Trip Of My Heart

Trip Of My Heart
EPISODE 13 --> Pencuri cilik


__ADS_3

Mirai menggeleng pelan dan berucap lirih. "Aku tidak apa-apa. Aku yang ceroboh masuk ke dalam gudang tanpa melihat waktu hingga terkunci. Maafkan aku!"


"Sepertinya ada sesuatu yang Mirai sembunyikan," batin Hiro curiga.


"Baiklah, kalau kau sudah tidak apa-apa. Aku akan mengantarmu pulang. Kau harus banyak istirahat di rumah." Hiro melepas jaketnya, lalu memakaikannya pada Mirai.


"Hiro, tolong antarkan Mirai pulang dengan baik ya," ucap Aiko.


"Jangan khawatir. Serahkan dia padaku," jawab Hiro.


Aiko kembali ke kelas. Kemudian, Hiro mengantar Mirai pulang ke rumahnya.


"Hiro, tolong jangan katakan apapun pada Pamanku ya. Aku tidak ingin dia khawatir," ucap Mirai.


"Ya, aku mengerti," jawab Hiro.


Di sisi lain, Eisuke sedang menghampiri Megumi di kelasnya.


"Apa kau yang melakukannya?"


"Eisuke, apa maksudmu? Aku tidak mengerti." Megumi pura-pura tak mengerti.


"Aku sudah mengenalmu sejak lama. Dan ini bukan lah yang pertama kalinya kau menyakiti orang lain," ucap Eisuke.


Megumi membuang muka. "Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan."


"Mirai! Kau yang melakukannya kan? Jangan berpura-pura denganku!" Eisuke marah dan menunggu pengakuan dari Megumi.


"Aku hanya memberi dia sedikit pelajaran," jawab Megumi dengan rasa tidak bersalah.


"Waktu di SMA kau bebas menyakiti siapapun. Tapi kali ini aku tidak akan membiarkanmu. Jika sampai kau mengulanginya lagi, maka aku tidak akan memaafkanmu!" ucap Eisuke tegas.


Kemudian, Cowok itu pergi menuju keluar, tetapi Megumi berlari dan menghalanginya di depan pintu.


"Eisuke, aku melakukan semua ini demi dirimu. Aku benar-benar tidak ingin kehilanganmu. Apakah hubungan kita bisa kembali lagi seperti dulu?" tanya Megumi penuh harapan.

__ADS_1


"Kau tahu, sifatmu inilah yang membuatku ingin memutuskan hubungan denganmu. Kita tidak bisa bersama lagi!" Eisuke mendorong tubuh Megumi ke samping, lalu cowok itu pergi meninggalkannya.


***


Setelah tidur beberapa jam di rumah, Mirai bangun dan makan malam bersama Paman.


"Mirai, kau sudah minum obat yang paman berikan tadi?" tanya Paman.


Mirai mengangguk dan tersenyum. "Iya sudah. Setelah minum obat itu, demamku turun dan agak baikan."


"Ah, syukurlah." Paman menarik nafas lega. "Tadi cowok yang mengantarmu pulang adalah teman kuliahmu?"


"Iya, dia teman sekelasku di kampus. Namanya Hiro," jawab Mirai.


"Kelihatannya dia sangat perhatian padamu." Paman tersenyum. "Ayo cepat makan, lalu istirahat."


Setelah makan malam selesai, Mirai kembali ke kamar dan duduk di tempat tidurnya. Ia mengeluarkan saputangan burung merak miliknya dan memandanginya lama.


"Ini adalah kenangan masa kecil. Kenangan hanyalah kenangan. Tidak bisa menjadi masa depan," gumam Mirai pelan.


***


"Hai, Mirai. Mau pinjam buku?" sapa Akihiro.


"Hello, Kak. Aku mau melihat-lihat buku. Mungkin ada beberapa yang ingin aku pinjam," jawab Mirai.


"Oke, silakan." Akihiro tersenyum dengan ramah-tamah.


Mirai membalas Akihiro dengan senyuman, lalu ia berjalan menuju ke rak besar untuk memilih buku. Namun, disaat gadis itu sedang memilih buku, Eisuke tiba-tiba muncul dan berdiri di sampingnya. Pandangan cowok itu fokus dan tertuju pada buku-buku yang ada di dalam rak.


"Kau sedang mencari buku?" tanya Mirai menyapa.


"Iya," jawab Eisuke singkat.


"Umm, bagaimana luka di lenganmu? Apakah sudah sembuh?" tanya Mirai lagi.

__ADS_1


Eisuke melihat Mirai dengan tatapan tajam. "Bodoh! Kau sendiri sedang sakit masih saja mengkhawatirkan luka orang lain!"


"A-aku tidak sakit. Aku sudah sembuh." Mirai mulai gugup.


Keduanya terdiam sejenak. Kemudian, Mirai mulai bicara lagi. "Bagaimana hubunganmu dengan mantan pacarmu? Apa kalian sudah baikan?"


Mirai bertanya dengan sedikit senyuman, tetapi ekspresi Eisuke justru terlihat marah.


"Kenapa kau tertarik ingin tahu?" tanya Eisuke sambil melangkah mendekati gadis itu.


Cowok tampan itu mempersempit jarak, sehingga Mirai pun mengambil langkah mundur. Dan akhirnya, punggung gadis itu menabrak rak buku di belakangnya.


"A-apa yang kau lakukan? Berhenti!" Mirai terpojok dan terjepit. Ia tak dapat mundur lagi.


Eisuke meletakkan tangan dan menahan kedua tangannya di rak buku belakang Mirai. Tubuh mereka menjadi sangat dekat, sehingga keduanya dapat merasakan hembusan nafas satu sama lain.


Eisuke menyentuh dagu Mirai dan mengangkatnya ke atas. Cowok tampan itu memiringkan wajahnya dan mendekati Mirai.


"Apa yang dia lakukan? Eisuke akan menciumku?" tanya Mirai dalam hatinya.


Gadis itu memejamkan mata dan detak jantungnya berpacu kencang. Meskipun demikian, tidak ada tanda-tanda Eisuke melakukan sesuatu padanya. Saat Mirai membuka kedua matanya, cowok tampan itu berdiri dengan jarak yang lebih jauh dari sebelumnya.


"Mulai sekarang berhentilah melakukan hal-hal bodoh!" Eisuke berjalan keluar perpustakaan tanpa menoleh ke belakang.


"Tidak kah dia tadi ingin menciumku? Um... Apa yang aku pikirkan! Tidak mungkin Eisuke berniat menciumku. Aku sungguh bodoh!" gumam Mirai.


***


Waktu senja telah tiba. Mulai sore sampai malam, Mirai bekerja di minimarket seperti biasanya. Pada hari itu, ia sedang sibuk mengecek stok barang di rak. Tiba-tiba, ada gerak gerik mencurigakan dari seorang pengunjung. Seseorang berpakaian kotor dan lusuh ketahuan mengambil makanan dan membawanya kabur tanpa membayar.


"Hei.. tunggu, jangan lari!" teriak Mirai pada pengunjung itu.


Mirai berlari mengejar pengunjung itu dan mereka memasuki gang kecil yang buntu. Keduanya terjebak dalam gang itu! Dengan nafas terengah-engah, mereka saling berhadapan satu sama lain. Ketika Mirai melihat wajah orang itu, ia seperti pernah mengenalnya dan tidak asing.


"Oh, aku ingat. Dia adalah anak remaja yang melukai Eisuke waktu di perkebunan," batin Mirai mengingatnya.

__ADS_1


__ADS_2