
Eisuke sedang duduk termenung di perpustakaan. Ia bingung dengan perasaannya sendiri. Ia telah jatuh cinta dengan Mirai dan selalu berpikir tentang gadis itu. Namun, kejadian masa lalu dan kejahatan yang dilakukan ayahnya selalu menghantui pikirannya. Rasa bersalah pada Mirai dan Yoshi terus membayanginya.
Sementara itu, Mirai sedang berjalan melewati lorong. Namun, Megumi tiba-tiba muncul dan menghalanginya.
"Megumi, apa maumu? Masih belum puaskah dirimu mengangguku?"
Megumi tertawa kecil. "Aku mau memberitahumu kalau sebentar lagi aku dan Eisuke akan bertunangan."
Mirai terkejut dan membeku, antara percaya dan tidak percaya.
"Apakah benar Eisuke akan bertunangan dengan Megumi? Aku harap semua yang dikatakan Megumi itu bohong," batin Mirai.
"Apa kau pikir anak beasiswa sepertimu pantas untuk Eisuke? Seorang pembantu tidak mungkin mendapatkan pangeran. Apa kau sadar akan itu? Aku tidak akan buang-buang waktuku di sini. Cuih!" Megumi menyeringai dan pergi.
Beberapa menit kemudian, Mirai masuk ke dalam perpustakaan. Gadis itu duduk dan membaca buku di meja. Namun dari sudut ruangan nampak seseorang sedang mengawasinya. Ia menoleh ke arah orang itu. Jantungnya berdetak semakin kencang ketika ia melihat Eisuke sedang berdiri di sana.
"Apakah liburan musim dingin nanti kau ada acara? Aku, Aiko, dan Hiro akan bermain ski di Hokkaido. Jika kau tidak keberatan aku ingin mengajakmu pergi bersama," ucap Mirai.
"Hmm, baiklah. Aku akan ikut denganmu," jawab Eisuke tak menolak.
Mirai tersenyum dan Eisuke membalasnya dengan senyuman.
***
Liburan musim dingin telah tiba. Kini, mereka berempat Aiko, Mirai, Hiro, dan Eisuke berkumpul di bandara. Mereka naik pesawat menuju ke Hokkaido.
Setelah beberapa jam perjalanan. Akhirnya, mereka tiba di hotel tempat mereka menginap. Mirai dan Aiko tinggal di kamar yang sama, sedangkan Hiro dan Eisuke berada di kamar terpisah.
"Leganya sudah sampai di Hokkaido. Aku tidak sabar ingin bermain ski besok," ucap Aiko sambil merebahkan tubuhnya di kasur.
"Di sini dingin sekali. Aku belum pernah bermain ski sebelumnya. Jadi, aku tidak yakin aku bisa," ucap Mirai cemas.
"Dasar bodoh! Terus apa gunanya aku mengajak 2 cowok itu? Aku sengaja mengajak mereka berdua supaya bisa mengajarimu main ski," ucap Aiko.
"Baiklah, aku percaya padamu saja."
Sore menjelang malam, Mirai dan Aiko turun ke restaurant untuk makan malam. Eisuke berkata bahwa dia sudah memesan tempat VIP untuk makan. Setelah Mirai dan Aiko tiba di ruang VIP, terlihat Eisuke sedang duduk sendirian di sana.
"Hai, apa kau sudah menunggu lama?" sapa Aiko pada Eisuke.
__ADS_1
"Tidak. Aku baru saja datang."
"Dimana Hiro? Apa dia belum datang?"
"Aku tidak tahu."
Tiba-tiba Hiro muncul dari arah belakang. "Apa kau pikir aku tidak akan datang? Aku mau datang kemari hanya demi Mirai!"
Eisuke menatap Hiro tajam, dan sebaliknya cowok rambut merah itu juga menatap Eisuke dengan tatapan sinis. Suasana menjadi panas karena kedua cowok itu tidak bersahabat. Mirai menyadari situasi ini, dan ia mencoba menenangkan keadaan.
"Umm, makanan nya sudah datang. Bagaimana kalau kita mulai makan sekarang?" ucap Mirai sambil tersenyum.
"Wah, makanan VIP kelihatannya sangat lezat. Aku ingin makan banyak malam ini," ucap Aiko bersemangat.
Hiro menyeringai. "Apa hebatnya VIP! Kalau bukan karena ayahnya, mana mungkin dia bisa menyewa VIP. Laki-laki manja seperti dia hanya tergantung dari uang ayahnya!"
Eisuke terdiam dan mengeryitkan kening. ia merasa perkataan Hiro ada benarnya. Eisuke teringat sejak kecil ayahnya lah yang selalu berkuasa tentang uang. Bahkan ia juga ingat ayahnya menggunakan uang untuk memfitnah ayah Yoshi dan melimpahkan kesalahan padanya. Kejadian masa lalu yang sekilas muncul, membuatnya kehilangan nafsu makan.
"Permisi, aku ingin kembali ke kamar," Eisuke beranjak pergi.
Mirai menyadari ada sesuatu yang aneh. "Eisuke, tunggu!" dengan cepat, ia berlari mengejar Eisuke.
"Mirai!" panggil Hiro.
"Hiro, biarkan mereka!" ucap Aiko.
Sementara itu, Eisuke berjalan dengan sangat cepat dan disusul Mirai di belakangnya.
"Eisuke, tunggu! Aku ingin bicara," teriak Mirai kencang.
Eisuke berhenti dan menoleh. "Hmm? Kau tidak makan malam bersama mereka?"
Mirai menggigit bibirnya. "Tidak. Aku pikir ada sesuatu yang harus aku bicarakan denganmu."
"Baiklah. Kita bisa bicara di kamarku," ucap Eisuke seraya berjalan menuju kamarnya.
Di ruang VIP restaurant, masih di tempati oleh Aiko dan Hiro. Aiko terlihat sedang menikmati hidangan di mejanya. Namun sebaliknya, Hiro tampak kesal dan terlihat tidak tenang.
"Hei, apa kau tidak bisa diam? Jangan seperti anak kecil!" Aiko ikut kesal.
__ADS_1
"Bagaimana aku bisa diam, saat ini Mirai sedang bersama si brengsek itu!" ucap Hiro sambil mengepalkan kedua tangannya.
Aiko menatap Hiro tajam. "Apa maksud kata-katamu itu? Dari awal kau sudah kelihatan membenci Eisuke. Jika kau masih menganggapku teman, tolong jaga sikapmu itu!"
BRAK ! Hiro mengebrak meja lalu pergi.
"Dasar, Hiro. Tetap saja keras kepala tidak berubah," gumam Aiko.
Malam ini salju turun cukup deras. Eisuke dan Mirai sudah tiba di kamar. Cowok itu membuka tirai jendela untuk melihat butiran-butiran salju turun.
"Kau suka melihat salju?" tanya Mirai.
"Iya." Eisuke menatap Mirai. "Sebenarnya apa yang ingin kau tanyakan padaku tadi?"
"Itu.. Kenapa kau tadi pergi begitu saja? Apa kau tersinggung dengan kata-kata Hiro?"
"Bukan karena itu. Aku tiba-tiba teringat sesuatu di masa kecilku dan itu membuatku tidak nafsu makan," jawab Eisuke.
"Benarkah? Aku khawatir kau tersinggung dengan kata-kata Hiro tadi," ucap Mirai.
"Karena itu kau mengejarku kemari?"
"I-iya."
"Mengapa kau begitu peduli padaku?" tanya Eisuke dengan tatapan tajam.
"Karena..." Mirai tidak melanjutkan kalimatnya.
"Karena kau suka padaku?" Eisuke melangkah maju mendekati Mirai, dan gadis itu perlahan mundur.
"Kenapa kau tidak menjawab?" Eisuke menyentuh dagu Mirai, lalu mengangkatnya ke atas.
"Eisuke, aku..."
"Mmmh..."
Eisuke tiba-tiba mencium Mirai. Perlahan, ia mendorong tubuh Mirai ke dinding dan memeluknya. Ciuman kali ini berbeda dari sebelumnya. Eisuke menekan bibir gadis itu dengan kuat dan penuh gairah.
"Mmmhh... Mmhh..." Mirai memeluk Eisuke dan membalas ciuman itu. Ketika mereka berdua sedang menikmati ciuman yang memabukkan, tiba-tiba terdengar suara Aiko memanggilnya.
__ADS_1
Tok..Tok..Tok..! Suara ketukan pintu terdengar.
"Eisuke, Mirai, kalian ada di dalam?"