
Mereka berdua tersentak kaget.
Dengan cepat, Mirai membuka pintu. "Aiko, aku baru saja akan kembali ke kamar."
"Oh, oke. Ayo!" Aiko dan Mirai kembali ke kamar bersama.
"Kau tadi lama sekali di kamar Eisuke ngapain aja?" tanya Aiko.
Mirai tersenyum, kebahagiaan terpancar di wajahnya.
"Ehem.. yang baru keluar dari kamar kelihatannya bahagia. Katakan padaku, kau habis ngapain?" tanya Aiko penasaran.
"Aku.. tidak ngapa-ngapain. Aku hanya merasa senang dekat dengannya," jawab Mirai.
"Kalau begitu jawab dengan jujur. Apa kau menyukai Eisuke? Kau jatuh cinta padanya?"
Mirai mengangguk pelan. "Iya. Aku menyukainya. Aku jatuh cinta padanya."
Aiko tertegun kaget. "Benarkah? Lalu, apa dia juga menyukaimu? Maksudku salah satu dari kalian ada yang sudah menyatakan cinta?"
"Belum, aku merasakan kehangatan dalam dirinya. Dan entah kenapa aku merasa, sepertinya dia juga menyukaiku. Namun, kami berdua belum menyatakan cinta satu sama lain," ucap Mirai.
"Tunggu apa lagi. Cepat katakan cinta padanya. Meskipun aku tahu, Hiro bakal terluka karena ini," ucap Aiko.
"Iya, benar. Sepertinya, aku harus mengungkapkan perasaanku padanya. Tapi apakah aku pantas untuknya?" Mirai terlihat ragu.
"Jangan berkecil hati, Mirai. Semua orang pantas untuk bahagia. Jika memang dia menyukaimu, dia pasti akan menerimamu apa adanya," jawab Aiko.
"Aku mengerti. Aku akan segera menyatakan cintaku padanya."
"Jangan lupa kasih tahu aku jika kau sudah menyatakan cintamu padanya." Aiko tersenyum. "Nah, sekarang ayo tidur. Besok pagi kita pergi bermain ski."
***
Pagi ini, semua peralatan ski sudah dipakai
dan mereka berempat siap terjun ke area.
"Mirai, apa kau sudah siap?" tanya Aiko.
Mirai terlihat gugup. "Aku baru pertama kali bermain ski. Jadi, tolong ajari aku."
Aiko menunjuk ke arah Hiro dan Eisuke. "Hei, kalian berdua. Aku serahkan Mirai pada kalian. Ajari dia bermain ski dengan baik. Kalian mengerti?
__ADS_1
"Aku mau terjun bermain ski duluan. Aku sudah tidak sabar ingin segera bermain ski. Mirai, semangat ya!" Aiko pergi meluncur meninggalkan Mirai dkk.
Aiko telah pergi dari dulu, dan kino tersisa mereka bertiga.
"Aku akan mengajarimu!" ucap Hiro dan Eisuke bersamaan.
"Hei, brengsek! Aku yang lebih duluan ingin mengajarinya," ucap Hiro ketus.
"Sudah kalian jangan ribut! Begini saja, kalian berdua ajari aku bersama-sama. Gimana?" tanya Mirai bijak.
"Tidak! Kalau si brengsek ini masih di sini, aku akan pergi. Aku tidak sudi bermain dengannya!" Hiro pergi meluncur ke arah yang lain, meninggalkan mereka.
Mirai dan Eisuke terdiam. Kemudian, Mirai menoleh ke arah Eisuke dan menatap wajah tampan cowok itu.
"Eisuke, bisakah kau mengajariku bermain ski?"
"Tentu saja. Ayo sini aku ajari!"
Eisuke mengulurkan tangannya pada Mirai dan membawa gadis itu ke jalur ski pemula. Eisuke mengajari Mirai bermain ski hingga akhirnya gadis itu sedikit demi sedikit bisa meluncur bermain.
"Eisuke, lihat! Aku sudah bisa meluncur," ucap Mirai senang.
Eisuke tersenyum. "Kau sudah bisa, tapi harus tetap hati-hati. Ski bukan permainan yang mudah. Banyak orang terluka karena bermain ski."
Mirai mengangguk tersenyum. "Aku mengerti. Btw, apa kau tahu ke jalur mana Aiko tadi pergi?"
"Iya benar. Aiko memang sudah mahir bermain ski. Kalau kau biasanya bermain di jalur mana?" tanya Mirai.
"Aku biasanya bermain ski di jalur sulit."
"Wah, hebat! Bolehkah aku melihatmu bermain?"
Setelah berpikir sejenak, akhirnya Eisuke mengangguk. "Baiklah. Kau hanya boleh melihatku bermain di tempat yang aku tentukan. Aku tidak mengizinkanmu bermain ski. Apa kau bisa mengikuti semua yang aku katakan?"
"Aku bisa. Aku janji!" jawab Mirai yakin.
Akhirnya, Eisuke mengajak Mirai ke jalur sulit dimana para pemain profesional saja yang bermain di sana."
"Diam di sini dan lihat aku dari sini. Jangan beranjak dari tempatmu! Kau mengerti?" tanya Eisuke memastikan sekali lagi.
Mirai mengangguk. "Iya baik. Aku akan melihatmu dari sini."
Eisuke mulai meluncur memasuki jalur sulit. Dan dengan cepat, ia meluncur ke area salju yang curam. Cowok tampan itu bergerak dengan mahir dan lincah.
__ADS_1
"Wah.. Eisuke benar-benar keren. Selain pintar bermain piano, dia juga mahir bermain ski. Aku sungguh kagum padanya," ucap Mirai kagum.
Tak jauh dari sana, Mirai melihat Aiko sedang meluncur ke area jalur sulit. Mirai mencoba memanggil Aiko, tetapi Aiko tidak mendengarnya.
"Aiko... Aiko...!" teriak Mirai tanpa henti.
Tanpa disadari, Mirai mulai bergerak meninggalkan tempatnya dan meluncur ke arah yang lain. Ia memasuki area jalur sulit dimana para pemain ski berlalu lalang di sana. Dari arah belakang Mirai, ada pemain ski yang sedang meluncur dengan kecepatan tinggi.
Dari kejauhan, Eisuke melihat Mirai dengan terkejut.
"Mirai! Awas!" Eisuke berteriak dan bergegas meluncur ke arah gadis itu.
Namun, kecepatan pemain itu sangat kencang dan akhirnya menabrak Mirai dari belakang. Benturan yang keras pun terjadi.
"AHK!" Mirai jatuh tersungkur di atas tumpukan salju dan ia pingsan tak sadarkan diri.
Eisuke tiba dengan wajah panik. "Mirai! Mirai!"
Eisuke memeluk Mirai dan mencoba membangunkannya, tetapi gadis itu tak kunjung bangun. Bala bantuan pun datang dan akhirnya Mirai dibawa ke rumah sakit.
Eisuke bersandar di dinding dan menunduk putus asa. Ia merasa bersalah dengan apa yang terjadi.
"(Ayahku telah menyebabkan orang tuanya meninggal. Dan kini, aku yang menyebabkan dia terluka. Aku sungguh tidak pantas untuknya)" batin Eisuke bersalah.
Aiko dan Hiro tiba di rumah sakit dengan raut wajah panik.
"Eisuke, apa yang terjadi? Apa Mirai baik-baik saja?" tanya Aiko khawatir.
Eisuke menggelengkan kepala dengan pelan dan tidak menjawab.
"Aku akan pergi bertanya kepada dokter," ucap Aiko sambil berlari pergi.
Hiro sangat marah dan menarik kerah baju Eisuke. "Apa yang telah kau lakukan padanya? Jika terjadi sesuatu pada Mirai, aku akan membunuhmu!"
Eisuke terdiam putus asa. Ia tidak bicara sepatah kata pun.
"Jika kau tidak bisa menjaga dan melindunginya dengan baik, sebaiknya kau pergi. Tinggalkan dia! Pergi yang jauh dari hidupnya! Lepaskan Mirai," ucap Hiro sambil melepaskan kerah baju Eisuke.
Beberapa saat kemudian, Aiko kembali ke ruang tunggu dimana Hiro dan Eisuke berada.
"Bagaimana Mirai? Apa kau sudah bertemu dengan dokter?" tanya Hiro cemas.
Aiko menggelengkan kepala. "Dokter masih memeriksa Mirai. Nanti mereka akan memberitahu kita."
__ADS_1
Satu jam telah berlalu, dan seorang perawat memanggil Aiko. "Nona Aiko Suzuki, Dokter mempersilahkan anda untuk masuk ke dalam ruangannya."
Begitu mendengar kata-kata perawat itu, Mereka bertiga dengan cepat menuju ke ruangan dokter.