Trip Of My Heart

Trip Of My Heart
EPISODE 42 --> Wisuda


__ADS_3

Di sisi lain, Eisuke fokus belajar online di rumah. Ia berusaha melupakan dan mengabaikan perasaannya pada Mirai.


***


Kini, undangan pernikahan telah selesai dicetak. Hiro membagikan undangan itu kepada teman-temannya.


Malam ini, Hiro ketemuan dengan Kaito di sebuah cafe. Mereka makan bersama dan mengobrol. Hiro menyodorkan 2 undangan kepada Kaito.


"Terima kasih undangannya," ucap Kaito.


Hiro tersenyum tipis. "Datanglah bersama adikmu."


Kaito tertawa kecil. "Aku tidak janji dia bisa datang, tetapi niat baikmu akan aku sampaikan padanya."


"Oke," ucap Hiro sambil meneguk minumannya.


Setelah cukup lama mengobrol, mereka akhirnya keluar dari cafe. Mereka berdua tiba di parkiran mobil dan bersiap untuk pergi. Namun, Hiro tak sengaja melihat sesuatu di saku baju Kaito.


"Tunggu! Apa yang ada di saku bajumu itu? Sepertinya aku pernah melihatnya, tapi dimana ya," ucap Hiro sambil mengingat-ingat.


Kaito menoleh ke arah saku bajunya. "Oh, ini adalah saputangan warisan kakekku."


Kaito menarik keluar saputangan itu, lalu menunjukkannya pada Hiro. Sontak cowok rambut merah itu terkejut melihatnya.


"Aku ingat sekarang. Saputangan itu mirip dengan saputangan Mirai," batin Mirai ingat.


"Mirai juga mempunyai saputangan yang mirip denganmu. Apa ini hanya kebetulan? atau ini memang ada hubungannya denganmu? Tolong katakan yang sejujurnya padaku!" ucap Hiro.


Kaito terdiam oleh kata-kata Hiro. Ia menundukkan kepala dan berpikir sesuatu. Ia ragu untuk memberitahu Hiro yang sebenarnya. Namun, Hiro terus saja menekan dan memaksanya.


Hiri tiba-tiba menarik kerah baju Kaito dan mencengkeramnya kuat. "Jangan diam saja! Cepat jawab aku! Aku tahu semua ini tidak mungkin kebetulan. Mirai pernah mengatakan padaku kalau di masa kecilnya ada anak laki-laki yang memberikan saputangan padanya. Apakah anak laki-laki itu adalah dirimu? Jawab aku, Kaito!" desak Hiro memaksa.


Kaito menarik nafas dan mengatakan sesuatu. "Baiklah. Aku akan memberitahumu yang sebenarnya. Semua yang kau ucapkan itu adalah benar. Ada anak laki-laki yang memberikan saputangan itu kepada Mirai, tetapi anak laki-laki itu bukanlah aku, melainkan Eisuke."

__ADS_1


"Itu tidak mungkin. Hanya kau yang memiliki saputangan yang sama dengannya," ucap Hiro tak percaya.


"Kakekku memberikan kami 2 saputangan yang sama, tetapi Eisuke memberikan saputangan miliknya pada Mirai waktu kecil." Kaito menceritakan yang sebenarnya.


Hiro mengerutkan kening dan melepaskan cengkeramannya dari kerah Kaito. Cowok rambut merah itu mulai berpikir serius.


"Apa Mirai sudah tahu tentang ini? Apakah Mirai sudah tahu kalau orang yang memberikan saputangan itu adalah Eisuke?" Hiro mulai cemas.


Kaito menggelengkan kepala. "Tidak. Mirai masih belum tahu."


"Mirai tidak boleh tahu tentang hal ini. Jika dia tahu kalau anak laki-laki itu adalah Eisuke, dia pasti akan meninggalkanku," batin Hiro cemas.


"Kaito, jangan beritahu Mirai tentang hal ini. Jangan beritahu dia kalau anak laki-laki itu adalah Eisuke. Aku mohon padamu!" ucap Hiro.


"Hmm, kau adalah temanku, sedangkan Eisuke adalah adikku. Aku akan bersikap adil. Aku tidak akan memberitahu Mirai kecuali dia sendiri yang bertanya padaku," jawab Kaito bijak.


***


Pagi ini, Mirai dan Aiko sedang belajar di perpustakaan. Mirai terlihat murung, ia merenung dan mengingat kembali kenangannya bersama Eisuke di perpustakaan.


"Mirai." panggil Aiko.


"Aiko!" Mirai terbangun dari lamunannya.


"Aku lihat akhir-akhir ini kau lebih banyak melamun. Kau tidak fokus belajar, ada apa?" tanya Aiko.


"Sebentar lagi aku akan menikah dengan Hiro," ucap Mirai pelan.


"Aku tahu itu. Hiro sudah memberiku undangan pernikahan kalian padaku. Lalu, apa masalahnya?" tanya Aiko ingin tahu.


"Aku merasa sedikit tidak yakin. Apakah aku benar-benar ingin menikah dengannya atau tidak," jawab Mirai lesu.


"Mirai, kau harus yakin. Kau sudah mengenal Hiro cukup lama. Dia cowok yang baik dan dia sangat mencintaimu. Hiro rela berkorban apa saja demi dirimu. Kalian berdua juga sudah bertunangan. Apakah itu masih belum cukup untuk membuatmu yakin?" Aiko berusaha meyakinkan Mirai.

__ADS_1


Mirai terdiam sejenak, lalu bicara pelan. "Kau benar. Tidak ada alasan bagiku untuk merasa tidak yakin dengannya."


"Nah, begitu dong." Aiko tersenyum.


Mirai membalas Aiko dengan senyuman. Mereka melanjutkan belajar bersama di perpustakaan hingga malam. Kelulusan kurang beberapa bulan lagi. Semuanya belajar dengan giat untuk menyambut ujian akhir mereka.


***


Beberapa bulan telah berlalu, dan hari yang dinantikan telah tiba. Hari ini acara kelulusan akan digelar di gedung aula kampus. Semua wisudawan sudah berkumpul di sana.


Para wisudawan itu berbaris mengikuti acara pelantikan. Mata Mirai terus berputar melihat sekitar ruangan gedung itu. Ia mencoba mencari Eisuke yang sudah lama tidak ia lihat. Di sana terlalu banyak orang sehingga membuatnya kesulitan untuk menemukan Eisuke. Tak lama kemudian, Profesor berdiri di atas podium dan mengumumkan sesuatu.


"Pada periode kali ini, wisudawan terbaik diraih oleh Eisuke Harada. Selamat kepada Eisuke Harada. Silakan naik ke atas podium."


Seketika itu, Eisuke keluar dari barisan lalu ia naik ke atas podium.


Eisuke berdiri di atas podium dan memberikan pidato singkat. "Pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada dosen dan profesor yang selama ini telah membimbing saya dengan baik. Terima kasih sudah menobatkan saya sebagai wisudawan terbaik di kampus ini. Selanjutnya untaian kata terima kasih juga saya sampaikan kepada keluarga besar, kakak, dan sahabat-sahabat saya yang telah mendukung saya selama ini. Selamat wisuda kepada teman-teman semuanya. Semoga kebahagiaan selalu mendampingi kita. Terima kasih."


Semua orang menyambutnya dengan tepuk tangan yang meriah. Eisuke membungkukkan badan dan memberi salam hormat kepada semuanya. Setelah itu, ia kembali ke dalam barisannya.


Beberapa jam kemudian, acara pelantikan berakhir. Semua wisudawan saling berjabat tangan satu sama lain. Mereka saling tersenyum dan tertawa bersama. Saat Mirai berjabat tangan dengan teman-temannya, sekilas ia melihat Eisuke sedang dikerumuni cewek-cewek. Suara cewek-cewek itu terdengar sampai ke telinganya.


"Eisuke, selamat ya," ucap Seorang cewek.


"Wah, aku kagum sekali padamu. Selain tampan, kau juga pintar dan berbakat. Betapa beruntungnya cewek yang menjadi kekasihmu," ucap Cewek yang lain.


Eisuke tersenyum pada kedua cewek itu. "Terima kasih pujiannya, selamat wisuda."


"*E*isuke telah berubah. Ia menjadi lebih ramah kepada orang lain," ucap Mirai dalam hatinya.


Berapa menit kemudian, seorang cewek cantik datang menghampiri Eisuke dengan membawa sebuah kado di tangannya.


"Kak Eisuke, selamat wisuda ya. Namaku Hanami, aku adalah mahasiswa junior di kampus ini. Selama ini aku sangat mengidolakanmu. Ini hadiah kecil dariku, mohon terimalah," ucap cewek itu.

__ADS_1


Eisuke mengulurkan tangan dan tersenyum menerima hadiah dari cewek itu. "Terima kasih, Hanami."


__ADS_2