
Mendengar itu, sontak Lingga pun terkejut.
" ohh ia yaah aku kan lagi datang bulan wkwkwkw
" kenapa aa gak kasih tau dari tadi sich a
" hahaha..
" ohh ia sayang, bisa gak ini perban di kepalaku di lepas dulu?? Ikatannya terasa agak mengencang?!"
" ohh gtu yah.. Nanti aku telpon dulu dokter ya a!! Sekarang kita kebawah dulu, bibi pasti udah nyiapin sarapan untuk kita semua.
Aku dan Lingga berjalan menuju meja makan, kami berjalan sambil bercanda dan tertawa. terlihat ibu, Ghiffar dan Tresha sudah berada di meja makan.
" selamat pagi ayah!! Gimana tidurnya nyenyak ga?? Ohh ia, hari ini jadi kan mancing ikannya yahh??
" Alhamdulillaah nyenyak banget!! Mancing?? Jadilah, coba nanti Ghiffar tanya ke bibi pancingannya ada gak yaa!!
" cie cie kelihatan basah gituna, aa abis ngapain semalam?? Tanya ibu
" ahh ibu ada ada aja,,
Terlihat Tresha memperhatikan aku dan Lingga dari atas sampai bawah.
" kamu liatin apa Sha?? Ada yang aneh ya sama aku dan Lingga?? Ko gitu amat memperhatiknnya.
" aku gak liatin apa apa ko sand!! Dengan muka malu
Dimeja makan sudah ada kue serabi dan sambal kacangnya yang khas, ditambah dengan gorengan has pedesaan berupa ubi dan singkong kukus yang sudah diberi parutan kelapa dan gula. Tak lupa ada susu kambing hasil dari peternakan warga sekitar.
"ohh ia a, hari ini ibu mau pulang, dirumah Akbar dan Hadi gak ada yang memeperhatikan makanannya,, terus Ghiffar juga pulang bersama ibu, ibu sudah bicara sma Ghiffar semalam, dia gak mau ketinggalan banyak pelajaran Ngaji dan Sekolahnya.
" Akbar dan Hadi itu siapa bu??
" mereka itu adikmu a " ibu sambil mengeluarkan hp nya menunjukan kebersamaan ku bersama adik adik"
" maaf bu aku gak mau melihat dulu, kepalaku sakit"
" kenapa yaa, ketika ada yang mau mengingatkan kepalaku langsung sakit?? Beda dengan ingatan yang datang dengan sendirinya.
" maafin ibu a,, berarti benar kata dokter,, jangan ada paksaan atau tekanan untuk mengingatkanmu a!!
" ibu mohon, buat Lingga dan Tresha agar hati hati dalam bersikap.
Kamipun makan kue serabi bersama, rasa asin dari santan dan garam membuat gurih serabinya, ditambah sambal kacang yang agak pedas. Aku terus menambah dan makan serabi ampir 3 kali karena nikmatnya. Aku menyuapi istrku Lingga, dia nampak malu ketika aku menyuapinya sambil melihat sekeliling.
" ayah sarapannya udah belum??
" kaya bibi pancingan sama umpannya sudah disiapkan di kolam"
__ADS_1
" cepet ya yaahh, soalnya hari ini Ghiffar mau pulang, jadi Ghiffar mau ikannya dibawa ke rumah idup idup.
" ohh gtu yaa. Ayo kita ke kolam sekarang
" ibu, Lingga aku mancing ikan sama Ghiffar yaa
" Assalamualaikum
" iaaa. Hati hati yaa kalian
" semoga dapat banyak ikannya.. Aamiin
Aku dan Ghiffar segera berjalan menuju kolam, terlihat Ghiffar sangat semangat. Dia langsung mengambil pancingan dan memasangkan umpanyaa, aku dan Ghiffar duduk saling besebrangan. Ghiffar menantangku, siapa yang paling banyak harus di kasih hadiah sama yang kalah.
Pancingan yang sudah dipasangkan umpan langsung Ghiffar lempar ke kolam, tak berselang lama umpan Ghiffar di makan ikan, Ghiffar pun segera menariknya. Terlihat dia sangat senang ketika adu kekuatan dengan ikan, dia bersorak sorak karena terlihat ikan yang ia sesang tarik lumayan besar. Akhirnya Ghiffar berhasil mendapatkan ikan pertamanya yang segeda buku sinar dunia. Ghiffar pun memasukannya kedalam jaring sebagai wadahny.
Akupun sengaja dengan tidak memasangkan umpan pancinganya, supaya hanya Ghiffar yang menang banyak. Ghiffar terus menerus mendapatkan ikan. 2,3,4,5 sampai jaringnya mau terisi penuh.
Terdengar suara adzan Dzuhur,,
" ayah kita udahan yaa, ini sudah duzhur.. Ghiffar sama nenek mau pulang sekarang"
" ia.. Ia pancinganya beresin lagi yaa,, ikanya biar nanti bibi yang urus, Ghiffar tinggal bilang aja ke bibinya ikannya mau digimanain.
" baik yah...
Aku dan Ghiffar berjalan menuju Vila kembali, disana ibu sudah terlihat siap untuk pulang.
Aku segera pergi ke kamar untuk membersihkan dan mengganti baju. Ibu, Lingga dan Tresha terlihat sedang bicara serius, akupun tak menghiraukannya dan berlalu pergi.
Tok.. Tok.. Tok ayahhh
Terdengar suara Ghiffar dari balik pintu, aku pun membukanya.
" ayah maaf yaa Ghiffar sama nenek mau pulang sekarang!!
" Ghiffar haral ayah cepet kembali sehat, Ghiffar rindu ayah ayah yang dulu.
" disini ayah jaga diri ayah baik baik yaa.
" ohh ia satu lagi, hadiah pertarungan mancing tadi mana yahh heheheh "
" ia siap jagoan ayah, kamu juga jaga diri kamu baik baik yaa"
" sholat, ngaji dan Sekolahnya yang bener yaa
" sekarang Ghiffar tunggu dulu diluar yaa, ayah mau ganti baju dulu, sambil menyiapkan hadiah buat Ghiffar.
" baik yahh. Terima kasih ayah
__ADS_1
Aku segera mandi untuk menghilangkan bau amis dari ikan, kemudian aku mengambil wudhu dan bersegera sholat dzuhur.
" aa ibu dan Ghiffar sudah menunggu diluar"
" mereka akan segera berangkat.
" baik, aku akan segera turun sayang.
" ohh ia sayang, Aku bingung mau memberikan hadiah apa untuk Ghiffar, tadi waktu kita mancing bersepakat siapa yang kalah harus memberi hadiah. Kasih apa yaaa untuk Ghiffar??
" kamu kasih uang aja dulu a, kamu bilangin nanti hadiah benarnya nyusul kalau aa udah sehat.
" ok.. Makasih yaa sayang.. Ohh ia aku kan belum pegang uang!!
" yaudah kamu pake dulu uang aku yaaa.
Aku dan Lingga segera turun kebawah menghampiri ibu dan Ghiffar. Tak lupa aku Lingga sudah menyiapkan amplop uang untuk Ghiffar.
" aa ibu sama Ghiffar pulang dulu yaa, kamu hati hati dan jaga kesehatan kamu "
" baik bu.. Ibu juga hati hati disana yaa,,
" ohh ia Ghiffar, ini hadiah kemenangan Ghiffar, nanti hadiah aslinya nyusul yaaa
" ia gak apa apa.. Makasih ya ayahh
Aku, ibu dan Ghiffar berpelukan,, Ghiffar mencium dan memeluk Lingga juga Tresha. ibu dan Ghiffar masuk kedalam mobil dan melambaikan tangan mereka pun berangkat pulang.
Disini tinggal kami berempat, suasana yang tadinya ramai karena kehadiran ibu dan Ghiffar sekarang terasa sepi. Aku, Lingga dan Tresha masuk kedalam rumah,.kami bertiga menuju meja makan, terlihat makan siang sudah disiapkan bibi.
" ohh ia Sha, kamu kapan pulang??
Tresha melirik dan memandang Lingga, seolah olah dia perlu bantuan Lingga untuk menjawabnya.
" ohh, kamu tanyakan saja sama istrimu Sand, aku sudah bilang dan meminta izin sama Lingga.
" kamu lupa yaa a, kemarin kan Tresha udah bilang, dia akan berada disini sampai minggu depan.
" ohh gitu yaa.. Maaf aku lupa sayang.
Kami bertiga pun makan siang bersama.
Terllihat soto bandung dan tempe lobak kering yang di hidangkan bibi siang ini, ditambah lagi kerupuk dan kecap kesukaanku.
" sayangg.. Maaf yaa semalam
" maaf untuk apa a??
" itu leher kamu masih merah bekas gigitan heheheh
__ADS_1
Mendengar itu Tresha..