oleh pembantunya. Pembantu tua itu melayani keluarga Watanabe sudah lama sejak Hiro masih kecil. Dan juga, pembantu tua itu adalah kepercayaan keluarga Watanabe.


"Bibi Hong, tolong ambilkan wine," ucap Nyonya Watanabe.


"Baik, Nyonya." Pembantu itu mematuhi perintah.


"Ibu, jangan minum terlalu banyak," ucap Hiro sambil menatap ibunya.


"Tidak banyak. Aku hanya minum sedikit," jawab Nyonya Watanabe tersenyum.


"Oh ya, aku mau mengatakan pada kalian kalau aku sekarang sudah punya pacar. Aku sangat mencintainya dan aku serius menjalin hubungan dengannya," ucap Hiro kepada kedua orang tuanya.


"Siapakah pacarmu itu? Apa dia berasal dari kampus yang sama denganmu?" tanya Tuan Watanabe.


Hiro mengangguk cepat. "Iya, dia satu kelas denganku di kampus. Aku benar-benar menyukainya dan berencana ingin melamarnya."


"Hmm.. gadis itu hebat sekali bisa membuatmu tergila-gila seperti itu," ucap Nyonya Watanabe sambil meneguk minumannya.


"Oke, aku akan segera membawa dia ke sini," jawab Hiro sambil tersenyum.


***


Pagi-pagi di kampus, Aya menyandarkan tubuhnya di dinding lorong yang tidak jauh dari pintu masuk. Ia sengaja berdiri di sana untuk menunggu Eisuke lewat. Dan tak lama kemudian, Eisuke dan Kaito muncul melewati lorong.


"Hai, cowok ganteng dengan sejuta pesona," sapa Aya dengan nada menggoda. Dan dua cowok tampan itu berhenti secara otomatis.


"Hai cewek, kau sedang menggodaku?" tanya Kaito sedikit merayu.


"Tentu saja tidak! Aku menyukai cowok yang ada di sebelahmu itu," jawab Aya sambil menatap Eisuke.


"Oh, ternyata kau suka dengan adikku yang ganteng ini ya.. Tidak kusangka kau mengatakannya secara blak-blakan," ucap Kaito sambil merangkul Eisuke dengan akrab.


"Jadi, si tampan ini adalah adikmu? Hmm.. menarik! Kakak dan adik sama-sama tampan." Aya menatap Eisuke dengan senyuman. "Hai, Eisuke. Kenapa kau diam saja dan tidak menyapaku?"


"Aku tidak tertarik padamu!" jawab Eisuke dingin.

__ADS_1


Cowok tampan itu melepas lengan Kaito dari bahunya, lalu ia pergi meninggalkan Aya dan Kaito.


Kaito tertawa. "Kau tahu? Kau ini terlalu barbar dan membuat adikku kabur."


"Aku tidak peduli pendapatmu," ucap Aya.


"Dengar, adikku tidak suka dengan cewek sepertimu," ucap Kaito.


Aya menyeringai. "Eisuke tidak suka cewek sepertiku? Tidak masalah. Aku akan tetap mengejarnya sampai dia benar-benar menolakku. Jujur saja, aku memang tidak suka basa basi."


Kaito mendekati Aya dan berbisik pelan. "Bukankah kau sekarang sudah ditolak?"


"Belum! Bukan penolakan seperti ini yang aku inginkan!" Aya dengan kesal pergi meninggalkan Kaito.


***


Beberapa jam kemudian, Pelajaran di kelas selesai. Mirai, Aiko, dan Aya pergi makan bersama di Kafetaria. Mereka duduk dengan santai sambil menikmati makanan mereka. Dan tiba-tiba, Megumi masuk ke dalam Kafetaria, lalu makan sendirian di sana.


"Itu Megumi pacarnya Eisuke," ucap Mirai sambil menunjuk ke arah Megumi, lalu Aiko dan Aya sama-sama menoleh ke arah cewek itu.


"Cantik!" ucap Aiko kagum.


"Hm.. Kalau dia pacarnya Eisuke, kenapa dia makan sendirian? Kenapa dia tidak makan bersama Eisuke? Aneh!" Aya sedikit tak percaya.


"Aneh gimana? Mirai juga tidak makan bersama pacarnya. Ini sama dengan yang dilakukan Megumi, kan?" tanya Aiko.


Aya menatap Aiko. "Beda! Kalau Mirai kan tidak makan sendirian. Aku sudah banyak mengenal cowok di dunia ini. Jadi aku tahu sepenuhnya tentang mereka."


"Tanpa kau bilang seperti itu aku juga sudah tahu kalau kau itu genit," ucap Aiko kesal.


"Hei, sudah kalian berdua hentikan! Aku juga pernah melihat mereka berciuman. Sudah pasti mereka saling menyukai. Lagipula, Eisuke juga sudah mengatakan sendiri padaku kalau dia bertunangan dengan Megumi," Mirai yakin dengan apa yang dikatakannya.


"Oke, aku akan menyelidikinya sendiri, apakah mereka benar-benar pacaran atau tidak!" ucap Aya sambil tersenyum.


Tak lama, Megumi berjalan melewati meja Mirai dan berhenti di depannya.


"Aih, si cewek murahan ini punya teman baru sekarang," sindir Megumi sambil tertawa meremehkan.


"Megumi, berhentilah menggangguku," ucap Mirai kesal.


"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya," jawab Megumi.

__ADS_1


"Hei, jika kau macam-macam dengan temanku maka aku tidak akan segan-segan untuk memukulmu." Aya berdiri di hadapan Megumi sambil mengepalkan tangan dan siap untuk meninju.


Megumi yang tadinya tertawa, sekarang raut wajahnya berubah menjadi panik, lalu ia pergi meninggalkan Mirai dan teman-temannya.


__ADS_2