Trip Of My Heart

Trip Of My Heart
EPISODE 5 --> Kisah masa kecil Hiro


__ADS_3

"Tak kusangka Eisuke ternyata seorang laki-laki playboy. Aku juga melihatnya dekat dengan cewek lain di kafetaria," ucap Mirai.


"Ehmm, benarkah? Jangan berpikir negatif dulu, siapa tahu cewek itu adiknya. Ayo kita ikuti mereka lagi," ucap Aiko.


Eisuke, Kaito, dan Cewek itu terlihat berjalan bersama. Kemudian, mereka berhenti di pinggir jalan besar seperti sedang menunggu sesuatu. Mirai dan Aiko mengintip mereka dari balik bangunan di belakangnya.


"Aku penasaran siapa cewek itu ya? Kelihatannya cewek itu sangat akrab dengan mereka berdua," ucap Aiko.


Tiba-tiba Eisuke menoleh ke belakang, lalu Mirai dan Aiko pun berpaling dengan cepat.


"Huff, hampir saja Eisuke mengetahui kita," ucap Mirai.


Aiko menarik nafas. "Semoga saja dia tidak tahu kita sedang mengikutinya."


Tak lama kemudian, sebuah mobil mewah muncul dan mereka bertiga masuk ke dalam mobil itu. Mobil mulai bergerak, lalu melaju pergi dengan cepat.


"Mereka pergi bersama naik mobil. Aku curiga cewek itu mungkin pacarnya Eisuke. Dari tadi cewek itu memegang lengan Eisuke dan tidak melepaskannya. Mereka melakukan kencan di malam minggu," ucap Aiko curiga.


"Jika mereka kencan, kenapa Kaito juga ikut bersama mereka? Lalu, cewek yang bersama Eisuke di kafetaria itu siapa?" tanya Mirai dalam hatinya.


"Biarkan saja. Lebih baik kita tidak mencampuri masalah mereka," ucap Mirai tak peduli.


"Benar juga. Oke, ayo sekarang kita pulang," ajak Aiko.


***


Beberapa hari kemudian, Mirai terlihat lelah dan kurang bersemangat. Di dalam kelas ia hanya diam dan tak banyak bicara. Tiba-tiba, sebuah tangan menyentuh pundaknya dengan lembut. Sontak Mirai menoleh ke belakang.


"Hiro."


"Mirai, kenapa hari ini kau diam saja?" tanya Hiro


"Tidak ada apa-apa. Aku hanya kurang tidur saja." jawab Mirai.


"Hmm, hari ini kau ada waktu? Aku ingin mengajakmu pergi ke suatu tempat," ucap Hiro.


"Tidak ada. Mau pergi kemana?" tanya Mirai ingin tahu.


"Surprise! Nanti siang selesai kuliah tunggu aku di parkiran, Oke?" ucap Hiro sambil tersenyum.


"Hiro, kasih tahu aku kita mau pergi kemana?" desak Mirai.


"Rahasia dan kau tidak boleh menolak. Kalau tidak..!" Hiro tidak melanjutkan kalimatnya.


"Kalau tidak apa?"

__ADS_1


Hiro mendekati wajah Mirai dan berbisik lembut. "Kalau kau menolak, kau akan aku hukum!"


Mirai hanya menggelengkan kepala ketika mendengar perkataan Hiro yang konyol dan tidak masuk akal itu.


***


Setelah kuliah selesai. Mirai menunggu Hiro di parkiran sesuai kesepakatan. Tak lama kemudian, Mobil Hiro muncul dan ia pun masuk ke dalam mobil itu.


"Hiro, sebenarnya kita mau pergi kemana? Kau tadi belum memberitahuku," tanya Mirai penasaran.


"Nanti kau juga akan tahu," jawab Hiro.


Dalam perjalanan, Mirai merasa ngantuk dan tanpa sadar ia tertidur. Disaat gadis itu tidur, Hiro mendekatinya dan membelai rambutnya.


"Kau sungguh manis saat tidur," ucap Hiro sambil tersenyum.


Setelah tiga puluh menit perjalanan, mereka tiba di sebuah pantai. Mobil berhenti tanpa menimbulkan suara. Hiro menyandarkan tubuhnya di jok dan menatap Mirai yang tengah tidur.


"Kau sungguh memiliki paras yang cantik," puji Hiro pelan.


Sesaat kemudian, gadis itu pun terbangun dari tidurnya.


"Kau sudah bangun?" tanya Hiro sambil tersenyum.


Mirai mengangguk pelan. " Apakah kita sudah sampai? Kenapa kau tidak membangunkanku?"


Mirai mengamati tempat sekitar dan mendengar suara gemuruh ombak.


"Ini adalah pantai. Hiro membawaku ke pantai? Semenjak orangtuaku tiada, aku tidak pernah datang lagi ke pantai. Namun, aku merasa hari ini kenangan indah itu muncul lagi. Dan aku merasa bahwa Hiro telah mengetahui rasa kesepianku," ucap Mirai dalam hatinya.


"Hiro, terima kasih sudah membawaku ke pantai. Aku senang sekali bisa datang ke pantai lagi," ucap Mirai sambil tersenyum.


"Iya, sama-sama."


"Hiro, apakah kau menyukai pantai?"


"Iya, aku suka pantai. Karena suara gemuruh ombak di pantai tidak akan membuat kita kesepian," jawab Hiro.


Cowok rambut merah itu tersenyum dan menjulurkan tangannya pada Mirai. Mereka berdua berjalan menyusuri tepi pantai sambil bergandengan tangan. Sesekali Hiro mengajak Mirai bermain kecipak air dan menggoda gadis itu dengan permainannya. Setelah cukup lama bersenang-senang, mereka berdua istirahat dan duduk di tepi pantai. Hiro menggulung lengan bajunya, lalu mengeluarkan sebungkus rokok dari dalam sakunya. Ia menyalakan rokok itu, lalu menghisapnya.


"Kau merokok?" tanya Mirai.


"Iya. Kenapa? Kau tidak suka cowok merokok?"


"Aku tidak suka rokok, karena merokok tidak baik untuk kesehatan," jawab Mirai.

__ADS_1


"Oke, akan aku matikan," ucap Hiro sambil mematikan rokoknya.


"Terima kasih." Ketika Mirai sedang menatap Hiro, tiba-tiba ada sesuatu yang ingin ia tanyakan. Sesuatu yang ingin sekali ia ketahui.


"Hiro, bolehkah aku bertanya sesuatu?"


"Ya?"


"Kau dan Eisuke. Apa ada sesuatu yang terjadi diantara kalian? Mengapa setiap kali melihat dia, kau seperti tidak senang?," tanya Mirai.


Hiro langsung membuang muka dan mengalihkan pandangan ke tempat lain. Seolah-olah ia melarang Mirai untuk menanyakan hal itu.


"Sejak kecil Eisuke adalah musuhku. Aku sangat membencinya," ucap Hiro dalam hatinya.


Flasback di masa kecil Hiro...!!!


*Sejak kecil Hiro dan Eisuke selalu berada dalam sekolah yang sama. Selain di sekolah, mereka juga sering bertemu di acara pesta kalangan elit. Sejak kecil Eisuke sudah disukai banyak orang. Hal itu membuat Hiro tertarik ingin berteman dengannya. Suatu hari, saat Hiro sedang bermain bola di sekolah. Ia melihat Eisuke sedang duduk sendirian di pinggir sungai. Ia mendekati Eisuke dan mengajaknya untuk bermain bersama.


*Hiro kecil : "Hai, namamu Eisuke, kan?"


*Eisuke kecil : ...... (Tidak menjawab)


*Hiro kecil : "Ayo kita main! Aku ingin menjadi temanmu."


*Eisuke kecil : "Aku tidak ingin berteman denganmu."


*Hiro kecil : "Hei, jangan bicara begitu. Ayo kita main bola! Coba lihat, ini adalah bola kesayanganku. Bagus kan?"


*Hiro menyodorkan bola ke arah Eisuke. Dan tiba-tiba Eisuke mengambil bola itu, lalu melemparnya ke sungai.


*Hiro kecil : "Eisuke! Kenapa kau membuang bolaku?!"


*Eisuke kecil : "Aku sudah bilang kalau aku tidak ingin berteman denganmu. Pergi!"


*Hiro kecil : "Aku tidak akan pergi sebelum kau minta maaf padaku."


*Eisuke kecil : "Kenapa aku harus minta maaf padamu? Hanya sebuah bola, kau bisa beli baru lagi."


*Hiro kecil : "Tutup mulutmu! Bajingan!"


*Eisuke kecil : "Kalau kau tidak bisa membeli bola baru, aku akan membelikannya untukmu."


*Eisuke pergi dengan perasaan tak bersalah. Hiro terlihat sangat marah dan ingin sekali mengejar cowok itu, tetapi teman-temannya datang, lalu mencegahnya.


*Hiro kecil : "Dasar brengsek! Kalau berani sini kau, jangan jadi pengecut. Sampai kapan pun aku tidak akan memaafkanmu."

__ADS_1


*Sejak peristiwa itu, Hiro merasa benci dan marah setiap kali bertemu dengan Eisuke. Ia membenci Eisuke hingga sekarang.


__ADS_2