Trip Of My Heart

Trip Of My Heart
EPISODE 30 --> Mahasiswa baru


__ADS_3

Hubungan Mirai dan Hiro sudah berjalan satu minggu dari pertama mereka jadian. Dan seperti biasa setelah mata pelajaran kuliah selesai, Hiro akan mengantar Mirai pulang ke rumahnya.


"Hiro, tunggu. Aku mau ke toilet sebentar," ucap Mirai.


"Oke, aku tunggu di sini," jawab Hiro.


Mirai mengangguk, lalu ia pergi menuju ke toilet. Karena takut membuat Hiro menunggu lama akhirnya gadis itu keluar dari toilet dengan tergesa-gesa. Namun, langkahnya terhenti ketika melihat Nana dan Megumi yang tiba-tiba muncul di hadapannya.


"Apa yang kalian inginkan?" tanya Mirai sambil menatap mereka berdua.


"Aduh, cewek jalan ini masih saja tidak tahu diri. Dasar sok cantik!" Megumi mendekati Mirai. "Sampai kapan kau akan terus merayu laki-laki? Eisuke dan Hiro, semuanya ingin kau miliki? Sejak awal kau sudah punya Hiro, tetapi kenapa kau masih saja merayu Eisuke?!"


Mirai menggelengkan kepala. "Aku tidak mengerti apa maksudmu? Aku tidak pernah merayu siapapun."


PLAK!


Megumi menampar pipi Mirai dan seketika itu juga Mirai langsung menyentuh pipinya yang sakit.


"Nana, berikan pelajaran pada cewek yang sok cantik ini?" perintah Megumi.


"Baik, Putri Megumi." Nana patuh, lalu melakukan apa yang diperintahkan Megumi.


Nana membawa selang air dari dalam toilet, lalu menyemprotkannya pada tubuh gadis itu.


"Ahk!" Mirai merasa ketakutan. "Tolong hentikan. Jangan lakukan ini!"


Megumi menarik rambut Mirai yang basah. "Aku tahu beasiswamu sudah habis dan kau tidak punya uang untuk melanjutkan kuliah. Namun, kenapa kau masih saja berkeliaran di kampus ini?! Cepat katakan! Dasar cewek murahan!"


"I-itu, karena..." tiba-tiba kalimat Mirai terpotong oleh suara keras dari lorong.


"MEGUMI HENTIKAN!" Eisuke tiba-tiba muncul dari sudut lorong.


"Eisuke!" Sontak Megumi gelagapan saat melihat Eisuke datang.


Eisuke berjalan mendekati Mirai. Ia melepas jaketnya, lalu meletakkannya ke tubuh gadis itu.

__ADS_1


"Megumi, aku sudah memperingatkanmu kalau kejadian seperti ini jangan sampai terulang lagi. Kenapa kau masih melakukannya?!" tanya Eisuke dengan nada marah.


"Eisuke, maafkan aku!" jawab Megumi gelagapan.


Eisuke menarik tubuh Mirai ke pelukannya, lalu membawa gadis itu pergi. Mereka berdua meninggalkan Megumi yang terdiam di belakangnya.


Setelah sampai di lorong yang sepi, Eisuke melepaskan Mirai dari pelukannya. Mereka berdua kembali berjalan normal dan merasa canggung satu sama lain.


"Kenapa Eisuke menolongku? Bukankah Megumi adalah tunangannya, tetapi kenapa dia lebih memilih menyelamatkanku dan meninggalkan Megumi?" tanya Mirai dalam hatinya.


Dari arah depan, Hiro tiba-tiba muncul dan berekspresi marah.


"Mirai!" Hiro berjalan mendekati Mirai. "Kenapa tubuhmu basah kuyup?"


Hiro menoleh ke arah Eisuke, lalu menarik kerah baju cowok itu. "Apa yang telah kau lakukan pada pacarku? Dasar keparat!"


"Hiro, hentikan! Eisuke tidak bersalah. Tadi Megumi mengangguku dan Eisuke-lah yang menolongku." Mirai berkata jujur dan berusaha menghentikan Hiro.


Hiro melepaskan kerah Eisuke dan menatap cowok itu tajam. "Oke. Aku lepaskan kau, tetapi aku mau bilang satu hal padamu. Mirai sekarang adalah pacarku. Kami berdua sudah resmi pacaran. Kau tidak punya hak untuk melindunginya lagi karena dia sekarang adalah milikku!"


Selama perjalanan mengantar Mirai pulang, Hiro tidak bicara sepatah katapun pada Mirai. Suasana hatinya menjadi kesal saat melihat Mirai bersama Eisuke.


Dengan baju basah kuyup, Mirai masuk ke dalam rumah sendirian. Mirai tahu kalau saat ini Hiro sedang marah karena melihat dirinya bersama Eisuke. Dan tanpa disadari, Jaket Eisuke masih membungkus tubuhnya yang basah.


"Oh, ini adalah jaket Eisuke. Aku lupa mengembalikannya! Pantas saja Hiro terlihat sangat marah dengan ini. Mirai mulai menyadarinya. Ia dengan cepat masuk ke dalam kamarnya. Ia melepas bajunya yang basah dan berganti dengan pakaian yang kering. Ketika ia memegang jaket Eisuke, Mirai mencium aroma parfum yang wangi.


"Aroma parfum yang khas. Aku akan mencuci jaket ini dan aku akan mengembalikannya besok," ucapnya.


***


Keesokan harinya, Mirai berangkat kuliah sendirian. Ia mengira bahwa Hiro masih marah padanya. Gadis itu tiba di kampus lebih awal. Dan tiba-tiba, ia mendengar suara dentingan piano yang indah.


"Melodi piano? Eisuke!" batin Mirai.


Dengan cepat, Mirai berlari menuju ke ruang musik tempat asal suara itu muncul.

__ADS_1


Sesampainya di ruang musik, ia melihat Eisuke sedang bermain piano di sana. Perlahan, Mirai mulai mendekati cowok itu. Eisuke mengetahui kedatangan Mirai, tetapi ia tidak menghiraukannya. Ia tetap bermain piano dengan santai.


"Selamat pagi, aku ke sini mau mengembalikan jaketmu yang tertinggal padaku kemarin," ucap Mirai sambil menyerahkan jaket pada Eisuke.


Eisuke menghentikan melodi pianonya, lalu ia menerima jaket itu.


"Aku juga berterima kasih padamu karena kemarin kau telah menolongku," sambung Mirai.


Cowok itu menatap Mirai dengan tatapan dingin. "Masuklah ke kelas. Nanti pacarmu mencarimu!"


"Oh, baiklah, kalau begitu aku pergi ke kelas duluan. Sampai ketemu di kelas," ucap Mirai dengan nada sedikit canggung. Gadis itu meninggalkan ruang musik, lalu menuju kelas.


"Kenapa setiap kali dekat dengan Eisuke hatiku selalu berdebar-debar. Aku tidak boleh terbawa dengan perasaan ini." Mirai menolak kata hatinya.


Beberapa puluh menit kemudian, Profesor masuk ke dalam kelas. Ada sesuatu yang berbeda hari ini. Profesor membawa seorang cewek berbadan kurus dan bergaya rambut pixie cut. Cewek itu terlihat tomboy.


"Hari ini ada mahasiswa baru pindahan dari luar negeri yang akan masuk ke kelas ini. Aya, perkenalkan dirimu!" ucap Profesor sambil menatap gadis itu.


"Baik. Perkenalkan, namaku Aya Shiraki. Aku pindahan dari New York, dan aku adalah seorang model. Mohon bimbingan dan kerjasamanya." Aya membungkukkan badan memberi salam.


Semua orang bertepuk tangan menyambut kedatangan Aya. Setelah itu, Profesor menyuruh Aya duduk di bangku yang kosong. Dengan cepat, Gadis itu langsung menuju bangku kosong yang ada di sebelah kanan Mirai.


Aya menoleh ke arah Mirai. "Hai, kenalkan namaku Aya. Kalau namamu siapa?"


"Namaku Mirai. Salam kenal juga," jawab Mirai dengan senyuman hangat.


"Hei, aku tidak kau sapa? Aku juga teman Mirai, namaku Aiko," sahut Aiko memperkenalkan diri.


Aya terkikik. "Oh, salam kenal Aiko. Maaf aku tadi tidak menyapamu. Ayo, Mulai sekarang kita berteman."


Aya mengulurkan tangannya kepada Aiko dan Mirai untuk bersalaman. Setelah itu, Ia melihat sekeliling ruangan dan mengamati semua orang yang ada di dalam kelas. Namun, tiba-tiba tatapannya fokus pada satu orang.


"Mirai, kau tahu cowok itu? Siapa namanya?" tanya Aya sambil menunjuk ke arah Eisuke.


Mirai menoleh. "Oh, dia adalah Eisuke."

__ADS_1


"Dia sangat tampan. Aku menyukainya." Aya tersenyum menatap Eisuke.


__ADS_2