
"Kak Akihiro, terima kasih. Tentu saja aku pasti mengundangmu, karena kak Akihiro adalah teman pertamaku di kampus," ucap Mirai dengan tersenyum manis.
"Aku kira kau akan menikah dengan Hiro. Namun, kenyataannya berbeda. Aku sangat terkejut ketika mendengar berita bahwa kau menikah dengan Eisuke. Dan kelihatannya kau dan Eisuke sejak awal memang sudah saling menyukai. Aku dapat melihatnya saat kalian berada di perpustakaan," ucap Akihiro. Dan Mirai pun tersenyum mendengarnya.
***
Beberapa hari kemudian, paman berjalan menuju ke pemakaman dengan membawa seikat bunga di tangannya. Paman meletakkan bunga itu di atas makam orangtua Mirai.
"Ichiro, Yui, bagaimana kabar kalian? Lama tak berjumpa. Aku harap kalian bahagia di sana. Sekarang putrimu sudah dewasa dan dia sudah menikah dengan orang yang dicintainya. Seorang laki-laki yang baik dan bertanggung jawab seperti yang kalian harapkan. Kini, Mirai sudah memiliki keluarga dan orangtua baru. Orangtua yang baik dan menyayanginya sama seperti kalian," ucap paman sambil tersenyum.
Di dalam perusahaan Tensa sedang terjadi acara serah terima jabatan yang sangat penting. Semua divisi berkumpul dan menyaksikan pelantikan CEO yang baru.
"Hari ini saya akan menyerahkan jabatan kepada pewaris perusahaan Tensa, yaitu Eisuke Harada," ucap Kaito mengumumkan.
Semua orang bertepuk tangan antusias menyambut kedatangan Eisuke.
"Hadirin yang saya hormati, saya Eisuke Harada merasa bahagia bisa berdiri di sini. Saya akan berusaha menjalankan amanat ini dengan sebaik-baiknya. Saya berharap dengan kepemimpinan saya di perusahaan ini dapat memberikan dampak positif yang lebih baik kedepannya. Terima kasih." Eisuke mengakhiri pidatonya, lalu membungkuk memberi hormat.
PROK.. PROK.. PROK ! Suara tepuk tangan menggema di ruangan. Semua orang berdiri dan tersenyum menyambut CEO muda itu.
***
Pagi ini, di rumah kediaman Harada. Mirai dan Ayano sedang duduk bersama. Ayano menyentuh tangan Mirai dan menggenggamnya lembut.
"Mirai, aku senang akhirnya kau menjadi menantuku. Mulai sekarang panggil aku ibu, kau mengerti?" Ayano tersenyum cerah di wajahnya.
"Baik, ibu," jawab Mirai diiringi senyuman manis.
Ayano menarik nafas sebelum bicara. "Saat ini Kenji masih di penjara, Kaito juga sibuk dengan pekerjaannya di dunia musik. Kau dan Eisuke juga sudah menikah. Jika kalian berdua pergi meninggalkan rumah ini, aku pasti merasa kesepian."
Mirai menggeleng pelan. "Tidak, ibu. Aku dan Eisuke sudah sepakat akan tinggal di sini menemani ibu sampai paman Kenji keluar dari penjara. Kami tidak ingin ibu kesepian."
Ayano tersenyum dan terlihat senang. "Benarkah? Aku senang sekali jika kalian mau tinggal di sini. Mirai, kau sungguh memiliki hati yang baik. Terima kasih sudah mau menjadi bagian dari keluarga ini."
Ayano memeluk Mirai dan keduanya saling tersenyum. Kebahagiaan yang baru saja dimulai, hidup baru, cinta, dan keluarga baru.
Hari ini, di rumah sakit Dori, orang-orang tengah sibuk menerima barang sumbangan. Barang sumbangan itu berupa obat-obatan dan peralatan medis.
"Wah, sepasang suami istri muda itu sungguh baik, ya. Dia menyumbang banyak untuk rumah sakit kita," ucap seorang perawat.
"Iya, benar. Sungguh mulia hati mereka. Aku tidak menyangka ternyata masih ada orang seperti itu di jaman sekarang," ucap perawat kedua.
Eisuke dan Mirai berjalan di sebuah lorong rumah sakit sambil bergandengan tangan. Tiba-tiba, mereka berhenti di depan ruangan kosong yang sudah tidak ditempati.
"Eisuke, apakah kau masih ingat tempat ini?" tanya Mirai.
"Tentu saja. Ruangan ini adalah tempat pertama kali kita bertemu. Meskipun ruangan ini sekarang kosong, tetapi ingatan di kepalaku masih tetap sama," jawab Eisuke sambil tersenyum.
Mirai menggenggam tangan Eisuke dengan erat. Kemudian, mereka pergi meninggalkan rumah sakit.
***
2 tahun kemudian !
Di sebuah perusahaan musik sedang mengadakan perayaan dan pesta makan bersama.
"Kaito, lagu yang kau ciptakan dalam waktu terakhir ini mengalami kenaikan yang sangat pesat. Ini akan membawa dampak baik bagi perusahaan kita," ucap seorang manager perusahaan.
Kaito tersenyum. "Ya, baguslah. Ini sudah menjadi bagian dalam pekerjaanku."
Saat Kaito sedang bercakap-cakap dengan rekan kerjanya, tiba-tiba handphone-nya berbunyi.
Beep.. Beep.. ! Bunyi pesan masuk terdengar. Kaito membuka dan membaca pesan itu.
__ADS_1
"Kak Kaito, apakah kau sudah makan? Bagaimana pekerjaanmu hari ini? Aku sudah mendengar kalau lagu ciptaanmu sudah mulai terkenal. Selamat ya >_<."
Kaito tersenyum ketika membaca pesan itu. "Hmm, kau mengirimi aku pesan setiap hari dan itu membuatku tertarik. Aku penasaran seperti apa kau sekarang?"
***
Hari demi hari telah berlalu. Pagi ini, Aiko nampak sibuk di butiknya. Pintu berderit terbuka, seorang pria tampan memakai jas hitam masuk ke dalam butik.
"Apa kabar, Nona Aiko? Lama tidak berjumpa," sapa pria itu sambil tersenyum.
Aiko menoleh dan terkejut. "Kak Kaito!"
"Kau terlihat terkejut. Apakah wajahku kini menakutkan?" Kaito tersenyum ketika menatap wajah Aiko yang mulai merah.
"Tidak, selama ini kita hanya berhubungan lewat chat dan tidak pernah bertemu. Aku sangat terkejut melihat kak Kaito yang sekarang semakin tam.. pan.." ucap Aiko dengan pipi merah merona.
Kaito tertawa kecil. "Oh, terima kasih telah memujiku. Namun, aku juga terkejut saat melihat nona Aiko yang sekarang tambah cantik. Nona Aiko sangat cocok dengan rambut panjang seperti ini."
Kaito berjalan mendekati Aiko sambil menyentuh rambut Aiko yang panjang.
"Maukah jalan-jalan bersamaku?" tanya Kaito, dan Aiko pun mengangguk setuju.
Kaito membawa Aiko jalan-jalan di taman yang banyak pohon-pohon rindang. Mereka berjalan melewati jalan setapak kecil yang di sampingnya dipenuhi tanaman bunga-bunga kecil yang indah.
"Wah, aku sudah lama tidak main ke taman. Dunia seperti sudah berubah," ucap Aiko sambil memandang bunga-bunga itu.
"Ya, benar. Semuanya sudah berubah," ucap Kaito.
Kaito memetik setangkai bunga, lalu memberikannya pada Aiko.
"Oh, terima kasih. Bunga ini sungguh cantik." Aiko tersenyum.
Kaito tersenyum dan mendekati Aiko. "Nona Aiko."
"Iya?"
"Huh?!" Sontak Aiko terkejut. Jantungnya berdegup kencang seperti mau meledak.
Kaito tersenyum melihat ekspresi gadis itu. "Kau tidak perlu menjawabnya, karena dengan melihatmu aku sudah tahu jawabannya."
Kaito memiringkan wajahnya, lalu mengecup bibir Aiko dengan lembut.
"Mmmhh."
"Aku menyukaimu, Nona Aiko," bisik Kaito.
"Aku juga menyukaimu," jawab Aiko tersenyum.
Mereka berpelukan dan berciuman di tengah bunga-bunga yang indah. Sebuah ikatan telah terbentuk, dan awal dari kebahagiaan baru saja dimulai.
***
Di sebuah acara pesta besar, Hiro datang untuk mewakili ayahnya. Ia telah resmi mewarisi perusahaan kosmetik milik ayahnya. Banyak pimpinan dari perusahaan lain yang juga ikut hadir di sana.
"Selamat ya, Hiroto. Akhirnya kau resmi mewarisi perusahaan ayahmu," ucap salah satu pengunjung pesta.
"Terima kasih," jawab Hiro tersenyum.
"Hai, anak muda. Selamat ya," ucap pengunjung lainnya.
Hiro tersenyum tipis. "Iya, terima kasih banyak."
Seorang pengunjung datang menghampirinya dan menawarkan segelas minuman.
__ADS_1
"Anak muda, mari minum bersama," ajak pengunjung itu.
Hiro mengambil segelas wine. "Mari bersulang."
Setelah meneguk minuman, Hiro berjalan menuju balkon. Ia melihat pemandangan luar sambil memegang gelas wine-nya.
Tuk.. Tuk..!! Bunyi suara langkah kaki mendekat. Tak lama kemudian, seorang wanita berdiri di belakangnya.
"Hello, boss muda. Maukah bersulang denganku?" tanya seorang wanita berambut lurus sebahu.
Hiro menoleh ke belakang. "Aya."
Aya berjalan mendekati Hiro. "Tidak kusangka bisa bertemu denganmu di sini. Lama tidak bertemu kau semakin sukses saja."
"Aku hanya menjalani hidup," ucap Hiro.
"Kata-kata orang bodoh."
"Jangan meledekku."
"Kenapa memangnya? Suka-suka aku dong mau bilang apa."
"Aku tidak suka!" ucap Hiro kesal.
"Dasar cowok payah," gumam Aya.
Hiro melirik Aya. "Apa kau bilang? Hmm, walaupun kini rambutmu lebih panjang, tetapi sifat tomboy-mu tidak berubah--Kau tidak pantas memakai sepatu high heel seperti itu."
"Aku tidak peduli dengan pendapatmu. Aku akan melakukan apa pun yang aku suka." Aya meneguk minuman, lalu menoleh ke arah Hiro. "Bagaimana denganmu, Hiro? Apakah kau sudah membuka hatimu untuk orang lain?"
"Aku tidak punya waktu memikirkan hal itu. Aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku," jawab Hiro.
"Hmm, sayang sekali. Mungkin di luar sana ada wanita yang menyukaimu," ucap Aya sambil melirik wajah Hiro.
"Bisa jadi." Hiro meneguk minumannya.
"Bagaimana jika ada wanita yang serius menyukaimu?" tanya Aya.
Hiro tertawa. "Omong kosong."
Aya menunduk dan mengangguk pelan. "Yah, benar. Hanya omong kosong." Aya kembali mengangkat wajahnya, lalu menatap cowok rambut merah itu. "Hiro, maukah bersulang denganku?"
Hiro tersenyum dan mengangkat gelasnya.
Cliing...
"Mari bersulang!" Aya dan Hiro meneguk minumannya dan tertawa bersama.
***
Matahari bersinar memberi kehangatan di pagi hari. Di bawah pohon-pohon sakura yang indah, Eisuke dan Mirai duduk bersama dan saling berpegangan tangan. Mereka menatap awan dengan tersenyum.
"Eisuke, apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Mirai.
"Aku sedang berpikir tentang masa depan kita. Kebahagiaan bersama anak kita," jawab Eisuke tersenyum.
Mirai menatap suaminya dengan senyuman manis. "Aku ingin hidup bersamamu dan juga anak kita. Karena bersamamu aku merasa bahagia."
"Aku tidak sabar ingin menghabiskan hari-hari special bersama istriku. I love you, Mirai." Eisuke tersenyum dan mengecup kening Mirai dengan lembut.
"I love you too, Eisuke. FOREVER....
"Aku sangat bahagia. Akhirnya, kebahagiaan datang menggantikan kesedihanku di masa lalu. Kini, hidupku telah berubah. Diriku sekarang menjadi lebih hidup dan aku ingin membahagiakan orang-orang yang aku sayangi." By. Mirai Sakurai
__ADS_1
The End