Trip Of My Heart

Trip Of My Heart
EPISODE 9 --> Kisah masa kecil Eisuke


__ADS_3

Eisuke flashback di masa kecilnya... !!!


*Kakek : "Penyakitku ini semakin lama semakin parah. Sebelum aku mati aku ingin memberikan hadiah ini kepada kedua cucuku. Kaito, Eisuke, kemarilah.


*Kaito kecil dan Eisuke kecil : "Baik, Kek."


*Kakek : "Ini hadiah dari kakek untuk kalian. Ambilah kotak ini. Kaito, ini untukmu. Eisuke, ini untukmu."


*Kakek memberikan 2 buah kotak.


*Kakek : "Simpan baik-baik hadiah dari kakek ini ya. Hadiah ini kakek buat khusus untuk kalian.


*Kaito kecil dan Eisuke kecil : "Iya kek"


*Setelah pulang dari tempat kakeknya, Kaito kecil dan Eisuke kecil kembali ke rumah.


*Kaito kecil : "Eisuke, ayo kita buka hadiah dari kakek. Wah, kotak ku berisi saputangan burung merak warna biru. Coba lihat punyamu!"


*Kaito mengambil kotak hadiah milik Eisuke.


*Kaito kecil : "Sini aku buka kotakmu. Wah, kotakmu berisi saputangan burung merak warna merah."


*Tiba-tiba Ayano datang dengan raut wajah panik.


*Ayano : "Kaito, Eisuke, ayahmu barusan mengalami kecelakaan. Ayo kita pergi ke rumah sakit sekarang!"


*Mereka bertiga pergi ke Rumah Sakit Dori tempat ayahnya dirawat. Banyak pasien yang ditutupi kain di sana.


*Ayano : "Jangan melihat kesana. Mereka semua adalah korban kecelakaan yang sudah meninggal."


*Akhirnya, mereka tiba di kamar VIP tempat ayahnya dirawat. Saat mereka tiba di ruangan itu, ada manager Li orang kepercayaan ayahnya di sana. Ayano pun menyuruh Kaito dan Eisuke untuk menunggu di luar. Disaat Kaito tengah asik bermain game psp-nya, Eisuke perlahan kembali menuju ke ruangan ayahnya dan tidak sengaja mendengar percakapan di sana.


*Ayano : "Syukurlah kau tidak apa-apa. Bagaimana kecelakaan itu bisa terjadi?"


*Kenji : "Waktu itu aku mau berangkat meeting. Aku terlambat dan buru-buru. Saat dalam perjalanan aku menyuruh supirku untuk menerobos lampu merah. Kemudian dari arah jalur hijau ada bus yang melaju kencang. Dan akhirnya, terjadi kecelakaan itu. Semua ini salahku. Akulah yang menyebabkan kecelakaan itu terjadi, tapi saat ini aku tidak bisa menyerahkan diriku ke polisi."


*Ayano : "Aku mendengar semua penumpang bus itu meninggal. Bagaimana kita mempertanggung jawabkan semua itu?"


*Kenji : "Aku tidak bisa membiarkan nama baikku tercemar. Manager Li, apakah kau sudah mengurus semuanya?"

__ADS_1


*Manager Li : "Saya sudah mengurus semuanya, Tuan. Sekarang Tuan jangan khawatir, Tuan tidak bersalah. Kini, kesalahan itu sudah dilimpahkan pada supir bus itu."


*Ayano hanya menangis dan tidak bisa berbuat apa-apa.


*Ayano : "Manager Li, apa benar semua orang di bus itu meninggal?"


*Manager Li : "Iya benar. Semua penumpang bus itu meninggal. Namun, ada satu yang selamat , yaitu seorang anak perempuan."


*Ayano : "Suamiku, apa sebaiknya anak itu kita...."


*Kenji : "Tidak! Biarkan saja gadis itu. Aku tidak perlu mempertanggung jawabkan apapun padanya!"


*Mendengar percakapan itu, rasa kekecewaan yang mendalam terukir di hati Eisuke. Ayah yang selama ini ia kagumi ternyata sama halnya seperti pembunuh. Eisuke berlari menyusuri lorong dan ia mendengar suara tangisan yang histeris. Eisuke mendekati suara itu dan ia melihat ada anak gadis perempuan yang sedang menangis sendirian. Gadis itu penuh luka, lalu perlahan ia mendekatinya. Tidak tega melihat gadis itu menangis, akhirnya ia memberikan saputangan burung merak miliknya kepada gadis itu.


*Ayano : "Eisuke, dimana saputangan yang kakek berikan padamu?"


* Eisuke kecil : "Aku menghilangkannya."


*Kaito kecil : "Eisuke, kenapa kau menghilangkannya? Saputangan itu dibuat khusus oleh kakek."


*Ayano : "Dasar anak ini benar-benar membuat orang tua pusing."


*Beberapa saat kemudian, Mereka bertiga melewati lorong rumah sakit dan hendak kembali ke rumah. Namun, mereka melihat ada seorang anak laki-laki kecil yang sedang menangis di sana.


*Perawat ke-2 : "Iya benar, kasihan dia. Ayahnya mabuk saat menyetir dan akhirnya terjadi kecelakaan."


*Anak laki kecil : "Ayahku tidak bersalah! Ayahku tidak pernah mabuk."


*Perawat ke-3 : "Menurut data yang aku dapat, anak itu tidak memiliki keluarga lain selain ayahnya. Mungkin dia akan dikirim ke panti asuhan."


Eisuke mendengar jelas percakapan para perawat itu. Rasa kekecewaan dan kebencian kepada ayahnya kian meningkat dan terus meningkat hingga saat ini.


Back to Present !


***


Waktu berjalan sangat cepat dan tidak terasa Mirai sudah bekerja di minimarket selama seminggu. Sore ini pintu minimarket terbuka, seorang cewek berambut pendek masuk ke dalam minimarket.


"Selamat datang," ucap Mirai menyambut pengunjung.

__ADS_1


Cewek itu menatap Mirai. "Kau adalah Mirai Sakurai, benar?"


"Iya, benar. Apakah kau mengenalku?" tanya Mirai.


"Namaku Nana. Aku masih satu kampus denganmu." Nana memperkenalkan dirinya.


"Oh, aku tidak pernah melihatmu," ucap Mirai.


"Itu tidak penting! Aku datang ke sini karena ada perlu denganmu. Apa kau ada waktu sebentar? Ada seseorang yang menunggumu di depan," ucap Nana.


Mirai menganggukkan kepala, kemudian Nana membawa Mirai keluar dari minimarket. Dan di sana ada Megumi yang sudah menunggunya.


"Maaf, apakah kau ada perlu denganku?" tanya Mirai sedikit ragu-ragu.


"Aku kemari untuk memperkenalkan diriku padamu. Namaku Megumi Shinomiya, mantan pacar Eisuke," ucap Megumi sambil tersenyum sinis.


Seketika itu, tubuh Mirai terasa bergetar setelah mendengar kata-kata Megumi yang tak terduga.


"Apa kau menyukai Eisuke?" tanya Megumi.


"Aku tidak mengerti maksudmu. Aku dan Eisuke hanyalah teman satu kelas. Kami tidak pernah bicara," jawab Mirai.


Megumi menyeringai. "Dasar Munafik! Aku mau memperingatkanmu, sebaiknya kau hapus rasa sukamu itu. Karena orang sepertimu tidak mungkin bisa bersama Eisuke!"


"Apa maksudmu?" tanya Mirai tak mengerti.


"Jangan berpura-pura bodoh! Kalangan elite dan orang biasa sepertimu tidak mungkin bersama. Jauhi Eisuke!" bentak Megumi dengan nada tinggi. Gadis itu mengakhiri kata-katanya, lalu ia pergi meninggalkan Mirai.


***


Saat di kelas, Mirai menjadi sedikit lebih pendiam. Ia teringat ucapan Megumi dan mencoba mencerna kata-kata gadis itu. Ia tidak mengerti apa maksud sebenarnya dari gadis itu. Mirai merenung dengan perasaan penat di hatinya.


Tak terasa jam berputar dengan cepat, dan mata pelajaran kuliah di kelas selesai. Mirai berjalan pulang melewati halaman kampus seperti biasa. Masih di area itu, hujan tiba-tiba turun sangat deras dari langit.


"Di sini tidak ada tempat berteduh," gumam Mirai.


Ia berlari sambil meletakkan kedua tangannya di atas kepala. Namun, hujan turun kian deras dan gadis itu pun berhenti berlari. Dengan baju basah kuyup, Mirai tertegun dan pasrah.


"Percuma berlari, aku tetap saja basah kuyup," batin Mirai pasrah.

__ADS_1


Tiba-tiba, ada sebuah payung hitam berdiri tegak di atas kepalanya. Mirai mendongak ke atas, lalu nampak seseorang sedang berdiri di sampingnya.


"Eisuke!" Mirai terkejut.


__ADS_2