
Aku, ibu, Tresha, Ghiffar dan Lingga tiba di Bandara, aku seolah asing dengan keramaian,
pesawat terbang, suara orang banyak membuatku takut. Aku menggandeng Lingga dengan sangat erat, Tresha terlihat tidak nyaman dengan pemandangan ini.
" Lingga bisa antar aku ke toilet??
" baik.. "
" Mah, Sha... aku antar Achsand dulu ke toile!!
" silahkan nak, maaf merepotkan
Terlihat Tresha terbakar api cemburu, ketika aku dan Lingga pergi ke toilet bersama, sedangkan ibu terlihat sangat senang, terpancar raut bahagia dari wajahnya.
Terdengar suara pengumuman, pesawat yang akan aku naiki akan berangkat 15 menit lagi. Didalam toilet aku bercermin dan termenung, " aku ini siapa?? Dari mana?? Mau kemana"
" sand, udah belum? Kita harus cepet cepet"
" baik sebentar..
Aku dan Lingga segera menghampiri ibu, Tresha dan Ghiffar yang berada di Lobby Bandara.
" ayo a kita naik sekarang "
Kamipun berjalan ke arah pesawat. Tercium wangi parfum dari para Pramugari cantik, kanan dan kiri sudah dipenuhi para penumpang. Ibu, Tresha dan Ghiffar duduk berdampingan didepan kursiku, sedangkan aku duduk bersama Lingga.
" awwwww kepalaku sakit Lingga "
" yaa Allaah. Kamu tenang Sand, tarik nafas dalam dalam, keluarkan dengan menyebut nama Allaah, kamu lakukan berulang hubgga kamu tenang dan sakitnya hilang"
ibu, Tresha dan Ghiffar terlihat khawatir.. Namun mereka tidak bisa berbuat apa apa.
Tiba tiba memeory ingatanku aktif, aku teringat pertama kali bertemu dengan Lingga.
" Linggaaaa. Aku merasa tak asing dengan keadaan ini, aku ingat sesuatu, ini semua Djavu Lingga.
" alhamdulillaah.. Kamu ingat apa sand? Kamu tenang, jangan terlalu dipaksakan!! "
" ia aku ingat. Waktu itu aku bertemu denganmu seperti sekarang ini!! Kamu memintaku menyimpan barang di atas loker atas bis, ia kamu wanita cantik tomboy itu kan??
" kita makan makan bakso bareng di rest area"
" terus kamu tertidur di bahuku dan menggenggam tanganku kalau gak salah"
" subhanallaah.. Kamu ingat semua itu sand, alhamdulillaah.
" tapi mesalah tidur dibahu dan memegang tanganmu, kamu lupa kali, masa beru kenal begitu sand. "
Ibu senang dengan proses ingatanku, namun berbeda dengan Tresha. Dia terlihat khawatir, sorot matanya tak berhenti dari memandangiku.
Pesawatpun akan segera terbang, para pramugari membantu kami memasang seatbelt, dan memberi arahan untuk keamanan dalam penerbangan. Pesawatpun lepas landas. Perasaanku aneh, karena ini merupakan pertama kalinya aku menaiki pesawat.
__ADS_1
Terlihat gumpalan awan dari kaca jendela seperti kapas, rumah dan gedung terlihat seperti kapas, gunung yang menjulang tinggi kini berada dibawahku.
" lingga aku mengingat lagi sesuatu"
" Alhamdulillaah... Kamu ingat apalagi sand??
" aku ingat, waktu di rest area yang kedua, waktu itu kamu curhat tentang keadaanmu yang gagal nikah tiga kali karena calon metuamu tak menerima ke tomboyanmu"
" ia bener sanda hihihi,,, lucu banget yaa!
" terus apalagi sand
" waktu itu kita main bertiga, berselfie ria dipatung Suro Dan Boyo,, tapi siapa lelaki yang bersama kita itu, aku belum mengingatnya??
" pelan pelan aja sand, jangan terlalu dipkasakan" itu demi kesehatan ingatanmu. "
" aku ingat lagi Lingga "
" masya allaah.. Sekarang ingat apa??? "
" waktu di patung pahlawan aku ribut dengan lelaki itu, dia bilang aku harus menjaga perasaan Tresha, tidak ada korban seperti Rika "
" Tresha dan Rika itu siapa??
Mendengar itu ibu dan Tresha terkejut. Tiba tiba
"kenapa kamu mau ribut dengan lelaki itu sand"
" dia melarangku untuk mengungkapkan isi hatiku kepadamu Lingga!!" ia aku ingat, waktu di tugu pahlawan itu, aku mau mengungkakan cinta padamu Lingga, tapi lelaki itu melarang dan menghalangiku.
" kamu iti siapa?? Bisa bisannya bicara seperti itu??
" aa,, aku ini isterimu a, aa gak bisa seperti itu a"
" udah udah Tresha, malu tau,, ini di dalam pesawat"
" kamu tau sendiri kan keadaan suamimu sekarang?"
" dia itu tak noleh ada tekanan, apalagi tertekan!! Kamu harus ingat oesan dokter"
" kamu mau amnesia suamimu jadi permanen??"
" kamu tenang, ini semua proses.. Mau tidak mau, suka tidak suka" terpaksa harus kamu terima. "
" sudah jangan bikin ribut lagi "
Terlihat Lingga memberi isyarat supaya Tresha tenang. Treshapun dengan terpaksa dan kesal harus mengalah diiringi sorakan dari penumpang lain karena membuat kegaduhan. Tak lama setelah itu akupun tertidur.
Baru beberapa jam terdengar suara, pesawat akan segera mendarat.
" apa?? sebentar banget yaa lingga"
__ADS_1
" ia kita kan naik pesawat!! Hanya butuh waktu kurang lebih dua jam sans, kalo naik bis bisa memakan waktu 15 samapai 18 jam.
" harga ticketnya oun berbeda sand hihihihi "
Kamipun turun dari pesawat. Terlihat muka Tresha seperti Siluman Ratu Ular serial film yang sedang menahan emosi melihat kebersamaanku dengan Lingga, akupun aneh dengan kelakuanya. Akupun kesal dan akan membuatnya semakin kesal. Sambil berjalan berbarengan, Kuoun menhentikan jalanku.
" Lingga gimana?? Apakah kamu menerima cintaku??
" Saksinya semua pesawat disekitarku Lingga "
" apa sich kamu sand, jangan bercanda gtu aah malu tau!!
" kamu bilang aku bercanda, akan kubuktikan Lingga bahsa aku tidak main main "
" AKU SAYAAAAAAAANG KAMU LINGGA, SEMENJAK PERTAMA BERTEMU " aku bertriak dengan keras "
Penumpabg lain pun bersorak dan meminta agar Lingga menerimaku.
Terima.. Terima.. Terima. Ayo kasian neng terima aja" ucap salah satu penumpang pesawat.
ibu tak berhenti tersenyum, sedangkan Tresha semakin kesal dan cemberut.
Lingga menghampiri ibu, dia bertanya apa yang harus dia lakukakn,, ibupun menjawab, ikuti kemauanku. Terlihat tresha semakin terbakar api cemburu.
" ayo jawab Lingga, apakah kamu meraskan hal yang sama dengaku" teriku
" jawabnya entae di Fila ya sand??
" aku maunya sekarang Lingga " saksinya seluruh pesawat yang ada di sini."
"sekali lagi,, LINGGA AKU SAYANG KAMU"
" sama aku juga menyayangimu "
Aku berlari dan memeluk Lingga, aku cium keningnya, aku angkat dan kuputar tubuhnya mirip film Dilwale. Terlihat semua penumpang menyorakiku. Tresha pun berlari keluar Bandara dengan menggandeng Ghiffar karena tak kuasa melihat kenyataan semua ini.
Ibu terlihat sangat senang menyaksikannya.
Aku, ibu dan Lingga berjalan bersama keluar Bandara, ibu berbincang bincang dengan Lingga, sedangkan aku tak memepaskan genggaman tanganku dari Lingga.
" Lingga apa kamu senang dengan semua ini??
" maad yaa tadi aku bertingkah norek!!
" itu bukan norrak nak Achsand, tapi itu gantle"
" jarang jarang loch mengungkapkan cinta dalam situasi seperti ini, palingan ada juga disinetron dan Novel. Ucap ibu"
" gimana peresaanmu lingga" bukanya ini kemauanmu juga" tanya ibundengan sedikit sindiran
" ia mah lingga seneng, bahkan Lingga kaget anak mamah teriak di depan umum kaya gini, aku kan malu mah"
__ADS_1
" apalagi didepan Tresha,, aku gak tega mah.. Suasana hatiku campur aduk"
" entahlah mah lingga bingung