
"Tidak! Kesalahanku ini tidak dapat dimaafkan begitu saja. Aku sudah membuat orang lain menderita. Aku juga yang telah menyebabkan putraku masuk rumah sakit. Aku pantas dihukum!" ucap Kenji dengan penuh penyesalan.
Melihat hal ini, paman juga tidak dapat berkata apa-apa. Semuanya diserahkan pada Mirai, akan tetapi Yoshi mendadak datang dan menghampiri Kenji.
"Jika paman ingin menebus kesalahan, tolong bersihkan nama baik ayahku. Ayahku adalah supir bus yang baik. Aku mohon kembalikan nama baik ayahku!" ucap Yoshi.
Kenji melebarkan matanya. "Kau? Apakah kau adalah anak dari supir bus itu?"
Yoshi mengangguk. "Benar, ayahku adalah supir bus dalam kecelakaan itu."
Kenji membelalakkan matanya lebar-lebar. Ia tak mengira semuanya bisa kebetulan berada di sini.
"Aku pasti akan mengembalikan nama baik ayahmu yang sudah aku kotori dengan fitnah. Aku janji pada kalian berdua, aku akan bertanggung jawab atas semua kesalahan yang telah aku perbuat. Sekali lagi aku minta maaf pada kalian. "Kenji meletakkan kepalanya di lantai seolah-olah bersujud untuk minta maaf."
"Paman Kenji, mohon bangun lah, jangan seperti ini!" Mirai mendekati Kenji dan menarik tangannya untuk bangun. "Aku dan Yoshi sudah memaafkan paman."
"Mirai, kau sungguh gadis yang baik. Kau memiliki hati yang mulia. Mirai, aku mohon padamu jangan tinggalkan putraku Eisuke. Jika putraku sembuh, menikahlah dengannya. Aku merestui kalian berdua," ucap Kenji tulus.
"Terima kasih paman sudah merestui kami. Aku janji tidak akan meninggalkan Eisuke. Aku percaya Eisuke akan sembuh," ucap Mirai penuh keyakinan.
Kenji bangkit berdiri dan menatap Mirai dengan senyuman. Sesaat kemudian, Kenji beserta pengawalnya undur diri, lalu pergi meninggalkan rumah Mirai.
Mirai, Paman, dan Yoshi menatap kepergian Kenji sampai mobil yang dia tumpangi menghilang dari pandangan.
"Mirai, kau membuat keputusan yang benar. Akhirnya, kau sudah bisa bersikap dewasa. Paman bangga padamu!" ujar Paman tersenyum.
Mirai membalas paman dengan senyuman manis. "Aku hanya ingin damai, Paman. Aku ingin hidup tenang dan tidak ada permusuhan."
Mereka saling memberikan senyuman satu sama lain. Keluarga kecil itu bisa merasakan sedikit kedamaian, seolah-olah beban di masa lalunya telah lenyap.
Sementara itu, Kenji Harada beserta pengawalnya tiba di depan kantor polisi.
"Tuan, apa anda yakin ingin melakukan hal ini?" tanya pengawal.
"Aku sudah sampai di tempat ini. Aku tidak akan mundur lagi," jawab Kenji.
Malam hari itu, Ayano duduk sendirian di meja makan dengan gelisah. Kaito pun masuk ke dalam ruangan dan duduk di depannya.
"Ibu kelihatan lesu hari ini," ucap Kaito.
"Aku hanya tidak nafsu makan," jawab Ayano sambil memainkan garpu di piringnya.
__ADS_1
Kaito mengerutkan alis. "Ibu harus makan. Jangan seperti ini!"
"Bagaimana aku bisa makan? Putraku Eisuke sedang berbaring tak berdaya di rumah sakit." Ayano mulai menangis.
"Aku percaya Eisuke akan sembuh. Aku akan pergi ke rumah sakit setiap hari untuk melihat keadaannya. Ibu jangan khawatir, sekarang ibu harus makan," bujuk Kaito.
"Apa kau yakin Eisuke akan sembuh?" tanya Ayano.
Kaito mengangguk. "Perasaanku mengatakan begitu."
"Baik lah, aku percaya padamu," ucap Ayano.
"By the way, di mana ayah? Apakah dia belum pulang?" tanya Kaito.
"Aku tidak tahu!" jawab Ayano dingin.
"Apakah ibu dan ayah sedang bertengkar? Tidak biasanya ibu menjawab seperti itu," ucap Kaito curiga.
Ayano belum sempat menjawab pertanyaan, tiba-tiba pengawal pribadi Kenji masuk ke dalam ruang makan dengan tergesa-gesa.
"Nyonya, Tuan Kenji saat ini sedang ditahan di kantor polisi," ucap pengawal itu gemetaran.
Ayano terkejut dan seketika itu garpu yang ia pegang terjatuh di piring. "Apa katamu? Di kantor polisi?"
"Antarkan aku pergi ke kantor polisi sekarang juga!" ucap Ayano.
"Tunggu, aku ikut!" sela Kaito.
Setelah beberapa saat perjalanan, akhirnya Ayano dan Kaito tiba di kantor polisi. Pada malam itu, kedatangan mereka disambut oleh polisi yang sedang bertugas di sana.
"Selamat malam, ada yang bisa saya bantu?" sapa seorang polisi.
"Apakah benar Kenji Harada sedang ditahan di sini?" tanya Ayano.
"Iya, benar. Kenji Harada saat ini masih ditahan sementara sampai kasus penyelidikan selesai," jawab polisi.
"Jika penyelidikan selesai, apakah suami saya akan di penjara? Bisakah saya bertemu dengannya?" tanya Ayano khawatir.
"Jika Kenji Harada terbukti bersalah, dia akan di penjara sesuai hukum yang berlaku. Maaf, untuk saat ini siapa pun belum boleh mengunjunginya," ucap polisi menjelaskan.
"Lalu, kapan kami bisa menjenguknya?" tanya Kaito.
__ADS_1
"Anda harus menunggu sampai keputusan resmi dikeluarkan. Sampai saat itu tiba, anda belum diizinkan untuk mengunjunginya," jawab polisi itu.
"Baik lah, terima kasih infonya," ucap Kaito sopan.
Ayano menangis sedih melihat keadaan yang menimpa keluarganya. Kaito pun memeluk ibunya sambil membawanya masuk ke dalam mobil.
***
Dua minggu kemudian, keputusan dari kepolisian telah terbit. Kenji Harada terbukti bersalah dan akan di penjara menurut hukum yang telah ditentukan.
Berita bersalahnya Kenji atas kecelakaan puluhan tahun yang lalu sudah mulai tersebar ke seluruh kota.
Ayano dengan cemas menanggapi hal ini. "Kaito, ayahmu di penjara dan seluruh media sedang membicarakan berita ini. Eisuke juga masih koma, lalu siapa yang akan memimpin perusahaan?"
"Aku akan menggantikan ayah untuk sementara. Jangan khawatir, aku akan mengurus masalah ini," jawab Kaito tenang.
"Aku percayakan masalah ini padamu," ucap Ayano setuju.
Keesokan harinya, ibu dan anak itu tiba di sebuah tempat di mana Kenji Harada di penjara. Mereka mengunjungi Kenji yang tinggal di dalam jeruji besi.
"Suamiku, kenapa kau melakukan hal ini disaat Eisuke masih koma?" tanya Ayano.
"Hari ini atau besok itu sama saja bagiku. Semakin cepat menebus kesalahan itu semakin baik. Aku bersalah atas semua ini, aku pantas dihukum," jawab Kenji yakin dengan keputusannya.
"Aku tidak menyangka ayah sanggup melakukan hal ini," ucap Kaito.
Kenji tersenyum. "Ini sudah menjadi keputusanku. Kaito, selama ayah tidak ada tolong jaga ibumu dengan baik."
Kaito mengangguk. "Ayah, jangan khawatir."
"Aku juga minta maaf, jika selama ini ada perbuatanku yang menyakiti kalian," ucap Kenji minta maaf.
"Suamiku, aku juga minta maaf atas kata-kataku kemarin." balas Ayano minta maaf.
"Masalah kemarin lupakan saja. Hmm, gadis itu adalah orang yang baik. Aku merestuinya menikah dengan Eisuke. Jika Eisuke sembuh nanti, tolong nikahkan mereka," ucap Kenji memberi restu.
Ayano menatap Kenji dengan tersenyum. "Aku mengerti. Aku senang akhirnya kau berubah."
"Maaf, waktu kunjungan sudah berakhir. Mohon silakan keluar," ucap salah satu penjaga.
Kaito berpamitan. "Ayah, kami pulang dulu."
__ADS_1
"Hati-hati di jalan. Jika ada waktu datanglah kemari mengunjungi ayah," ucap Kenji sambil menatap anak dan istrinya pergi.