
Seminggu kemudian.
" sayang hari ini jadwal aku memeriksa kandungan, kamu mau antar aku gak??"
" ohh gitu ya!! Kamu pergi sama Ghiffar aja ya??"
" mataku masih perih jika terkena sinar matahari!"
Sudah seminggu aku dirumah ibu, selama itu juga ibu terlihat seperti orang linglung. Aku harus segera mencari tau apa penyebabnya.
" sayang.. Aku berangkat dulu yaa "
Tresha sudah pergi, aku berjalan menuju kamar ibu.
" Assalamualaikum bu.. Ibu lagi sibuk ga??"
" ada hal penting yang harus di bicarakan!"
"waalaikum Salam. Ehh enggak a"
" ia gimana gimana a??"
" aku udah seminggu disini bu, ibu terlihat menyembunyikan sesuatu!! Apa ibu ada masala?? Coba bilang ke aa bu"
" alhamdulillah kata dokter aku udah 95% sembuh, jadi ibu tak perlu khawatir lagi."
" baik a, kalau ini kemauan aa, aa juga terlihat sudah siap dengan kenyataan yang akan aa hadapi sekarang."
" a kamu itu hilang ingatan kurang lebih 3 bulan, selama itu aa di rawat di rumah Lingga."
" aa hanya ingat Lingga saja ketika selesai oprasi, aa menganggap Lingga itu Tresha"
" Yang mengurus keperluan aa selama sakit Lingga a, sampai sampai aa dan Lingga melakukan hubungan suami istri."
" astaghfirullaah ... Apa bu?? Aku dan Lingga!!"
" ia a, dan sekarang Lingga sedang hamil, dan usia kandungannya jalan 2 bulan"
" yaa Allaah .. Lingga hamil?? Ibu jangan becanda bu,"
" terus orang tua Lingga tau?? Tresha??"
" kenyataannya seperti itu a "
" ibubya Lingga udah tau, dan waktu itu, ibu dan ibunya Lingga sepakat kalo kejadian seperti sekarang ini terjadi ibu akan menikahkan kalian"
" aku nikah sama Lingga?? Terus Tresha dan bayi yang dikandungnya ??"
" waktu itunKita semua sepakat untuk sembuhan aa, bahkan Tresha sendiri memberi izin aa di urus Lingga, dan kita tidak bisa menghindari ini semua.
" sekarang keputusan ada di tangan aa"
" ibu juga bingung, kalau tau akan seperti ini, ibu mau memutar waktu kembali.
__ADS_1
Aku pergi meninggalkan ibu, aku berjalan ke kamarku seperti orang linglung. Aku tak percaya dengan apa yang baru ibu katakan.
"Sekarang aku harus bagaimana?? "
"Apa aku harus menceraikan Tresha dan menikahi Lingga?? "
"Apa aku terus bersama Tresha dan membiarkan Lingga?? "Apa aku tidak memelih dari mereka?"
" terus bayi yang ada di kandungan Tresha dan Lingga??
" apa aku harus poligami??
" ya Allaaamh kenapa jadi serumet ini?"
Tok tok tok Assalamualaikum
Terdengar Tresha sudah pulang, dia menjelaskan hasil pemeriksaan kandungannya. Dia terlihat senang dan bahagia, tidak seperti aku yang lagi bingung dan bimbang.
Aku harus bagaimana menghadapi semua ini?? Aku berpikir mau sekarang atau nanti sama saja, mau pahit atau manis itu relatif. Yang terpenting sekarang solusinya harus ada. Dan aku siap dengan hasil pahit apapun.
" sayang aku mau bicara sama kamu "
" baik a,, sepertinya penting banget dari raut mukanya a "
" Banget sayang" tapi kita bicaranya harus ada Lingga dan ibunya "
" ko gitu a,, emang ada apa??
Akhirnya. Aku, ibu, Tresha dan Lingga sert Ibunya bertemu untuk membahas apa yang telah terjadi. Lingga dan Tresha duduk berdekatan, ini membuatku semakin gugup.
Ibu akhirnya memulai percakapan.
" Tresha mungkin disini yang belum tau fakta sebenarnya adalah kamu"
" ibu sudah bicara suamimu, cepet atau lambat tetap saja kamu akan mengetahuinya"
" maksudnya apa bu??"
" kamu sendiri tau yang terjadi semenjak suamimu kecelakaan, bahkan kamu juga mengizinkan Lingga menjadi pengganti kamu sementara"
" ibu maaf, bisa langsung ke inti permasalahannya??
" ingsya Allaah aku sudah siap mendengar hal pahit sekalipun "
" baik.."" Lingga sekarang sedang mengandung anak suamimu "
" apaaaaaaaaaaa?? Lingga Hamil
Tresha syok dan menangis mendengar berita ini, di seperti tersambar petir di siang bolong.
" Sekarang percuma kita fokus kepada masalah, lebih baik kita cari solusi "
" ibu mau tanya, sekarang kamu mau gimana Tresha??
__ADS_1
" aku bingung bu, aku tak bisa menjawabnya sekarang!! Aku butuh waktu untuk memikirkan semua ini, ini bukan masalah kecil loh bu."
" kamu gimana a?? "
" sama aku juga bingung sebenarnya bu. Tapi aku aku mengambil keputusan, ini terserah Tresha dan Lingga. Aku mau poligami saja bu."
" aku mengambil keputusan ini bukan tanpa alasan, Tresha mengandung anaku yang kedua sedangkan Lingga mengandung anaku juga. Aku tak bisa memilih satu diantara dua, kecuali keduanya tak mau aku pilih."
" dengan Lingga gimana??"
" sedari awal ibu juga tau, bahkan Tresha juga sudah tau bu, aku bahkan pernah bertengkar dengan Tresha, ibu dan aa bisa tanya ke Tresha.
" aku siap di poligami bu, aku sejak awal sudah terlanjur mencintai aa, mau keadaan bagaimanapun aku tetap memilih bersama aa."
"Sekarang semuanya jelas, tinggal menunggu jawaban Tresha."
"Ia udah bu, kalau aa sudah memutuskan begitu. Aku mengikuti kemauan aa!! Aku rela di madu untuk anak yang berada di kandunganku.
" alhamdulillah, berarti sekarang masalahnya tinggal satu!! Kita harus segera menikahkan aa dan Lingga.
" Untuk masalah ini, biar ibu dan mamanya Lingga yang urus."
" ibu harap kalian bisa segera beradaptasi dengan keputusan yang kalian ambil."
" ibu juga tau, ini semua pasti berat..ini bukan kemauan kita, melainkan jalan yang memilih kita untuk begini.
" Tresha.... Lingga.... Maafin aku" semua ini salahku!!
" sekali lagi maafkan aku "
Terlihat Tresha sangat terpukul dengan kenyataan ini, dia sudah berubah mencintaiku seutuhnya, di sisi lain dia terluka. Begitupun Lingga, dia terlihat merasa bersalah atas kejadian ini, dia mencintaiku di waktu dan tempat yang salah.
Ibu dan mamahnya Lingga terlihat mereka seperti serba salah, nasi sudah menjadi bubur, akibat kecelakaan dan amnesia yang aku alami, semua jadi kacau balau.
Sedangkan aku dihadapkan pada dilema besar, aku termakan oleh prinsipku sendiri ( aku tidak akan mengakhiri apa yang aku mulai ).
*********
Setibanya di rumah, aku memandang langit langit rumah! Aku tak menyangka rumah tanggaku jadi seperti ini, aku yang hanya mencintai Tresha seorang, tak ada ada angin tak ada hujan, aku menduakannya.
Tresha yang selalu menyakiti dan mengecewakanku selama ini, sekarang dia yang tersakiti. Dia dihadapkan diantara dilema besar, anak yang dikandungku atau bercerai.
" a kamu lagi apa?? Daritadi aa belum terlihat makan, kita makan yu?? "
" sayang maafin aku yaa?? Sumpah ini bukan kemauanku, kamu juga tau kan, betapa aku mencintaimu??"
" udah yaa a jangan bahas lagi! Aku juga ngerti dengan keadaan ini "
" besok aku, ibu dan mamanya Lingga mau bicara in tentang pernikahan aa dan Lingga"
" tapi sayang"
" udah a, tenang saja!! Lebih baik aa jaga kesehatan aa, aku juga gak mau jabang bayi yang ada dalam kandungan ikut Stress "
__ADS_1