Tulusku Deritaku

Tulusku Deritaku
Episode 48 # nge prank


__ADS_3

Setibanya dirumah, hari sudah menjelang petang. aku Tresha dan Lingga memutuskan untuk rebahan di ruang tamu sambil menonton Tv.


Kedua kepala Tresha dan Lingga ada di di kedua dada bidangku sambil memeluku. Mereka semua terasa capek sudah berpetualang.


Terdengar dengkuran dari Tresha, membuat aku dan Lingga tertawa. Kemudia Lingga memasukan tangan kanannya dan memainkan jari jemarinya di burung peliaaraanku. Sontak aku kaget, karena takut Tresha terbangun. Dengan tertawa kecil Lingga mengajaku untuk berjibaku melakukan cocok tanam.


Kebetulan karena suasananya hujan gerimis dan cuaca dingin pegunungan aku menyuruh Lingga mengambil selimut. Lingga pun meminta izin ke kamar atas untuk mengambil selimut dan BAB.


Aku mainkan Jari jemariku di salah satu gunung Kembar milik Tresha, dan Treshapun terbangun. Karena jarak ruang tamu dan kamar Tresha dekat, akhirnya Tresha menarik tanganku dan membawaku ke kamarnya.


Tak kuat aku menahan ketawa, membayangkan Lingga kembali ke ruang tamu tanpa adanya kami berdua. Namum hari ini jadwal aku bersama Tresha. Dia akan mengerti dan tak akan marah, lagian nanti malam adalah jadwalku bersama Lingga.


Tresha membaringkan aku di atas kasur, dia membuka kancing kemeja ku satu persatu. Dia memainkan lidahnya di area dada bidangku, tal lupa jari jemari Tresha masuk memainkan burung peliaraanku.


Kumudian Tresha membuka CD dan Branya tanpa membuka pakai syar'inya. Kemudian dia memegang burung peliaraanku dan memasukan kedalam rumah kerang miliknya.


Dia bergerak keatas kebawah, hingga menimbulkan suara Orkstra dari mulutnya yang sedang menengadahkan kepala keatas. Jari jemariku memainkan kedua tutup gunung kembarnya di dalam baju syar'i milik nya.


Aku yang sudah mulai terbawa suana, kemudian membaringkan Tresha dan memasukan burung peliaraanku kedalam kerang ajaib miliknya. Aku bergerak lambat sambil bergoyang goyang, sontak Tresha membalas dengan bersilat lidah sesekali menggigit lidah dan bagian bibirku.


Kedua tangannya mencakar mesra punggungku di iringi suara merdu yang tertutup mulutku. Tresha meminta agar aku memainkan lidahku di mutiara kerang ajaib miliknya.


Kemudian aku mengelap kerang ajaib milik Tresha dengan Cdnya, lalu kumainkan jari jemariku di kedua gunung kembar milik Tresha sesekali memutar kedua penutup gunung kembar miliknya yang berada dalam syar'inya, kemudia Tresha membentangkan kakinya dan membantu membuka rumah kerang ajaib dengan kedua telunjuknya, sambil ia gerak gerakan ku tarik syar'inya ke atas kemudian ku memainkan lidahku.


Tresha seketika bersuara dan memegang bagian belakang kepalaku dengan kedua tangannya sambil bergoyang goyang, terlihat Tresha menikmati posisi pavoritnya dengan menengadahkan kepalanya keatas di iringi suara yang sangat mesra.


" iyah terus seperti itu a "


" emh ia aa aaa, jari jemarinya mainkan agak keras dan kencang a " emh ia seperti itu a, iah emh emh emh emh "


" mainkan lidahnya jangan d tekan a, emh emh emh ia terus sperti itu a iah, iah iah ahhhhhhhhhhhhhhhh "


Terdengar dari suaranya Tresha sudah finish duluan. Dia terengah engah, lalu ku posisikan dia seperti kuda. Aku tusuk rumah kerang Tresha dari belakang, kemudian ku tarik tangannya.


Aku gerakan dengan kecepatan sangat tinggi, sehingga membuat jeritan Tresha tak beraturan. Karena terasa pegal kemudian ku baringkan Tresha dan kulucuti syar'inya. Aku masukan kembali burung peliaraanku sambil memeluk Tresha dengan sangat erat, dia menyilangkan kakinya di bagian belakangku.


Aku gerakan dengan kecepatan sangat tinggi, karena sebentar lagi aku akan menuju puncak. Tresha terdengar mulai menjerit jerit mesra lagi.


" heiiii berisikkkkkk "


" kalian sedang apa sih " teriak Lingga dari ruang tamu


Aku dan Tresha pun tertawa


" kami sedang bercocok tanam sayang "


" aa jahat, tadi nyuruh aku ngambil selimut, tapi malah di culik Tresha "


" awas yaaa kalian "


Aku dan Tresha tak berhenti tertawa mendengar celotehan Lingga.


" kamu mau masuk kesini??

__ADS_1


" masuk aja gak di kunci kok "


" ihhh aaaa nyebelin..."


" tunggu aja pembelasanku nanti "


Aku kembali menggerkan burung peliaraanku dengan cepat.


" emh iaaa aa, terus terus terus a."


" ia seperti itu, emhh ahhhhhhhh ahhhhh ahhhhh "


" dan ahhhhhhhh hhhhm ahhhhhhhh hhhh "


Aku dan Tresha mencapai garis finis bersamaan.


" hahahaha"


" kalian udah beres kan "


" sampe kedengaran se Rt "


" pake jurus apaan tuh a, sampe Tresha teriak gitu " ucap Lingga "


" awas yaaa kamu Lingga " ucap Tresha sambil tertawa"


" nanti giliran kamu sama aa aku ganggu juga "


" hihihi


*******'


Malampun tiba. Aku , Tresha dan Lingga baru selesai makan malam.


" sayang.. Aku disini mungkin dua atau tiga hari lagi"


" tadi Pa. Dahlan bilang aku Tingal berangkat sesuai komando nya.


" kayanya aku akan kangen saat saat seperti ini"


" ia gmn lagi yaa, masa aa harus ada disini terus!!"


" gak enak kan meski Pa.Dahlan yang menanggung nafkah kita " ucap Tresha.


" ia a bener kata Tresha"


" jadi, aa berangkat aja bareng aku kesana"


" Tresha diem disini xixixiixix "


" ihhh Lingga becanda mulu, kita tuh lagi serius ya a??"


" atau Lingga diem disini, aku ikut sama aa "

__ADS_1


" hahahahahh


Aku semakin bahagia melihat Tresha dan Lingga makin kompak, mereka seperti adik kakak. Diantara mereka sudah tidak ada canggung lagi, dan ini yang aku harapkan.


" oke . Karena sekarang udah malam aku mau tidur dulu"


" tapi dimana yaaa??"


" di ruang tamu ja " ucap Tresha


" ia bener sha" jawab Lingga


" oke.. Aku tidur di Gazebo bareng Bibi aja kali ya "


Kami bertiga tertawa bersama terbahak bahak.


Akhirnya kami memutuskan tidur bersama di ruang tamu.


Terlihat Tresha dan Lingga berjalan ke kamar mereka masing masing untuk membawa selimut. Sedangkan aku menonton pertandingan sepakbola Persib vs PSM.


Tak lama berselang, lingga dan Tresha kembali dengan menenteng selimut ditangannya. Terlihat senyum mereka semeringah seperti merencanakan sesuatu, aku fokus kembali ke pertandingan bola. Lalu tiba tiba.


Tresha menggelitikiku di bagain ketiak sampai perut, sedangaka Lingga dari kaki sampai pinggang. Aku yang kegelian meronta ronta, sampai akhirnya kepalaku terbentur ke kursi.


Aku pura pura kesakitan dan hilang ingatan untuk nge prank mereka.


" aw awwwa .. Kepalaku sakiiiiiiiiiit "


" Astaghfirullaah aa " ucap Linggaa


" aa gak.kenapa kenapa kan?? Maafin aku yaa a"


" aku tak bermaksud melukai aa"


" aku dan Lingga cuma bercanda ingin menghibur aa"


" beneran Lingga??


" ia a, maafin kita yaa?"


" maaf kalian siapa yaa?? Ko bisa ada di rumahku??"


Terlihat mereka berdua panik.


" aa gak lucu a, aa jangan bercanda begini a!!" ucap Lingga


" kalian siapa??"


" sha sha ayo telpon ibu dan dokter "


" aku gak mau aa seperti kemarin hilang ingatan kembali"


" ayo a jangan bercanda a" ucap Tresha sambil menangis"

__ADS_1


Dan ..


__ADS_2