Trip Of My Heart

Trip Of My Heart
EPISODE 50 --> Pengakuan kesalahan


__ADS_3

Mirai kemudian keluar dari ruang ICU. Namun, ia terkejut ketika melihat seorang cewek cantik berbaju merah berdiri di lorong.


"Megumi," sapa Mirai.


"Aku telah mendengar berita kalau Eisuke masuk rumah sakit dalam keadaan kritis. Aku datang kemari ingin pamitan sekaligus ingin minta maaf padamu. Selama ini, aku banyak berbuat salah dan telah banyak menyakitimu," ucap Megumi.


"Aku sudah melupakannya. Kau tidak perlu minta maaf," jawab Mirai.


"Kau sungguh berbeda dari cewek kebanyakan. Oleh karena itu, Eisuke lebih menyukaimu daripada aku." Megumi terdiam sejenak. "By the way, aku besok akan pindah ke amerika."


"Pindah ke Amerika? Apakah kau akan kembali lagi ke Tokyo?" tanya Mirai.


"Aku tidak tahu, aku akan kembali lagi atau tidak. Aku ingin minta tolong padamu, tolong jaga Eisuke dengan baik. Dia sangat menyukaimu." Megumi terlihat sedih.


"Aku janji, aku akan menjaganya dengan baik," jawab Mirai.


"Baguslah. Aku bisa melepaskan Eisuke dengan tenang," ucap Megumi sambil membalikkan badan dan memunggungi Mirai.


"Megumi, tunggu!" Mirai menghentikan Megumi yang hendak pergi. "Apakah kita bisa menjadi teman?"


Langkah Megumi terhenti oleh kata-kata Mirai yang hangat.


"Jika aku kembali lagi ke Tokyo, saat itu lah, aku akan menjadi temanmu." Megumi melangkah pergi sambil tersenyum.


***


Keesokan harinya, Mirai tiba di rumah sakit dengan raut wajah sedih dan putus asa. Bahkan, ia berjalan menuju ruang ICU dalam pikiran kosong. Ia tak sanggup membayangkan bagaimana kalau Eisuke benar-benar pergi meninggalkan dirinya. Saat Mirai tiba di depan ruang ICU, ia melihat Aiko dan Aya tengah berdiri di sana.


"Kalian..." Mirai memanggil mereka pelan.


"Mirai, kami telah mendengar berita tentang Eisuke. Maaf, kami baru bisa menjenguknya sekarang," ucap Aiko mengawali pembicaraan.


"Aku turut prihatin dengan apa yang terjadi pada Eisuke. Aku berharap dia segera sembuh," ucap Aya prihatin.


"Terima kasih kalian sudah datang menjenguk Eisuke. Sudah satu bulan Eisuke koma dan sampai hari ini belum ada perubahan," ucap Mirai sedih.


"Mirai, jangan sedih, Eisuke pasti akan sembuh. Kau harus percaya itu. Kami semua adalah temanmu dan kami akan ikut berdoa untuk kesembuhan Eisuke," ucap Aiko.

__ADS_1


Mirai dan Aya mengangguk dan saling setuju.


***


Hari ini, tepat 3 bulan sejak Eisuke masuk rumah sakit. Mirai kembali menjenguk Eisuke yang berbaring di ruang ICU. Mirai bertemu dengan dokter yang menangani Eisuke di sana.


Dokter itu berujar pelan. "Melihat setiap hari kondisinya tidak ada perubahan, saya tidak yakin dia akan selamat. Saya sudah berusaha semampu saya, tetapi semuanya kembali pada yang di Atas."


"Dokter, tidak bisakah anda mencoba untuk menyembuhkannya? Aku mohon dokter," ucap Mirai memohon.


"Maaf, ini diluar kemampuan saya," jawab Dokter itu, lalu berjalan pergi.


Mirai merasa lemas dan gemetaran. Air matanya mengalir deras di pipinya. Tubuhnya mendadak melemah seolah-olah ia syok dengan apa yang telah dikatakan dokter. Mirai menggelengkan kepala dan tak percaya.


"Itu tidak mungkin. Eisuke pasti akan sembuh. Aku akan tetap menunggunya. Sampai kapan pun aku akan tetap menunggu Eisuke!" ucap Mirai di tengah tangisannya.


Dari arah lorong, Kaito melihat Mirai yang tengah menangis dipenuhi air mata.


"Mirai," panggil Kaito.


Mirai menoleh. "Kak Kaito, apa yang dikatakan dokter tadi itu tidak benar kan, Kak?" Mirai masih tak percaya.


"Kak Kaito.." Mirai memeluk Kaito erat dan ia menangis menggeru-geru dalam pelukannya.


Di sisi lain, Ayano dan Kenji sedang ribut di dalam rumahnya.


"Sekarang kau puas? Karena keegoisanmu, kini putraku ada di ambang kematian!" teriak Ayano keras dan bercucuran air mata.


"Bahkan dokter hebat sekalipun tak sanggup menjamin keselamatan putraku!" imbuhnya lagi.


Kenji terdiam kaku. "Semua ini memang salahku."


"Mengapa baru hari ini kau menyesali kesalahanmu? Mengapa tidak dari dulu kau menyesal?! Jika Eisuke tidak bisa selamat, aku akan membencimu seumur hidupku!" ancam Ayano.


Ayano pergi meninggalkan Kenji dengan dingin. Tingkah lakunya jelas menunjukkan rasa kekecewaan dan kebencian terhadap Kenji.


"Karena kesalahan dan sifat egoisku yang tinggi, kini anak dan istriku membenciku. Bahkan, putra bungsuku pewaris perusahaan juga sedang kritis. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang," ucap Kenji dalam hatinya.

__ADS_1


***


Keesokan harinya, Mirai sarapan pagi bersama Paman dan Yoshi. Wajah gadis itu terlihat kusut. Ia hanya bisa meratapi kesedihannya sendiri.


"Mirai, wajahmu kelihatan pucat. Apakah kau sakit?" tanya Paman.


"Tidak, paman. Aku hanya sedikit kelelahan," jawab Mirai.


Yoshi menempelkan telapak tangannya ke kening Mirai. "Badan kak Mirai sangat panas. Kak Mirai mungkin demam," ucap Yoshi.


"Mirai, hari ini istirahat lah di rumah. Jangan paksakan diri pergi ke rumah sakit," ujar Paman.


"Paman, aku harus pergi melihat kondisi Eisuke," jawab Mirai keras kepala.


"Lihat, kondisimu saat ini sangat lemah. Belakangan ini kondisi kesehatanmu menurun," ucap Paman khawatir.


"Kak Mirai, hari ini istirahat lah di rumah. Besok baru pergi ke rumah sakit lagi," tambah Yoshi.


Mirai terdiam dan suasana menjadi hening. Tiba-tiba, terdengar bunyi ketukan pintu dari arah depan rumah. Paman pun bergegas membukanya. Namun, ada sesuatu yang mengejutkan di sana. Di depan pintu telah berdiri seseorang yang sangat berwibawa dan terhormat. Orang yang terkenal dan disegani banyak orang. Orang itu tidak lain adalah Kenji Harada.


"Anda..?" tanya Paman ragu-ragu.


"Aku datang kemari ingin bertemu dengan Mirai. Apakah dia ada di rumah?" tanya Kenji dengan suara lirih.


"Oh, kebetulan hari ini dia ada di rumah. Sebentar saya panggilkan," jawab Paman.


Disaat Paman hendak memanggil, Mirai tiba-tiba datang menghampiri lebih dulu.


"Paman, siapa yang datang?" tanya Mirai ingin tahu.


Sesampainya di pintu, Mirai sangat terkejut melihat Kenji ada di depan rumahnya. Hal mengejutkan lainnya muncul ketika Kenji mendadak berlutut di depannya.


Mirai mengerutkan kening. "Paman Kenji, apa yang sedang paman lakukan? Kenapa berlutut seperti itu? Tolong bangun lah."


"Aku minta maaf atas semua kesalahan yang telah aku perbuat selama ini. Karena kesalahanku kau jadi kehilangan kedua orangtuamu. Aku juga telah memfitnah supir bus yang tak berdosa itu dan melimpahkan semua kesalahanku padanya. Aku benar-benar menyesali perbuatanku. Aku sungguh berdosa!" Kenji mengaku bersalah.


Yoshi mengintip dari dalam rumah dan mendengar semua ucapan Kenji. Air matanya menetes seakan-akan dia tak dapat menahan rasa sedihnya.

__ADS_1


Paman dan Mirai terkejut dengan pengakuan Kenji. Namun, Mirai mencoba menanggapinya dengan bijaksana.


"Paman Kenji, bangun lah! Aku sudah melupakan kejadian itu dan aku memaafkan semua kesalahan paman," jawab Mirai bijak.


__ADS_2