Trip Of My Heart

Trip Of My Heart
EPISODE 20 --> Kencan


__ADS_3

Mirai telah tiba di depan makam orangtuanya. Ia meletakkan sebuah rangkaian bunga di sana. Setelah sekian lama tidak mengunjungi makam, hatinya merasakan kerinduan yang amat dalam. Sekilas insiden kecelakaan itu kembali tersirat di benaknya. Dimana kesedihan yang mendalam itu muncul kembali.


"Ayah, Ibu, apakah kalian baik-baik saja di sana? Aku sangat merindukan kalian. Maafkan aku karena tidak bisa menemani kalian di sana," ucap Mirai. Tetes demi tetes air mata mengalir di pipinya.


Gadis itu menatap makam orangtuanya cukup lama. Sambil mengusap air mata di wajahnya, ia membalikkan badan ke belakang. Pada waktu itu, ia melihat Hiro sedang berdiri di sana.


"Hiro, apa yang kau lakukan di sini?"


Hiro menatap sedih pada Mirai. "Aku khawatir denganmu, karena itu aku datang ke sini. Aku turut berduka atas kejadian yang kau alami bersama orangtuamu."


Mirai menundukkan kepala dan tidak bicara. Gadis itu menahan tangisnya dan berusaha tegar. Tanpa menunggu lama, Hiro bergerak maju dan memeluk tubuh Mirai erat-erat. Dan seketika itu juga, Mirai menangis dalam pelukan Hiro yang hangat.


Di sisi lain, Eisuke sedang bermain piano di kamarnya. Kreeek, ia dikejutkan oleh suara pintu yang terbuka. Tak lama kemudian, Kaito muncul dari balik pintu.


"Ayah ingin bicara denganmu. Dia menyuruhmu menemuinya di ruang kerja." ucap Kaito menyampaikan pesan.


"Aku tidak mau!" jawab Eisuke ketus.


"Eisuke! Jangan jadi pengecut yang lari dari masalah. Hadapi semuanya dengan benar!" Kaito keluar menutup pintu dengan keras.


Dan beberapa menit kemudian, Eisuke pergi ke ruang kerja ayahnya.


"Apa yang ingin kau bicarakan denganku?" tanya Eisuke.


Kenji Harada terkejut dengan kelakuan Eisuke yang datang secara tidak sopan.


"Aku ingin kau bertunangan dengan Megumi Shinomiya," jawab Kenji menyatakan maksudnya.


"Itu tidak akan pernah terjadi." Eisuke menolak.


"Eisuke! jangan lupa kau adalah penerus peruasahaan. Kau harus menjaga nama baik keluarga ini," bentak Kenji kesal.


"Jangan berharap aku mau mengikuti semua keinginanmu itu!" jawab Eisuke melawan.


Kenji mengerutkan alis. "Sejak kecil kau sudah dipilih langsung oleh kakekmu. Ini adalah wasiat! Dan Megumi Shinomiya adalah pasangan yang cocok untukmu."


"Apakah ayah menganggap pernikahanku adalah bisnis? Apakah ayah lupa kejahatan yang telah ayah lakukan 10 tahun yang lalu? Jika ayah bisa mengakui semua kesalahan ayah, dan bisa mengembalikan nama baik supir bus itu. Maka, aku akan mengikuti semua keinginan ayah!" ucap Eisuke menegaskan.


Mata Kenji menyipit tajam. "Eisuke! Kau masih saja tidak melupakan kejadian itu. Apakah supir bus itu jauh lebih penting daripada ayahmu sendiri?"


"Iya, benar. Aku sangat malu punya ayah sepertimu. Orang yang telah bermain kotor dan keji. Dan aku tidak suka kejahatan yang telah kau perbuat. Aku membencimu!" Eisuke keluar dari ruangan dengan membanting pintu.

__ADS_1


Kenji Harada memejamkan mata dan menahan rasa sakit di hatinya.


"Kau persis seperti kakekmu. Memiliki jiwa keadilan yang tinggi. Andai kau tahu aku melakukan ini semua demi masa depan mu, Eisuke!" gumam Kenji pelan.


***


Siang ini, Mirai dan Aiko baru saja keluar dari ruangan profesor. Seorang gadis bernama Yuri tiba-tiba datang menghampirinya.


"Hai, apakah kalian satu kelas dengan Eisuke?" tanya gadis itu.


"Ya, siapa kamu?" tanya Aiko.


Gadis itu tersenyum. "Namaku Yuri, aku dari jurusan lain. Aku mendengar kalau cowok bernama Eisuke itu sangat tampan dan terkenal. Seperti apa dia orangnya? Apakah kalian mengenal dia dengan baik?"


"Maaf, aku tidak mengenal Eisuke dengan baik," jawab Aiko cuek tak peduli.


"Aku mengenalnya. Eisuke adalah orang yang baik," ucap Mirai.


"Oh ya?" Yuri terlihat senang. "Apa dia sudah punya pacar?"


"Itu.. aku sendiri tidak tahu," jawab Mirai pelan.


"Oke, terima kasih infonya." Yuri pergi ke arah lain dengan cepat.


"Aku mengenalnya karena kami berteman."


Setelah itu, Eisuke tiba-tiba muncul dan berhenti tepat di depan Mirai.


"Ehem... aku pulang duluan ya. Sampai jumpa!" Aiko pergi meninggalkan Eisuke dan Mirai. Dan dalam sekejab, suasana menjadi canggung dan sunyi.


"Jangan lupa kau masih berhutang padaku," ucap Eisuke memecahkan keheningan.


"Hutang apa maksudmu?"


"Kau masih punya hutang kencan denganku."


Mirai melebarkan matanya. "Kau tidak bisa melakukan itu tanpa persetujuan dariku lebih dulu."


Eisuke menempelkan jari telunjuknya ke bibir Mirai. "Tidak perlu persetujuan. Aku akan menjemputmu malam ini!"


Di tempat lain, Hiro dan Megumi saling ketemuan.

__ADS_1


"Hiro, kau sudah datang," sapa Megumi.


"Ada apa mencariku?" tanya Hiro ketus.


Megumi tersenyum licik. "Kau sudah melihat kedekatan Eisuke dan Mirai kan? Aku ingin menawarkan bantuan padamu. Jika kau mau bekerja sama denganku, aku jamin gadis itu akan menjadi milikmu!"


"Aku tidak butuh bantuanmu. Aku akan melakukan nya dengan caraku sendiri," Hiro melangkahkan kakinya untuk pergi, akan tetapi Megumi kembali mengeluarkan kata-katanya yang usil.


"Apa kau yakin dengan ucapan mu itu?"


Hiro berhenti dan mendengarkan Megumi sejenak.


"Cepat atau lambat, gadis itu akan menolakmu!" ucap Megumi.


Hiro mulai emosi dan mengepalkan kedua tangannya. Dengan cepat, ia pergi meninggalkan Megumi.


***


Waktu kencan dengan Eisuke telah tiba. Mirai berusaha dandan secantik mungkin malam ini. Ia tidak tahu apa yang sedang direncanakan oleh cowok itu.


"Kak Eisuke sudah datang!" teriakan Yoshi jelas terdengar.


Saat Mirai keluar dari kamarnya, ia melihat Paman dan Eisuke sedang mengobrol di ruang tamu.


"Siapa namamu?" tanya Paman.


"Nama saya, Eisuke," jawab cowok itu sopan.


"Bisakah kita pergi sekarang?" Mirai memotong pembicaraan.


"Silakan kalau kalian mau pergi sekarang. Hati-hati ya." ujar Paman.


Sesudah itu, Eisuke dan Mirai keluar rumah, lalu masuk ke dalam mobil mewah.


Mirai menatap Eisuke heran. "Kau menyetir sendiri malam ini? Biasanya kau selalu bersama supir."


"Iya, aku tidak ingin ada yang menganggu," jawab Eisuke.


Selama menyetir Eisuke tidak banyak bicara. Ia fokus dengan pandangan ke depan.


"Sebenarnya malam ini kita mau pergi kemana?" tanya Mirai ingin tahu.

__ADS_1


"Kita akan pergi makan ke suatu tempat. Kau akan melihatnya nanti," jawab Eisuke sambil menyetir.


Sekitar dua puluh menit berlalu, mobil Eisuke berhenti di sebuah restaurant italia bintang lima. Tak jauh dari restaurant itu terdapat pantai yang indah.


__ADS_2