
Terbangun dari tidurnya
" aa... aa bangun a, anter aku kemar mandi, perut aku gak enak nich.
" ini bayi dikandungan tak seaktip seperti biasannya a
" aku takut kenapa napa
Lalu akupun bangun dan mengantar Tresha kekamar mandi.
" aa lihat air kencingnya ada darahnya
Mendengar tresha bicara begitu, aku yang tadinya masih terkantuk kantuk menyender kedinding, tiba tiba terperanjat untuk melihatnya. Ternyata benar setelah dperhatika air kencingnya bercamlur dengan darah.
" yang kamu rasakan apa sekaranga sayang??
" aku gak ngerasa apa apa a biasa aja
Akupun kaget mendengar ucapan tresha, karna tak mau terjadi apa apa, aku telpon ibu yang sudah berpengalaman dalam melahirka. Lalu kuceritakan keadaan yang barusan terjadi.
Ibu menyuruhku untuk tenang, memang orang yang mau melahirkan itu tandanya macam macam. Untuk menghilangkan kekhawatiranku akhirnya ibu dan ayah mengajaku untuk pergi kebidan terdekat dengan menaiki mobil baru yang baru ayah ayah beli.
Setelah diperiksa dibidan terdekat, bidan menyarankan kami membawa Tresha untuk kerumah sakit. Pikiranku traveling kemana mana, aku takut akan terjadi apa apa kepada tresha atau kandungannya.
Kamipun pergi kerumah sakit ibu dan anak di Astana Anyar. Diperjalanan terlihat Tresha mulai merasakan rasa sakit, melihat keadaan Tresha akupun panik, lalu ibu menenangkan Tresha.
"Kamu yang sabar sabar neng ya
" kamu tahan jangan ngeden, ini lagi pembukaan
" memang dari pembukaan satu ke pembukaan selanjutnya agak lama dan nyeri
" klo udah pembukaa tujuh, biasanya gak kan lama lagi
Terlihat ayah yang menyetir begitu tenang, terlihat diraut mukanya sangat bahagia, karena sebentar lagi ayah akan segera menjadi kakek.
" mudah mudahan bayinya perempuan ya bu
" anak kita sudah tiga, semuanya laki laki,, semoga kali ini Allaah memberi kita bayi perempuan aamiinn
Setibanya dirumah sakit tresha langsung dibawa ke UGD untuk pemeriksaan lebih lanjut. Lalu suster meminta keluarga yang menunggu hanya satu orang. Lalu akupun ikut keruangan bersalin mengikuti tresha dan suster tadi.
Tercium bau alkohol, serta obat obatan lainnya. Terlihat dua suster mondar mandir ada merapikan tempat tidur untuk melahirkan, ada yang mempersiapkan pakaian sabun, sampo dan yang lainnya.
__ADS_1
Lalu tresha berteiak menahan sakitnya pembukaan, tsrdengar suata suster membimbing tresha untuk menahan dan mengatur nafasnya. Sakit terasa seperti mau remuk tangan jari jarikau, akibat dari genggaman tresha yang menahan untuk tidak ngeden.
Baru pembukaan lima yaa pa, waktu itu yang kurasa semenit terasa setahun. Terlihat wajah Tresha memerah, seskali dia menjerit dan bertriak. Akupun tak tega melihatnya. Semakin lama semakin sakit cengkraman tangan Tresha. Sampai akhirnya aku tak kuat, dan keluar dari ruang bersalin dan menyuruh ibuku untuk menemani Tresha.
Diluar ruangan aku panik, Lalu ku termenung dan melamun
"betapa mulia perjalanan seorang ibu, pantas saja Rosul bilang berbaktilah kepada kedua orang tuamu, ibu disebutkan sebanyak tiga kali oleh Rosul. Betapa besarnya pengorbanan seorang ibu, sembilan bulan lamanya dia terganggu tidur nyenyaknya" membayangkan semua itu, aku semakin sayang dan cinta kepada ibu dan isteriku.
05 agustus 2009 pukul 12.45 akhirnya terdengar tangisan suara bayi, sekerika akupun sujud syukur didekat pintu masuk ruangan melahirkan. Terlihat ibu keluar dengan ekpresi muka lucu.
" selamat ya a, aa sekarang aa resmi menjadi seorang ayah
" ibu harus bicara apa ke ayahmu yaa a
" emang kenapa bu??
" bayinya laki laki a, udah sana adzanin dulu bayinya
Akupun bergegas masuk kedalam, terlihat bayi telanjang diatas dada Tresha dengan posisi tengkurep, terlihat dia sedang menyusu, sesekali menangis dengan suara yang lemah, ditubuhnya masih terlihat cairan seperti lendir masih menempel.
Tak terasa air mata bahagia mengucur dipipiku, suster memberikan bayi kepadaku, lalu Kugendong dan kuadzankan ditelinga kanannya, iqomah ditelinga kirinya. Lalu kuhampiri Tresha, kupeluk dan kucium keningnya.
"Alhamdulillaah yaa Allaah. Akhirnya lengkap sudah kebahagaian kita a.
" tak sabar aku ingin melihat ekpresi ayahmu a
" Mereka ada diluar sayang, mereka belum diperbolehkan masuk.
" a, kamu lihat gak tadi tanda dimula bayinya?? Ada tai lalat agak gede dilesung pipi sebelah kirinya, dia mirip kamu kayanya!! Jari jari dan tubuhnya panjang dan tinggi seperti kaya kamu a
" tadi suster bilang, beratnya 2.7 kg dan panjangnya 50cm
" semoga dia tumbuh sehat yaa a aamiin
Ayah, ibu dan ibu metuakulun masuk, mereka semua terlihat bahagia, kecuali bahagia diraut muka ayah yang berbeda.
" Alhamdulillah ya bu, bayi dan ibunya selamat
" kita sekarang resmi jadi kakek dan nenek
" cucunya laki laki juga yaah! Sahut Tresha
" gak apa apa, mau cewe mau cowo yang penting selamat, kamunya juga sehat. Dan yang penting ayah jadi kakek.
__ADS_1
*********
Pagi itu ayah sibuk, dia menelepon temannya yang peternak domba. Terlihat dia sedang mengobrol dan tawar menawar harga domba untuk akikahan anaku.
Lalu ayah menyuruhku untuk kerumah pa. Yayan peternak domba, ayahpun memberikan segepok uang yang berjumlah 4.800.000 untuk dua ekor domba untuk Aqiqah.
Dilihat dari sisi hukumnya, hukum aqiqah adalah sunnah muakkad, atau sunnah yang harus diutamakan. Artinya, apabila seorang muslim mampu melaksanakannya (karena mempunyai harta yang cukup) maka ia dianjurkan untuk melakukan aqiqah bagi anaknya saat anak tersebut masih bayi. Didalam aturan agama islam Untuk bayi laki laki di Aqiqahi dengan dua domba atau kambing, sedangkan untuk bayi perempuan hanya satu ekor.
Terlihat ibu dan ibu mertua mau berangkat kepasar untuk membeli bahan bahan untuk dimasak. Terlihat sebagian keluarga dari ibu, ayah, dan Tresha datang untuk membantu acara syukuran aqiqahan, terlihat juga tetangga dekat hadir untuk memberikan selamat
Tiba tiba kedua sahabatku datang.
"anjir sieta ges Resmi jadi Ayah uyy
" teu nyangka nya uy, karek ge Umur 20 Tahun ges boga budak
" selamat ya sand" ucap hari
" sok atuh maneh segera Nikah atau ri, bisi kaburu kiamat ucap ali
" ahh maneh mah bicara teh sok kemana aja, pamali siah
" urangmah moal waka nikah, saacan membahagiakan kedua orang tua li" ucap hari
" ahh siamah alesan w, gak laku ka perempuan meuren siamah
" masih betah ka tanteu give, atawa neng citra " ucap ali
Dasar kedua temen ini kalaunada pasti saling bully.
Waktu maghribpun tiba. Acara aqiqahan akan diselenggarakan bada isya. Terlihat keluarga aku dan Tresha sedang mengobrol di area ruang tamu.
Lalu aku termenung, benar juga yang dikatakan hari dan ali, terasa seperti mimpi, aku menjadi seorang ayah diusiaku yang baru menginjak 20 tahun, sedangkan Tresha usia 19 tahun. Lalu
Terdengar suara adzan isya, lalu aku pergi untuk menunaikan sholat isya.
Terlihat para tamu sudah datang, dimulai dari tatangga dekat, teman dan keluarga mereka terlihat duduk menyandarkan punggungnya ketembok, terlihat juga Pak ustad dan guru ngajiku baru datang, dia duduk didekat ayahku.
Acarapun aqiqhan pun dimulai. Terlihat guru ngajiku sebagai moderator membacakan susunan acara, dimulai dari pembacaan ayat suci Alqur'an, Tawasul, dan acara puncaknya pembacaan Albarjanji dan memotong rambut bayi.
Suasana berjalan dengan khidmat, dan tiba diacara puncak aku menggendong bayi yang kuberi nama Muhammad Alghiffarry. Satu persatu dari keluarga, tokoh masyarakat bergantian memotong rambut bayi sembil mendoakan, diiring shalawat anbarzanji yang dilantunkan.
Acara aqiqahan pun selesai, ditutup dengan doa dan makan bersama.
__ADS_1
.......