Tulusku Deritaku

Tulusku Deritaku
Episode 13 # Merepotkan Orang


__ADS_3

Betapa kagetnya melihat ibu sudah tergeletak dilantai. Lalu kuangkat dan kubawa ibu keruang tamu, kubaringkan ibu diatas sofa, lalu aku menyeruh Tresha untuk mengambil kotak P3K dan membuat teh manis.


" bu bangun bu


Kusentuh kening dan kuraba telapak tanganya, semua terasa dingin, terlihat diarea wajahnya keringat turun menetes. Kuambil tisu untuk mengusap keringat yang menetes ke sopa.


Treshapun datang dengan membawa kotak P3K ditanganya kirinya, gelas air teh manis ditangan kakannnya. Lalu aku membaluri seluruh tubuh ibu dengan minyak kayu putih untuk menghangatkan badan dan menetralkan suhu tubuhnya.


" sayang tolong ambilka air hangat dan lap untuk mengompres ibu".


" baik a, ohh ia ayah sama adik adik kamu kasih tau jangan??"


" jangan dulu sayang, aku gak mau ayah tau, aku takut ayah khawatir dan penyakot jantungnya kambu, kita tunggu dulu keadaan ibu sebenar, klo tak ada perubahan kita bawa ibu ke klinik terdekat.


Lalu kuletakan lap yang sudah d rendam air hangat, lalu kusimpan dikening ibu, lalu kuoleskan kayu putih diarea hideng ibu. Tak lama kemudian.


" astaghfirullaah, ada dengan ibu a??". Ibu baru sadar dari pingsannya.


"Alhamdulillaah ibu sudah sadar! Tadi sepulang dari mushola menjemput aa, ibu sudah terbaring dilantai" ucap tresha


" ibu kenapa bu, gimana awalnya ibu bisa pingsan??


Gak tau teteh, tadi waktu ibu membereskan gelas bekas pembeli, penglihatan ibu terasa remang remang, lalu ibu terasa mual mau muntah. Tiba tiba kepala ibu pusing terus ibu lupa.


" ibu memikirkan apa bu sampai ibu bisa seperti ini??


" enggak,, beneran aibu gak memikirkan apa apa teteh, aa!! Mungkin ibu terlambat makan, dan tadi keujanan waktu menghampiri Rika.


" udah ahh kalian jagan mikir yang aneh aneh"


" ibu sehat dan baik baik aja.


" awas kejadian ini jangan kalian kasih tau yang lain, terutama ayah.


" kalian janji yaah"


" Sami'na wa'ato'n bu..


Terlihat pelangi diatas gunung, disertai redanya hujan. Akupun bersegera menutup warungku, lalu kuantarkan ibu kerumah.


*******


Keesokan harinya aku merasakan hal yang aneh didalam diriku, hari itu tak tau kenapa tiba tiba aku mau makan kue putu mayang yang sudah jarang ada. Air liurku terasa menetes kedaguku membayangkan kue putu mayang yang rasanyabmani, warnanya coklat seperti mie goreng ditaburi parutan kelapa.

__ADS_1


" sayang aku pengen banget makan putu mayang nic"


" ahh aa, ada ada aja!! EmNv zaman sekarang masih ada yang buat dan jual ya??.


" coba kamu telpon ibu a, aku mau nelpon mamah, barangkali dia tau


" inimah bener bawaan yang ngidam a, tapi aneh ya ko kekamu


Akupun langsung menelpon ibu, pokoknya aku gak mau tau, hari ini aku mau makan kue putu mayang. Lalu ibu menggerakan semua adik adik untuk kepasara basahan mencari kue putu mayang. Tak lupa ibu menelpon teman temannya, barangkali ada yang tau dimana yang jualan kue putu mayang.


Kutunggu kabar dari pagi, siang hingga sore belum ada kabar tentang keberadaan kue putu mayang tersebut. Akhirnya aku memutusakan untuk menelpon hari dan teman temanku yang lain yang berada dikota. Aku berharap kalau dkampung sudah tak ada, dikota berharao masih ada.


Akhirnya tresha mendapatkan telpon dari mamah mertua, syukur Alhamdulillaah ternyata kue putu mayang ada, dia menyuruh aku untu mengambil kesalonnya yanng berada dipasar. Lalu kusuruh adik pertamaku untuk mengambilnya.


Tak lama berselang adiku datang dengan membawa tas hitam ditangannya. Lalu kuambil dan kubuka tas tersebut. Dan akhirnya terlihat kue putu mayang berbaris rapi, mirip mie mie goreng dibulatin dengan toping parutan kelapa. Lalu kulahap satu persatu sampai habis, tanpa menawari isteri dan adiku.


" yaa Allaah aa, istighfar a, nyebut a nyebut"


" makan kaya orang kesurupuan


" gak nawarin lagi, astaghfirullaah


" tuh lihat akbar kelakuan kakakmu


" tau gak a, itu kue putu mayang berapa biji


" semuanya itu ada 40 a


" teh, mungkin aa kesurupan kali yaa


" Makasih yaa sayang, terimakasih yaa dek. Enak banget nih kuenya


*******


Keesokan harinya, sama seperti hari kemarin. Tiba tiba aku ingin memakan Bakso Bojongloa dengan mangkok yang berlambangkan ayam jago. Terbayang dipikiranku baksonya yang ampir segede mangkok, dengan urat dan dagingnya yang terlihat keluaar diarea bulatannya, bertaburan kulit kikil dan tulang berulangnya.


" sayang, coba kamu telpon hari sama jejen


" entar pulang kerja titip Bakso Bojongloa


" kamu bilang sama mereka dibungkus besama mangkoknya ya, ingat sama mangkoknya, yang begambar ayam jago lagi kawin tuh 😁


" yaa Allaah kamu ngidam beneran ini mah

__ADS_1


" kamu udah tiga kali kaya gini


" yaa Allaah semoga jangan keterusan seperti ini


Tiba tiba Tresha menellon ibu mertua, dia meminta ibu mertua untuk membatalkan becandaan waktu itu. Tak lama dari itu, Treshapun menelpon hari dan ali untuk membelikan Bakso pesenanku.


Adzan asarpun berkumandang. Lalu segera aku sholat berjamaah dimushola terdekatku. Ketika dirakaat kedua, aku mendengar suara motor dan suara orang yang sedang mengobrol turun dari motor. Suara itu tak asing ditelingaku. Ya itu hari dan ali. Seketika fokus dalam sholatku pecah, aku ingin cepat cepat selesai, terbayang sudah Bakso dibenaku.


Setelah selesai solat, aku langsung menuju rumah, terlihat hari dan ali sedang ngopi dan merokok diwarungku.


" euh kehed ngagawekeun ngidam teh


" heg nu gaul atuh ngidam teh, ngidam hayang baso dibungkus jeng mangkokna


" ngidam nu hade atuh, hayang kapal, hayang helikopter atuh kaguk baso mah" ucap hari


" Ahh kalian, untung aku ngidam bakso dibungkus sama mangkoknya


" kalau aku ngidam bakso sama gerobaknya kalian mau dorong dari kota sampai sini??


" gak sekalian sama orang dan tempatnya dibawa kesini a" sahut Tresha


Kami berempatpun tertawa terbahak bahak 🤣


*******'**


Hari dan ali kuajak masuk kedalam rumah, tresha membereskan warung karena sebentar lagi mau adzan magrib.


" sand kumaha euy rasanya nikah teh


" genah jigana wa ges nikahmah tidur teh aya nu maturan, lamun hayang kari cecebkeun sijoni teh


"gak bakalan hambur sabun dan lotion" ucap ali


" ahh kamu mah ada ada li


" huuh siamah kamana kareup wae kehed ngomong teh


" tapi huuh oge nya li, mun hayang kitu kari morosotken, beda jeng urang urang heeh. Mun hayang teh lakah langsung kacai, atawa dikarimun kusimbut" ucap hari


Akupun tertawa terbahak bahak mendengar omongan dari keduanya. Tak lama tresha menghampiri kami dengan membawa Bakso yang aku pesan dari hari dan ali. Akupun pergi kedapur membawa mangkok dan sendok. Kamipun akhirnya makan bakso bersama, tak lupa kuambil kerupuk diwarungku, untuk menyempurnakan makan bakso.


Seusai makan Bakso hari dan ali pun pergi pamit, tak lupa aku mengucapkan terima kasih kepada mereka dengan memberikan masing masing mereka sebungkus rokok.

__ADS_1


__ADS_2