Trip Of My Heart

Trip Of My Heart
EPISODE 3 --> Saputangan burung merak


__ADS_3

Aiko mengangguk. "Iya, benar. Kau dapat salam dari Hiro."


Disaat Mirai dan Aiko dalam perjalanan menuju kantor, sebuah saputangan burung merak jatuh dari tas Mirai.


Aiko melihatnya dan berteriak. "Mirai, saputanganmu jatuh!"


"Oh, aku menjatuhkannya lagi. Aku sungguh ceroboh." Mirai mengambil saputangan itu dengan hati-hati.


Aiko tersenyum geli. "Dasar, bodoh! Kau dari dulu selalu ceroboh. By the way, aku sering melihatmu membawa saputangan itu."


"Iya, ini adalah saputangan keberuntungan buatku. Jadi, aku selalu membawanya kemanapun aku pergi." Mirai memegang saputangan itu dengan penuh arti.


"Apakah saputangan itu peninggalan orang tuamu?" tanya Aiko.


Mirai menggelengkan kepala. "Bukan. Sebenarnya ini sudah lama sekali. 10 tahun yang lalu saat aku mengalami kecelakaan, Aku sempat dirawat di rumah sakit. Pada waktu itu, aku menangis sendirian dan ada anak laki-laki datang menghampiriku. Dia memberikan saputangan ini kepadaku."


"Siapa anak laki-laki itu? Apakah kalian sering bertemu?" tanya Aiko ingin tahu.


"Aku tidak tahu siapa dia. Kami hanya bertemu satu kali. Sejak memberikan saputangan ini padaku, kami tidak pernah bertemu. Namun aku selalu berharap bisa bertemu dengannya lagi," jawab Mirai.


"Aku ikut sedih mendengarnya. Semoga apa yang kau harapkan bisa menjadi kenyataan. Percayalah suatu saat nanti kau pasti bisa bertemu dengannya lagi." ucap Aiko.


Mirai dengan pelan menggelengkan kepala. "Itu sulit. Aku tidak tahu apapun tentang anak itu. Kejadiannya juga sudah lama. Mungkin anak itu sekarang sudah besar dan aku tidak bisa mengenalinya lagi."


Aiko berpikir sejenak. "Kau tahu nama anak itu? Mungkin dengan nama masih ada harapan untuk mencarinya."


"Aku tidak tahu namanya." jawab Mirai.


Aiko mengerutkan kening. " Bodoh! Apa kau dulu tidak menanyakan namanya?"


"Tidak, aku.. belum sempat bertanya dia sudah pergi." jawab Mirai dengan pipi merah merona.


"Sayang sekali! Eh.. Wajahmu mulai merah. Hayo.. kau suka anak itu ya? atau Kau sudah jatuh cinta padanya?" tanya Aiko meledek.


Mirai tersenyum dan menghindari pertanyaan Aiko.


"Memang benar. Anak laki-laki itu adalah cinta pertamaku," jawab Mirai dalam hatinya.


Ketika Mirai dan Aiko tiba di ruangan profesor, ruangan itu terlihat kosong dan senyap. Hanya ada seorang cowok yang tengah duduk di sana. Cowok itu berwajah tampan dan memiliki rambut hitam lurus yang tebal. Sesekali cowok itu menyibak rambutnya ke belakang.


Menyadari kehadiran mereka berdua, cowok itu pun bangkit berdiri dari kursinya.


"Hello, ada yang bisa aku bantu?" tanya cowok itu sopan.

__ADS_1


"Aku ingin bertemu dengan Profesor," jawab Aiko.


Cowok itu memberi senyuman. "Oh, Profesor sedang keluar. Kalau boleh tahu ada keperluan apa ya? Nanti aku akan sampaikan ke Profesor."


Mirai dan Aiko saling menatap satu sama lain. Dan cowok itu melihat mereka berdua dengan tatapan bingung.


Cowok itu tiba-tiba membuka suara. "Perkenalkan, namaku Kaito. Aku adalah mahasiswa senior sekaligus Asisten Profesor. Ini kartu namaku."


Cowok itu menyodorkan sebuah kartu nama. Mirai dan Aiko saling bertukar tatapan setelah membaca kartu nama itu.


"Kaito Harada? Nama ini sekilas mirip dengan nama belakang Eisuke," ucap Mirai dalam hatinya.


Mengobati rasa penasarannya, Mirai pun angkat bicara. "Nama ini sangat mirip dengan teman kami."


"Oh, sepertinya aku tahu siapa yang kalian maksud. Eisuke Harada, benar?" ucap Kaito penuh keyakinan.


"Apakah kak Kaito mengenal Eisuke?" tanya Aiko.


Kaito tertawa terbahak. "Haha! Maaf, ekspresi kalian sangat lucu. Aku tidak bisa menahan tawaku. Tentu saja aku mengenalnya, karena Eisuke adalah adikku."


"Oh, pantas saja ada sesuatu yang mirip diantara kalian. Ternyata masih satu keluarga." Aiko tertawa kecil.


Setelah melakukan beberapa percakapan, akhirnya Aiko memberitahu keperluannya kepada Kaito.


"Terima kasih, kak Kaito. Kami permisi." Aiko dan Mirai kembali ke kelasnya.


Sementara itu, Eisuke tengah membaca buku di perpustakaan. Tiba-tiba, seorang cewek cantik masuk dan mendekatinya.


"Kau masih saja tidak berubah," ucap Cewek itu sambil menyilangkan kedua tangan di dada.


Eisuke menoleh. "Megumi."


"Kau selalu menghindariku. Apakah hubungan kita tidak bisa kembali seperti dulu? Aku ingin kita pacaran lagi dan mesra seperti dulu." ucap Megumi.


Hubungan kita sudah lama berakhir!" Eisuke memasukkan bukunya di rak, lalu ia berjalan keluar perpustakaan.


Megumi melirik Eisuke dan berucap pelan. "Aku tidak akan menyerah. Aku pasti mendapatkanmu kembali, Eisuke!"


Di dalam kelas, semua mahasiswa sedang melakukan percakapan dengan santai.


"Jadi, selama satu minggu kedepan kau tidak masuk kuliah?" tanya Hiro pada Aiko.


"Iya, begitu lah." jawab Aiko.

__ADS_1


"Aku pasti kesepian jika kau tidak ada," ucap Mirai lesu.


"Hei, masih ada Hiro yang akan menemanimu. Iya kan, Hiro? Berjanjilah padaku kalau kau akan menjaga Mirai selama aku tidak ada," ucap Aiko


"Iya, iya, jangan khawatir! Aku pasti akan menjaganya dengan baik." Hiro menatap Mirai sambil mengedipkan mata, dan gadis itu pun berusaha menghindarinya.


Mirai mengalihkan pandangannya ke arah tempat duduk Eisuke. Namun, kursinya kosong dan cowok tampan itu tidak ada di tempatnya.


"Kemana dia pergi?" tanya Mirai dalam hatinya.


Sejak kejadian di depan perpustakaan itu, Mirai dan Eisuke tidak pernah bicara lagi.


Beberapa jam telah berlalu, Setelah selesai kuliah Mirai berjalan pulang melewati halaman kampus yang luas. Tiba-tiba, ia mendengar suara klakson mobil, dan suara orang memanggilnya dari belakang.


"Mirai!"


Sebuah mobil sport berwarna merah berhenti di sampingnya. Kaca mobil itu terbuka dan Hiro muncul dari dalam mobil.


"Kau pulang sendirian? Bolehkah aku mengantarmu?" tanya Hiro.


"Tidak usah repot-repot. Aku sudah terbiasa pulang sendiri," jawab Mirai menolak.


"Hai, aku merasa tidak keberatan. Ayo masuk ke mobilku!" ucap Hiro sedikit memaksa.


"Tidak, Hiro. Aku merasa tidak nyaman jika menumpang orang lain. Aku mau pulang sendiri saja. Sampai jumpa besok, bye." Mirai tersenyum dan melambaikan tangannya. Gadis itu mengakhiri percakapan, lalu berjalan pergi.


Hiro meletakkan siku tangannya di pintu mobilnya. Ia menatap gadis itu sambil tersenyum.


"Mirai adalah cewek yang menarik. Aku menyukainya," ucap Hiro dalam hatinya.


***


Malam hari, seluruh keluarga Harada tengah makan malam bersama. Namun, ada sebuah kursi kosong di sana.


"Kemana lagi anak itu? Dia tidak pernah mau diatur!" ucap Kenji Harada.


"Suamiku, Eisuke mungkin sedang sibuk di kampusnya sehingga dia pulang terlambat." Ayano mencoba menenangkan suaminya.


"Aku tidak percaya! Anak itu sudah berulang kali seperti ini," ucap Kenji.


Ayano menatap Kaito dan memberi isyarat padanya. Paham dengan maksud ibunya, akhirnya Kaito ikut membuka suara.


"Itu benar, akhir-akhir ini banyak tugas untuk mahasiswa baru di kampus. Oleh karena itu, Eisuke sering pulang terlambat," ucap Kaito.

__ADS_1


"Cukup! Kalian berdua jangan membelanya lagi. Aku sudah tahu kalau Eisuke memang tidak bisa diatur," bentak Kenji tegas.


__ADS_2