
Ini sudah hari keempat aku dirawat, Lingga dan ibu yang menungguku, sedangkan Hari meneruskan untuk bekerja. Hari dan Lingga memang tak mendapati luka yang serius semenjak kecelakaan itu, Hari hanya mengalami luka memar dan bengkak di area tangan, bahu dan kakinya, sedangkan Lingga, mendapat luka jahitan di pelipis matanya! sikut dan bahunya juga mengalami cidera, namun sudah ditangani oleh Terapis berpengalaman RS tersebut. Mereka beruntung tidak mengalami hal mengerikan seperti yang aku alami.
" mah,, sebaiknya mamah segera memberi kabar kepada istrinya achsand mah"
" Lingga mengerti perasaan mamah"
" Lingga juga bisa membantu untuk memberi kabar kepada istrinya, namun ini bukan ranah Lingga. Mamah yang lebih berhak.. Atau mamah bisa suruh Hari, namun ini sudah hari ke 4. Istrinya pasti marah ke hari, pasti dia mempertanyakan kenapa gak dari awal memeberi kabarnya. Saat ini yang lebih baik, mamah yang mengabarinya mah." mamah sayang kan sama Achsad??
" ia nak, semua yang kamu bicarakan benar," ibu telpon sekarang yaa.
Ibu lalu memberi kabar tentang kecelakaan yang aku alami, Tresha syok dan tak percaya dengan apa yang ia dengar. Tresha menanyakan kenapa baru sekarang dia mendapatkan kabar ini.
Tresha sangat kecewa kepada Hari yang seharusnya dari awal memberi kabar, Tresha juga sejak tiga hari yang lalu menyakan kabar, namun what's app dan telepon Achsand tidak aktip.
Tresha lebih sok lagi ketika ibu memberi kabar aku mengalami Amnesia Traumatic yang bisa menyebabkan hilang ingatan permanen. Tresha akhirnya memutuskan untuk ke Surabaya hari itu juga bersama Ghiffar.
Tresha dan Ghiffar tiba di Rumah sakit ketika adzan isya berkumandang. Dia memeluk ibu di iringi tangisan dan rasa tak percay, dia menoleh dan mendekat ke arahaku.
" aa gimana kabar nya, aa baik kan??
" aku dan Ghiffar rinduuuuu banget semenjak aa pergi"
" kamu siapa?? Apa aku mengenalmu!!
" Ayaaaaaaaaah.. Ghiffar kangen banget sama ayah "
" anak ini siapa?? "
" yaa Allaaah.. Aa ini aku isterimu, dan ini Ghiffar anak kita"
" isteri?? Anak?? Aku tak mengenali kalian,, sebaikny tinggalkan aku dari ruangan ini., kepalaku sakiiiiiiiit"
" Lingga bisa tolong aku??
" ia.. Aku harus bagaimana?? Coba kamu bantu aku suruh mereka bertiga keluar, cukup hanya kamu yang ada diruangan ini"
__ADS_1
Lingga memintaa maaf terlebih dahulu kepada ibu, Tresha dan Ghiffar. Lingga mengatakan, aku menyuruh mereka untuk keluar dan tak mau di ganggu sementara. Dengan berat hati ibu dan Tresha keluar dengan menuntun Ghiffar, terlihat mereka terpukul dengan keadaan ini, apalagi ibu.
Lingga mendekat ke arahku, dia mengupas buah mangga untuk aku makan, dia sidikit sedikit bercerita tentang awal pertemuanku dengan dirinya.
Lingga menyuapi mangga kepadaku dengan penuh kasih sayang, terlihat ketulusan dari sorot matanga! Dia memperlakukan aku seperti ke pasanganya. Sambil tertawa lepas.
" Achsand kamu ingat gak waktu kita makan bakso di rest area?? Kamu tuh yaa makan baksonya cepet banget, waktu itu kamu makan seperti orang kesurupan, kamu ke toilet dan kemushola lama, oas kembali bis sudah mau berangkat, kadi waktu itu kamu makan baksonya cepet hihihi" ekpresi kamu makan saat itu lucu banget sand "
" bentar Lingga aku sedikit mengingatnya"
"air, Mushola, Qur'an aduhh kepalaku sakitt Lingga" kenapa setiap aku mengingat sesuatu kepalaku tiba tiba sakit "
" kamu tenang sand, tarik nafasssss, lalu keluarkan besamaan dengan mengucap Allaah "
" yuk kita coba.. Tarik nafas...... Buang dan sebutkan Allaah, terus berulang sampai kamu tenang.
" terima kasih yaa, udah gak terasa sakit lagi"
" sekarang aku mau tidur dulu yaa.
Tresha dan Linggga memutuskan berbicara di sebuah Restoran yang tak jauh dari rumah sakit. Lingga memesan risoto dan jus strawberry, sedangkan Tresha memesan jus alpukat dan risoto juga.
" maaf yaa sebelumny aku mau tanya!! kamu ini siapa ya??
Suamiku mengenali anda, sedangkan terhadap kami sekeluarga tidak suamiku tidak kenal!!"
" kenalin, namaku Lingga. Aku mengenal suami kamu secara tidak sengaja. Waktu itu aku mau kesini menemui ayahku"
" aku naik bis yang sama, tujuan yang sama, dan duduk di jok yang sama. Otomatis aku dan suamimu basa basa membuka berbincang bincang selama perjalanan."
" waktu sebelum kejadian kecelakaan, suamimu bilang Hari akan menjemputnya di Termjnal Bis. Waktu itu hari dan suamimu mau mengantarkan kau kerumah ayahku yang berdekatan dengan Surya Toto perusahaan tempat suamimundan hari bekerja.
" namun hari bilang waktu itu, mumpung weekend dan masuk kerja hari senin, hari memeutuskan untuk membasa kami keliling kota Surabaya.
" ohh begitu.. Terus kenapa kamu mau diajak ikut bersama mereka, sedangkan kalian baru kenal " apa kamu sudah lama kenal mereka dan mengada ngada mengarang cerita ini.???
__ADS_1
" maksudnya kamu curiga aku mempunyai hubungan dengan suamimu?? Buat apa aku mengada ngada cerita ini!! Tapi itu hak kamu sich Sha, aku sudah menjalaskanya tanpa mengada ngada.
" ia maaf.. Aku sudah berbicara lancang. Ayo. Makannya kita abisin kburu dingin.
" oke.. Ohh ia sha, boleh aku bertanya gak??
"boleh!!
" kemarin mamah bercerita tentang kalian, hebat yaa kalian sudah berumah tangga ampir 11 tahun!! Rahasinya gimana tuh bisa seawet itu sha"
Tresha tersedak makanan, dia langsung minum air putih dari botol akua yang ia bawa ketika Lingga bertanya seperti itu.
" ibu cerita apa aja sama kamu Lingga" apa. Dia mencertikan tentang keadaan rumah tangga kami??
" hemmmmh rumah tangga kalian?? Sepertinya enggak dech sha, kita itu baru kenal,, masa ibu menceritaka rumah tangga kalin!!"
Tresha terlihat panik ketika Lingga bertanya dan menceritakan kebersamaan dengan ibunya Achsand.
Lingga dengan pintar memainkan peran, dengan menyembunyikan yang ia tau dari Hari dan ibunya Achsand.
" anak kamu ganteng juga yaa, mirip ayahnya banget"
" ohh ia km belum jawab pertanyaanku sha!!
" gimana yaah aku menceritakannya, aku bingung!! "
" tapi yang jelas, Acsand adalah tipe suami yang baik, bahkan sangat baik" dia itu orangnya simpel, dia selalu mengutamakan aku di banding yang lain," itulah yang membuat aku merasa nyaman selama 11 tahun ini."
" maaf,, apakah kalian pernah bertengkar hebat selama itu"
" yaa klo namanya rumah tangga semua orang pasti pernah mengalami hal semacam itu, itu kan merupakan bumbu bumbu didalam rumah tangga." tapi selama ini suamiku belum pernah memukul, atau bahkan mencubit dia belum pernah seperti yang lain. "
" dia itu penyayang, selalu bikin suasana jadi nyaman dirumah,, bukan hanya kepadaku, ke sumua keluarga kita"
" ohh gtu yaa.. Kamu beruntung banget yaa sha" tidak seperti aku!!
__ADS_1
" oh yaaa....Maksudnya??