
Desember 2008. Terbangun dari tidur, Tresha tiba tiba muntah muntah, terlihat kulit putihnya pucat pasi, disertai suara sendawa yang terus menerus.
" mungkin kamu hamil sayang"
" semoga saja ya a, kalo ia beneran hamil ayah pasti sangat senang!!
Aku dan Tresha segera pergi kebidan terdekat, untuk memastikan benar apa tidaknya dia mengandung. lalu bu bidan mengajak tresha ke ruang ibu dan anak untuk diperiksa, terlihat Tresha berat badannya ditimbang, lalu tekanan darahnya ditensi. Lalu bu bidan bercakap cakap seputar keluhan selama satu bulan ini. Bidan tersebut menyuruh Tresha kencing, sambil membawa seperti gelas berukuran kecil, bu bidan menyuruh tresha memasukan air kencing ke gelas tersebut. Lalu.
" Selamat yaa buat neng dan aa nya "
" neng nya positif hamil, usia kandungannya baru 1 bulan"
Alhamdulillaah yaa Allaah, akhirnya yang ditunggu dan diharapkan selama ini terijabah. Lalu kutelpon ayah dan ibuku dengan kabar gembira ini.
" Assalamualaikum.. Hallo ayah
" waalaikum Salam.. Ia ada apa a pagi pagi gini nelpon?? "
" aku maun ngasih kabar gembira yaah"
" Tresha hamil yaah, ayah akan segera menjadi kakek yaah"
Terdengar dari telpon suara ayah memanggil ibu, menyampaikan kabar gembira tersebut " bu, bu, bu ayah mau menjadi kakek, dan ibu menjadi nenek" semoga nanti cucuku perempuan yaa bu.
Sepulangnya dari bidan, aku pulang kerumah mertuaku untuk berbagi kebahagiaan.
" Assalamualaikum mah"
" waalaikum Salam.. Ehh aa, neng nya kemana a?? Ayo masuk masuk.
" Tresha kewarung membeli makanan mah.
" mah aku maun ngasih kabar gembira nich mah,"
" kabar gembira apa a??"
" sebentar lagi mamah akan menjadi nenek mah.
Alhamdulillah.. Terlihat dari raut muka ibu mertuaku, dia sangat senang. Tresha pun datang
Selamat ya nak" dengan mencium dan memeluk Tresha ibu mertuaku mengucapkan selamat, sambil memegang perut Tresha.
" sugan w neng mah teu nyiram nu macem macem kawas batur ( semoga neng gak ngidam yang aneh seperti orang lain".
" aa daek teu nyiramna dipindahkeun k aa, karunya k sineng mamah mah ( aa mau gak ngidamnya dipindahin ke aa, kasian sineng"
" sok lah mah, ditampi ( ia gak apa apa mah, saya terima),
Ketika aku berucap sok lah mah ditampi, mertuaku menepuk lututku dan bertkata
" kop a, cing jadi pindah ka aa nyiramna "
__ADS_1
Seketika itu kami bertiga tertawa bersama, karena melihat tingkah ibu mertua seperti memerankan tokoh dukun.
******
Seminggu kemudian terasa hal aneh dalam diriku, ditengah malam yang sunyi aku terbangun.
" sayang sayang bangun
" ada apa a" dengan masih terkantuk Tresha menjawab
" kenapa ayah malam malam gini aku mau mangga muda sayang"
" ahh kamu ada ada aja, kalaupun ia ngidam harusnya kau yang begitu a"
Sejenak aku berpikir ia juga ya. namun setelah ingat kejadian waktu sedang dirumah mertua.
" sayang kamu inget gak tadi waktu sore, waktu ibumu bilang, ngidamnya pindahin ke aku" mungkin gak yah ada hubungannya dengan itu.
"udah a ahh, aku ngantuk banget nich
Treshapun melanjutkan tidurnya, sedangkan aku susah untuk tidur kembali. Bukanya susah tidur, aku membayangkan betapa enaknya makan mangga muda dicocolin ke garam, membayangkan itu air liurkupun menetes.
Jam 02.00 wib rasa itu makin menjadi, aku teringat tetangga dekat rumah ayahku ada pohon mangga yang sedang berbuah. Lalu
" hallo akbar....
" ia ada apa a malam malam gini nelpon??
" Malam malam begini a?? Lagi pula dimana a
" ada bar, itu didepan rumah tetangg kemari aa lihat sedang berbuah, akbar ambik aja sekarang 2 biji aja, nanti saingna kamu bilang.
" gak mau a ahh, nanti ketahuan orang, aku disangka maling"
" ada uang 50.000 nich bar
" ia sekarang akbar beraksi a, tunggu yaa
Alhamdulillaah berhasil, satu misi terselesaikan,, tak lama akbarpun tiba dengan nafas ngos ngosan.
"ini a, mana uangnya" wkwkwkwkwk
Akbarpun pergi setelah aku kasih uang.. Lalu akupun pergi kedapur membawa pisau dan garam dipisin. Lalu kucuci terlebih dahulu mangga muda nya.
Setibanya dikamar, aku memotong mangga tersebut tanpa mengupasnya. Ku potong lalu kucoelkan kegaram,, yaa Allaah nikmatnya. Alhamdulillah alaa kulli hal. Tak lupa kupotong sedikit, lalu kubuka mulut Tresha, lal kumasukan kedalam mulut Tresha.
" aa aaaaaa aaaaaaaaa
" asam tauuuuuu
" itu kamu dapat mangga muda dari mana a??"
__ADS_1
" dari Allaah sayang, tinggal bilang,, nanti Allaah akan memberikan dengan jalan yang tidak disang sangka"
" hmmmm aya aya wae aa mah
Treshapun melanjutkan tidurnya, sedangkan aku pergi berwudhu untuk menunaikan sholat tahajud.
********
Pagipun tiba.. Aku berjalan kerumah orang tuaku, yang kebetulan deket dengan rumah bibi yang aku tinggali, jaraknya kira kira 300-400 meteran. Lalu aku bertamu kerumah tetanggaku, aku ceritakan maksud dan tujuanku kesana.
" mang ade punteun nya, wengi teh bojo abi nyiram hoyong buah, abi teh bingung kdah kumaha!! Teras abi ****, dibumi mang ade aya tangkal buah nuju ayaan.
" wengi teh abi miwarang rayi abi akbar ngala buah nu mang ada dua siki, hapunten abi teu wawartos, da kumaha atuh jeng wengi, piraku kdah ngagugahkeun mang ade. Tah ayeuna w abi wawartosna, tapi buahna mah ntos seep ( intinya aku minta maaf dan berterima kasih atas buah mangga semalam)
*******
Hari hari tak terasa berjalan begitu cepat, hari ini jadwal Tresha memerikasaka kandungannya. Aku dan Tresha bergegas kebidan.
" Assalamualaikum
" waalaikum Salam.. Eeh aa nenh, ayo silahkan masuk
" gimana sekarang keadaanya neng, apa ada keluhan selama bulan kemarin neng??
" Alhamdulillah baik bu, aku merakan seperti biasa aja, malah seperti gak lagi hamil bu, kalo hal yang aneh ada!!.
" bu kenapa ya aku gak ngerasain ngidam, malah suami saya yang aneh, dia jadi banyak maunya, yang aneh aneh lagi.
Tresha sedang menjelaskan apa yang dialami selama sebulan ini. Memang aku juga merasa aneh, benar yang dikatakan tresha. Malah aku yang banyak maunya, mau ini mau itu, mau kesana mau kesitu.
Seperti bulan pertama, tak ada yang beda dengan pemeriksaan kali inipun. Bu bidan menyarakan agar tresha banyak mengonsumsi buah dan sayuran.
Lalu kami bergegas pergi pulang kerumah. Tresha melanjutkan membereskan rumah, sedangkan aku pergi kepasar.
Setibanya dipasar, aku langsung menuju ke lokasi buah buahan. Aku membeli buah semangka, pisang, pepaya serta buah naga,, dilanjutkna kelokasi sayuran, disana aku membeli bawang bawangan, kacang, asin sepat, cabai, serta bumbu bumbu yang lainnya.
Terlihat dari kejauhan, kakeknya Rika berjalan menuju ke arahku. Aku rasa dia sudah lupa denganku, namun.
" hey kau cucu haji ghofur!! Sudah lama kita tidak berjumpa, bagaimana keadaanmu dan keadaan isterimu??
Ternyata aku salah, dia masih mengingatku
" alhamdulillaah aku baik p. Haji, isteriku juga baik. "
" ohh ia pahaji, bagaimana kabar Rika??
Ditanya tentang keadaan Rika, dia terdiam sejenak, sekali kali, melirik kanan dan kiri area pasar. Terlihat raut wajahnya berkaca kaca, lidahnya seperti kelu dan berat untuk menjelaskan.
Lalu kutanya sekali lagi
" gimana kabar rika p. Haji??
__ADS_1
Lalu dia menjawab