
Kemudian Lingga membantuku menghentikan darah, dia mengambil air hangat dari dispenser dan membawa kotak P3K. Lingga melepaskan perban yang melilit di kepalaku, kemudian aku berdiri dan berjalan menuju cermin.
Aku menangis melihat luka di kepalku, pantas saja aku hilang ingatan dan sering mengalami sakit. Luka ini dari atas telinga kiri atas membentang lurus sampai telinga kanan bagian atas, di bagian tengah kening luka lumayan cukup dalam akibat tulang patah yang menancap di otak kecil di ambil dan tidak di pasangkan lagi.
" semua jahitannya hampir 50 a"
" lain kali kamu harus lebih hati hati lagi ya, jangan sampai kejadian ini terulang."
" ohh ia sayang,, jadwal kontrolku berapa hari lagi??"
" kamu tannya sama dokter, bisa di majuin besok gak!! Bilang aja kejadiannya kaya gini."
" baik a, nanti udah beres memasang perban aa, aku langsung telpon "
Aku kembali dan duduk di tempat tidur, Lingga membersihkan noda darah yang berada di sekitar wajahku dengan lap dan air hangat. Kemudian Lingga mengambil betadine dan meneteskan ke bagian luka dan menutupnya dengan kapas.
" sayang, nanti melilitkan perbannya jangan terlalu keras yaa"
" baik a"
Lingga menelpon dokter dan menanyakan seperti yang aku suruh tadi, akhirnya dokter menyetujuinya karena khawatir dengan keadaanku.
" barusan doker bilang, besok jam 11 kita harus sudah ada disana katanya a"
" terima kasih yaa sayang, kamu jangan bilang ke ibu dan mamahnu yaah!! Besok kita berangkat bertiga aja sama supir.
Lingga kemudian menelepon pa. Dahlan tentang keadaanku, pa. Dahlan sangat senang mendengar banyak kemajuan dari ingatanku. Pa. Dahlan juga meminta nomer rekening Lingga, dia akan mentransfer biaya untuk aku kontrol. Diakhir pembicaraan tak lupa Lingga mengucapkan terima kasih.
Lingga meminta izin kebawah untuk menemui Tresha, awalnya aku tolak namun setelah memberi penjelasan maksudnya untuk meminta agar Tresha pulang, aku pun menyetujuinya.
******
Ke esokan harinya.
"Neng.. Neng. Neng... itu Grab Car nya udah di depan"
" ia bi, bilangin tunggu dulu sebentar"
Terlihat lingga cantik hari ini, dia memakai Kemeja putih panjang yang hampir menutupi celana jeans pendak hitam yang ia kenakan. Kemudian aku dan Lingga turun ke bawah untuk segera berangkat.
__ADS_1
Terlihat Tresha sudah menunggu di kursi depan, Tresha masuk kedalam mobil terlebih dahumu di bagian depan, sedangkan aku duduk di bagian belakang bersama Lingga.
" ohh ia Sha, maaf ya bukanya aku mengusir tapi keadaanya kaya gini"
Tresha hanya mengangguk tanpa sepatah kata keluar dari mulutnya, terlihat dari spion Tresha sangat kesal sehingga membuat wajahnya memerah mirip cepot. Sepanjang perjalalan terlihat hujan makin deras, kami melewati perkebunan teh dengan jarak pandang terganggu oleh kabut.
Di tengah perjalanan, tepatnya di Mesjid Agung Ciwidey, Tresha meminta supir untuk berhenti. Kemudian dia ijin pamit berhenti disini karena mau kerumah ibu angkatnya yang ke dua. Lingga pun tak bisa melarangnya.
" akhirnya Tresha pulang juga"
" bukan apa apa, selain mengganggu kita, dia juga punya keluarga"
" kamu keliatasan seneng banget dengan tidak adanya dia a hahaha"
" kamu gak mau ada yang menggangu kita yaa hihihi"
" ohh ia a, transferan dari Pa. Dahlan udah masuk, dia baik banget ya a!! Dia mentransfer 10. 000.000"
" yaudah, abis kontrol kita main langsung yaa sayang, aku bosan berada di rumah mulu,"
" kamu kabarin bibi, pulangnya kita langsung ke rumah aku,, pastinya abis kita main hehehe"
" baik a"
" ia. Sok, aku mau lanjit tidur yaa, aku ngantuk banget"
********
" a bangun a, kita udah sampai"
" udah sampe yaah, perasaan baru aja memejamkan mata"
" ini kan lewat tol a hehehehe"
Akupun turun dari mobil dengan bantuan Lingga. Kami berjalan bergandengan tangan menuju lobby Rs. Imanuel Bandung untuk daftar terlebih dahulu. Terlihat waktu menunjukan pukul 10.00. Banyak orang yang lalu lalang membuatku pusing.
Kemudian Lingga membawaku berjalan menuju ruangan praktek Dokter. Kebetulan disana belum banyak yang mengantri, aku kebagian no 7, pasien yang mau kontrol tinggal 4 orang, berarti giliranku tidak akan lama lagi.
" sayang kamu sepulang dari sini mau kemana??"
__ADS_1
" aku terserah aa aja sih,"
" kita keliling kota bandung berburu kuliner, shopping dan pulangnya kita nginel di hotel gimana??"
" aku senang banget denger nya a!!
Kemudian giliranku di panggil, aku dan Lingga segera masuk ruangan.
" hallo pa Achsand, gimana keadaanya baik?"
" alhamdulillaah baik Dok
Dokter memeriksa mentensi aliran darahku, kemudian melucuti perban yang melilit di kepalaku. Dokter bertanya ini itu, sesekali dia mengeluarkan gambar binatang dan sayuran untuk mengetes ingatanku.
Banyak jawaban yang benar, ada juga jawaban yang salah sehingga membuat kepalaku sakit. Dokter senang dengan kemajuan ingatanku, kemudian dokter menyuruh Lingga agar aku sering dibawa ketempat yang pernah aku kunjungi. Dokterpun menyudahi sesi pertama kontrolku, kemudian dia menyuruhku kontrol lagi satu bulan kedepan.
" sekarang kita kemana dulu sayang??"
" kayannya kita shopping dulu dech,"
" mau kemana?? Mau ke king?? BIP? CIWALK?? atau kemana a"
" yang deket dari sini aja ya sayang, kita ke KINGS aja!!"
Lingga kemudian memesan taksi yang berada di sekitar RS, jarak dari Rs ke Kings emang dekat, membutuhkan waktu sekitar 5 menit kalo gak macet.
Aku dan Lingga masuk kedalam Taxi, supirnya begitu ramah dan sangat menghibur. Maklum orang sunda, terkenal dengan melawaknha yang lucu, seperti artis papan atas Sule dan Ohang yang sudah tidak diragukan lagi tingkat melawaknya.
Tak lama kemudian kami sampai di Kings, terlihat banyak pengunjung yang keluar masuk mall, kings sekarang begitu berbeda dengan Kings yang dulu. Bangunan Kings yang sekarang terlihat megaj dan modern setelah di renovasi akibat kebakaran beberapa tahun silam.
Aku dan Lingga berjalan menuju food court terlebih dahulu karena perut sudah lapar, aku dan Lingga berjalan ke lantai 7 dengan menggunakan escalator. Kami melewati beberapa toko pakaian yang banyak dikunjungi pengunjung. Aku dan Lingga melewati juga time zone, sehingga aku ingat dengan Ghiffar.
Akhirnya kami sampai di food court, aku dan Lingga memilih ke Restaurant Thailand, bukan tanpa alasan aku memilih Restaurant Thailad, aku belum pernah mencicipi makakan khas negara tersebut.
Lingga kemudian memesan Tom Kha kai, sedangkan aku memesan Som Tam dan Mango Sticky Rice.
Tom Kha Kai tampilannya mirip dengan Tom Yam. Bedanya Tom Khai Kai menggunakan kuah santan berwarna putih seperti susu. Rasanya juga lebih pedas dari Tom Yam. Bahan utama Tom Kha Kai adalah suwiran daging ayam.
Som Tam ini terbuat dari pepaya muda yang dibumbui dengan bawang putih, tomat, cabai, jeruk nipis, dan saus ikan. Perpaduan bumbu-bumbu tersebut menghasilkan cita rasa pedas, manis, serta gurih yang nikmat.
__ADS_1
mango sticky rice. Hidangan penutup ini terdiri dari ketan, potongan mangga, serta kuah santan. mango sticky rice punya beragam variasi topping, ada rasa manis dan juga gurih saat menyantap hidangan ini.