
" Achsand begitu karena dia amnesia mah!!
" entahlaah"
Aku, ibu serta Lingga segera keluar Bandara, kami mencari Tresha dan Ghiffar yang tadi pergi duluan karena cemburu. Suara telpon Lingga berbunyi.
" halloo.. Ia gimana pa
" bapak sudah di parkiran Bandara Husaein neng, neng berada di sebelah mana?? Ucap supir mamanya Lingga
" fotoin aja tempat bapak sekarang, nanti Lingga kesana.
Tek berapa lama..
" ayaaaaaaaaaaah "teriak Ghiffar
" ibu kamu mana Ghiffar?? Ko ghiffar sendiri?? Ucap ibu
Ghiffar pun membawa kami menghampiri Tresha. Terlihat dia sedang menangis dengan menyandarkan tubuhnya di tiang beton bandara. Ibu menghampiri untuk menenangkan Tresha.
Tresha mengadu kepada ibu, bahwa di tak sanggup melihat kenyataan ini. Untuk ke sekian kalinya ibu menjelaskan bahwa ini hanya sementara, ini semua dilakukan untuk mengembalikan ingatan Achsand.
" mah, Sha ayo kita berangkat.. Supir ibu udah menunggu di depan!!"
" ia nak,,,
Kami berjalan ke parkiran menghampiri supir ibu Lingga yang sudah menunggu. Lingga masuk dan duduk bersama supir di depan. Ibu, Tresha, Ghiffar dan aku di belakang.
" bentar pa, kenapa kamu duduk didepan Lingga??
" kamu duduk bersamaku di sini, biarkan sahabat dan anaknya ini yang di depan."
Muka Tresha memerah, dengan suara nafas berat dan panjang. Tresha dan Lingga pun bertukar tempat duduk.
" tante boleh ya Ghiffar duduk di tengah antara om dan tante"
Seketika ibu dan Tresha menangis mendengar Ghiffar berkata seperti itu.
" ia gak apa apa,"
Diperjalanan Lingga, ibu serta Ghiffar bernyanyi, bercanda dan tertawa. Sesekali kami berfoto selfie, semua senang kecuali Tresha, dengan muka cemberut mirip celengan Plered.
Setelah keluar tol kota bandung, perjalanan ke Vila Lingga melewati pedesaaan dan perkebunan teh, suasana dingin mulai terasa ketika melewati area Ciwidey.
Ciwidey adalah desa yang terletak di kawasan Bandung Selatan. Pilihan destinasi wisata Ciwidey sangatlah lengkap, mulai dari wisata alam perbukitan hingga wisata taman hingga perkebunan untuk keluarga. Wisata Ciwidey menjadi salah satu daerah yang wajib kamu kunjungi saat ke Bandung. Bagaimana tidak, Ciwidey menawarkan udara sejuk serta alam yang menawan untuk dijadikan destinasi wisata yang seru dan menarik.
Beberapa di antaranya adalah objek wisata seperti kawah putih maupun situ patenggang tentunya, sudah tidak asing lagi ditelinga para wisatawan. Bahkan, keduanya menjadi destinasi Ciwidey terfavorit untuk dikunjungi saat jalan-jalan ke Bandung Selatan. Belum lagi berbagai destinasi lainnya seperti Ranca Upas dan perkebunan teh Rancabali.
Melepas penat dengan berlibur ke Ciwidey akan membuat kamu lebih tenang dan nyaman. Tempat ini bisa menjadi pelarian kamu dari hiruk pikuk ibukota yang membuatmu penat.
__ADS_1
Ketika melewati perkebunan teh Rancawalini tiba tiba
" paaaaaa. Tolong berhenti dulu sebentar"
" baik pa. Jawab supir
" ada sand? Tanya lingga "
" perkebunan ini tak asing bagiku "
" aku Djavu dengan tempat ini.. Awww sakit kepalaku
" kamu jangan memaksakan untuk mengingatnya nak Achsand. Ucap ibu"
" Coba pak jalan dengan pelan pa, sepertinya aku tau tempat ini.
Pak supirpun bejalan dengan pelan pelan, ketika melewati Talapok Kuda.
" berhenti pa disini.
Ya aku ingat dengan tempat ini, aku pernah makan disini dengan seorang anak laki laki dan perempuan, tapi mereka belum jelas di ingatanku. Ada ibu paruh baya juga yang menawari kami strawberry.
" anak kecil itu aku om, dan perempuan itu....
" ia benar aku ingat, kamu Ghiffar anaku " aku peluk dan kucium Ghiffar.
Ibu, Tresha dan Lingga menangis bahagia melihat aku dan Ghiffar. Mereka lebih bahagia lagi karena ingatanmu perlahan mulai pulih. Ibu tak henti hentinya mengucap syukur.
" ayah ingat, disinj kita pernah makan Ghiffar"
" alhamdulillaah akhirnya kamu mengingatnya a!! Sebelum kamu berangkat ke Surabaya, kamu, aku dan Ghiffar ke Cirug Citambur dan makan disini a"
" aa kamu bilang aku aa?? Kamu bilang aku, Ghiffar dan kamu makan disini??
" ia a.
" tapi, aku belum mengingat siapa wanita itu, dan tak mungkin itu kamu"
" coba kamu tanya Ghiffar a, aku ini siapa?? Ini ibu siapa?? Kita bertiga ini anak, istri dan juga ibumu a."
" ibu?? Maaf aku belum mengingatnya.. Beri waktu aku sebentar tolong, biarkan aku dan Ghiffar disini berdua"
Ibu, Tresha dan Lingga kembali ke mobil, sedangkan aku dan Ghiffar di atas bukit Talapokkuda. Aku berteriak sekencang kencangnya " AKU INI SIAPA", sambil memegang kepala dan berlutut. Tiba tiba
" Ghiffar panggil mereka kesini!!"
Ghiffar pun turun ke bawah dan menghampiri ibu, Tresha dan Lingga. Mereka pun ssmua berlari ke atas menghampiriku.
Aku peluk ibu kemudian bersimpuh di kakinya
__ADS_1
" ibu aku sudah ingat, ibu adalah ibuku" maafin aku ibu "
" yaa Allaah, alhamdulillaah kamu sudah ingat ibu nak "
Terlihat Tresha dan Lingga sangat bahagia, mereka menangis dan saling berpelukan melihat aku dan ibu. Diraut wajah mereka berdua terlihat berbeda.
Tresha bahagia karena ingatanku mulai pulih, sedangkan Lingga harap harap cemas dengan kembalinya ingatanku, akhirnya aku menghampiri keduanya. Dan aku memeluk dan mencium seraya berkata.
" terima kasih sayang selama ini sudah sabar merawatku selama di rumah sakit."
" kamu perempuan yang hebat"
" aku bangga memiliki dirimu"
Tresha lari kebawah dengan ngomel ngomel gak jelas, dia berlari sambil menangis, aku bingung dengan tingkah wanita itu. Sebenarnya ada apa dengan dia, kemudian ibu menyusul Tresha yang terlihat sedang menunggu angkutan umum yang lewat. Dia berteriak seperti orang kesurupan, memaki maki keadaan ini.
Terlihat ibu berhasil membujuk dan membawa Tresha masuk kedalam mobil ibunya Lingga. Aku semakin aneh dengan semua ini.
Aku sudah mengingat ibu, anak serta isteriku, namun ada apa dengan sahabat isteriku ini, dia seolah tak suka dengan kebahagiaan aku, Ghiffar dan Lingga. Dia seperti cemburu melihat kemesraan kami.
Aku, Ghiffar dan Lingga menghampiri dan masuk kedalam mobil.
" sahabatmu ini kenapa sayang?? semenjak di Surabaya, du Bandara sampai disini dia seperti orang strees."
" yang stress itu kamu a!! Aku ini TRESHA istrimu, dan dia itu LINGGA orang yang baru kamu kenal.
" kamu istriku?? Tak mungkin.. Aku ingat dengan jelas siapa istriku"
" benarkan bu, Ghiffar.. Dia itu sahabat berbulu domba yang ingin menghancurkan rumah tanggaku secara perlahan.
" sudah cukup.. Cukul... Cukup"
" semua ini membuat aku gila"
" ibu, Ghiffar coba kalian jelaskan semua ini,
" Tresha kamu ingat kemarin dan tadi ibu bilang apa??
" kamu lihat anakmu, diusinya yang baru 10 tahun dia mengerti keadaan ini, kenapa tidak dengan kamu??
" semua butuh proses dan waktu Tresha.
" siapa yang mau keadaanya seperti ini"
" tapi bu.."
" tapi, tapi, masa kamu belum ngerti juga Tresha..
" Kamu ini aneh yaa susah d bilangin
__ADS_1
" bukan begitu bu