Trip Of My Heart

Trip Of My Heart
EPISODE 4 --> Melodi piano misterius


__ADS_3

Suasana di ruang makan semakin panas, dan tiba-tiba terdengar suara derit pintu terbuka. Tak lama kemudian, Eisuke masuk ke dalam rumah dan melewati ruang makan.


"Eisuke, kau sudah pulang? Ayo ikut makan bersama," ucap Ayano.


Eisuke berhenti sejenak. "Aku tidak ***** makan!" Kemudian, ia pergi menuju kamarnya.


Beberapa menit kemudian, pintu kamar Eisuke terbuka dan Kaito masuk dengan membawa makanan.


"Aku letakkan di sini. Makan lah!" ucap Kaito.


"Aku tidak selera makan," jawab Eisuke dingin.


"Jangan begini terus. Kejadian itu sudah lama, sebaiknya kau melupakannya," ucap Kaito sambil membalikkan badan. ia keluar kamar dan meninggalkan Eisuke.


Di ruang lain, Kenji Harada tengah melamun dalam pikirannya. ia sadar hubungannya dengan Eisuke selama ini tidak baik.


"Ternyata kejadian itu mempengaruhinya sangat banyak," gumam Kenji pelan.


***


Malam ini, Mirai membantu Paman membersihkan restaurant. Rumah makan kecil peninggalan orangtuanya itu terletak di sebelah rumahnya.


"Mirai, bagaimana kuliahmu hari ini? Apa teman-temanmu di sana baik?" tanya Paman.


Mirai tersenyum. "Kuliahku lancar dan teman-teman di sana juga sangat baik."


"Syukurlah kalau begitu." Paman menghembuskan nafas lega. "Paman terkadang khawatir kalau kau kesepian."


"Aku tidak kesepian. Paman, jangan khawatir," ucap Mirai.


"Lalu, apa kau sekarang sudah punya pacar?" tanya Paman.


"Umm, belum. Aku belum punya pacar."


"Kau sudah dewasa, kau sudah waktunya cari pacar. Coba ceritakan pada paman, apakah di kampusmu ini banyak cowok tampan?" Paman penasaran ingin tahu.


"Cowok tampan tentu saja ada, tetapi belum ada yang bisa membuatku jatuh cinta," jawab Mirai.


Paman tertawa. "Paman bertaruh cepat atau lambat pasti ada diantara mereka yang akan membuatmu jatuh cinta."

__ADS_1


"Paman..." Mirai tersipu.


Tiba-tiba, raut wajah paman berubah sedih. "Paman sedikit khawatir, biaya kuliahmu yang 2 tahun nanti bagaimana membayarnya. Restaurant kecil kita ini masih belum bisa diharapkan."


"Paman, jangan khawatir. Sisa kuliahku yang 2 tahun nanti, aku akan mencari pekerjaan baru untuk membayarnya. Selama ini paman sudah merawatku dengan baik. Aku sungguh berterima kasih," ucap Mirai tulus.


Paman menarik nafas sebelum bicara. "Dari kecil kau memang anak yang baik. Paman berharap kelak kau bisa menikah dengan laki-laki yang bisa membahagiakanmu. Dengan begitu, paman bisa hidup tenang."


"Paman sungguh peduli padaku. Terima kasih banyak, Paman," ucap Mirai dalam hatinya. Ia mencoba tersenyum meskipun dalam hatinya ingin menangis.


***


Dua minggu telah berlalu, Mirai sudah mulai terbiasa dengan aktivitasnya di kampus. Hari ini, Mirai pergi ke perpustakaan dan ia bertemu dengan Akihiro di sana.


"Hai, Mirai."


"Hai, Kak Akihiro. Apa kabar?"


"Ya, baik. Kau kemari ingin membaca buku?" tanya Akihiro.


Mirai mengangguk. "Iya. Aku ingin membaca buku. Apakah kak Akihiro setiap hari selalu ada di sini?"


"Oh, benarkah?" tanya Mirai terkejut.


"Iya, sebenarnya tahun ini sedikit berbeda dengan tahun lalu. Karena tahun ini mahasiswa baru yang masuk sangat banyak, jadi pestanya akan dibuat lebih besar dan mewah. Sebaiknya kau ikut karena di sana nanti kau bisa bertemu banyak orang dan bisa menjalin relasi," ucap Akihiro dengan tersenyum.


"Baiklah, aku akan ikut," ucap Mirai.


Setelah selesai berbincang-bincang cukup lama dengan Akihiro, Mirai mengambil beberapa buku untuk dibaca di sana. Tidak terasa waktu terus berjalan dan ia harus segera pulang. Mirai berjalan melewati lorong dan tiba-tiba ia mendengar suara dentingan piano di sana.


"Sepertinya aku tahu melodi ini. 'River Flows in You', benar tidak salah lagi. Tapi.. siapa yang memainkannya?" batin Mirai penasaran.


Ia mendekati suara itu dan mendengarkannya sekali lagi. Tak sengaja, ia melihat pintu di ruang musik sedikit terbuka. Kemudian Mirai menyelinap masuk ke dalam ruangan itu.


"Wah, ruang musik yang sangat luas dan mewah," batin Mirai takjub.


Mirai terus melangkah maju ke dalam ruangan. Sampai akhirnya, ia melihat Eisuke sedang bermain piano di ujung ruangan itu.


"Ternyata orang yang memainkan melodi ini adalah Eisuke. Dia bisa bermain piano dengan sangat baik," puji Mirai dalam hati.

__ADS_1


Mirai menyaksikan Eisuke bermain piano dengan takjub. Tak lama kemudian, Eisuke menyadari kehadiran gadis itu. Tiba-tiba, suara piano berhenti dan Eisuke melihat Mirai dengan tatapan tajam.


Tanpa sepatah kata, Eisuke berjalan pergi melewati Mirai begitu saja. Namun, Mirai ingin sekali menghentikan cowok itu.


"Piano! Aku terkesan dengan melodi piano yang kau mainkan," ucap Mirai tiba-tiba.


Eisuke berhenti sejenak, lalu melirik Mirai dari sisi pundaknya. Setelah itu, Eisuke dengan santainya pergi meninggalkan gadis itu.


"Apakah dia sungguh orang yang sedingin itu? Mampu mengabaikan sesuatu di depannya," ucap Mirai dalam hatinya.


***


Malam hari, Mirai duduk di sisi tempat tidurnya sambil memandang foto masa kecil bersama orangtuanya. Semenjak kejadian itu, Mirai tak lagi menemukan kebahagiaan dalam hidupnya. Kenangan yang indah sekaligus kenangan pahit di masa kecil. Ia masih ingat jelas akan kenangan itu.


"Ayah, ibu, aku sangat merindukan kalian. Entah kenapa tiba-tiba aku sekarang merasa kesepian. Rasanya ada yang kurang dalam diriku," gumam Mirai dalam kesendiriannya.


***


Di malam minggu, Mirai dan Aiko pergi bermain karaoke bersama. Mereka berdua pergi ke pusat kota menikmati akhir pekan yang menyenangkan. Setelah menghabiskan waktu 2 jam bernyanyi karaoke, mereka pergi ke cafe starbucks dan bersantai di sana. Namun, tak lama kemudian terlihat 2 cowok tampan masuk ke dalam cafe. Mirai dan Aiko tercengang seketika.


"Mirai, lihat! Bukankah itu Eisuke dan kakaknya?" ucap Aiko.


Mirai menoleh ke arah cowok itu. "Oh, benar. Itu Eisuke dan kakaknya Kaito."


Dengan cepat, Mirai menutup mukanya dengan buku menu yang ada di mejanya. Aiko pun bergegas mengikutinya.


"Jangan sampai mereka berdua melihat kita," bisik Mirai lirih.


Aiko mengangguk. "Kebetulan bertemu mereka di sini."


"Aku juga kaget melihat mereka ada di sini," ucap Mirai.


"Ehm, jika dilihat-lihat kak Kaito tampan juga ya. Andai saja aku nanti punya pacar seperti kak Kaito, pasti hatiku senang." ucap Aiko sambil tersenyum.


Beberapa saat kemudian, Eisuke dan Kaito pergi keluar dari cafe.


"Mirai, mereka berdua pergi. Ayo kita ikuti mereka!" ajak Aiko.


"Huh?"

__ADS_1


Dengan cepat, Aiko menarik tangan Mirai lalu pergi mengikuti kedua cowok itu. Eisuke dan Kaito berjalan bersama dan tiba-tiba mereka berhenti di sebuah toko baju. Tak lama, seorang cewek remaja terlihat keluar dari toko itu. Cewek itu berambut pendek sebahu dan memakai rok mini yang seksi. Cewek itu tersenyum, lalu memegang lengan Eisuke.


__ADS_2