
Lingga menyandarkan kepalanya di dada bidangku, aku dan Lingga sama sma capek dan lemas setelah melakukan pembuahan. Kemudian Lingga memain mainkan burung peliaraanku sampai akhirnya aku tertidur.
*******
Waktu menunjukan pukul 07.00 wib.
Aku berjalan ke bawah menuju meja makan untuk sarapan, terlihat Tresha dan bibi sedang memasak. Tercium dari baunya, sepertinya Tresha mamasak Bangkerok, sejenis makanan yang hampir mirip dengan kerak telor, dengan bumbu pedas manis dari parutan kelapa yang di goreng membuat aku segera ingin menyantapnya.
" eh aa" ucap Tresha "
" gimana semalam tidurnya nyenyak ga "
" ohh ia, Lingga mana a??
" sayang Maafin aku yaa "
" udah a, jangan ahas lagi yaa "
" bibi,, tolong panggil Lingga dan Ghiffar yaa "
" Kita makan bareng disini "
Hatiku tak tega melihat Tresha seperti ini, aku jadi merasa bersalah dan makin mencintainya. Tresha mengerti dan dewasa dalam menyikapi ini, tapi aku tak tau keadaan hati Tresha yang sesungguhnya "
Terlihat Lingga turun dari tangga, dengan hanya memakai Kimono dan Handuk di kepalanya. Sontak Tresha yang melihatnya menjadi sah tingkah dan gak karuan.
" asyik ini bangkerok kesukaan Ghiffar, sambal kacang ya mana mah "
" ehh sayang, kamu udah bangun ya "
" sambal kacangnya ini diaaaaaaa taraaaa "
Ghiffar kemudian mencium dan memeluk Tresha, tak lupa ia mencium perut Tresha. Tak hanya sampai disitu, Ghiffar juga mencium Lingga dan perutnya.
" Kenapa ayah gak cium Ghifaar "
Ghiffar pun menghampiri dan menciumku
" ayo a, Lingga, Ghiffar kita sarapan "
Akhirnya kami makan bersama. Aku memperhatikan Tresha dan Lingga yang sedang berbincang bincang, mereka terlihat akur membahas bayi yang di kandung mereka. Aku merasa senang dan bahagia, tapi aku juga merasa bersalah kepada mereka.
" sayang "
" ia "
__ADS_1
Tresha dan Lingga menjawab panggilanku berbarengan, sontak aku pun kaget.
" maaf "
" enaknya aku manggil apa, supaya kalian gak salah tanggap ?"
" kamu panggil kita nama aja " ucap Tresha "
" oke .. Gini yah "
" maaf dengan berat aku harus bang ini ke kalian, supaya tidak salah paham "
" aku mau tanya kepada kalian, menurut kalian aku haru bagaimana membagi waktuku untuk kalian "
" apa aku harus satu malam bergilir atau gimana ??"
" maaf a, berhubung kamu dan Lingga pengantin baru, aku gak apa apa kalo aa mau sama Lingga dulu seminggu atau sebulan ini "
" emhh gak boleh gitu sha!! Supaya adil, nanti giliran aa tidur sama kamu, besok aa tidur.sama aku! Dn seterusnya begitu, sampai bayi salah satu kita hadir. "
" yaa kalo aku sich terserah kalian, kalian rundingin dulu gimana baiknya "
" lagian kita juga berada d tempat yang sama "
" ohh ia aku lupa, ibu bilang Gbiffar nanti mau ibu bawa, bentar lagi dia akan ikut semester "
Tresha dan Lingga menyetujui pendapatku, tak lama berselang ke dua adiku datang menjemput Ghiffar atas perintah ibu. Kemudian bibi pun pulang.
Sekarang kami di Vila bertiga, aku akan memulai kehidupan baru bersama kedua isteriku!!
********
Malam pun tiba. Terlihat Lingga dan Tresha sedang membahas yang aku bicarakan tadi pagi di ruang tamu, akhirnya atas kesepakatan Lingga dan Tresha, malam ini giliran aku tidur bersama Tresha.
Aku dan Tresha segera meninggalkan Lingga yang berada di ruang tamu, tak lupa aku mengecup kening dan perutnya Lingga. Tresha dan Lingga saling pandang dan saling tersenyum melihat tingkahku.
Setelah tiba di kamar Tresha terlihat memegang perut dan mengelus ngelusnya. Aku menghampiri memijat kakinya, sesekali menggodanya.
" sayang gimana perasaanmu sekarang??"
" perasaan apa a?? Di poligami maksudnya??"
" emhh iaa "
" wanita mana sih a yang mau dimadu?? "
__ADS_1
" aku juga kalau bukan karena keadaan, aku gak mau a"
" aku juga ngerasain betapa aa sayang dan cinta sama aku sejak dulu, bahkan sampai sekarang aku ngerasaiinya a"
" aku yakin kalo keadaannya normal, kita gak bakalan kaya gini "
Aku dan Tresha berbaring, aku menaruh kepalaku di salah satu gunung kembar kemudian memainkan lidahku. Kemudian ku masukan tangan kedalam Cdnya, aku memainkan jari jemariku di mutiara kerang ajaibnya.
Tresha bergerak gerak dan mulai terangsang, kemudian aku melucuti satu persatu pakaiannya. Sekarang Tresha terlihat seperti bayi baru lahir, aku menjulurkan dan memainkan di area leher dan telinganya. Meliak liuk ke area gunung kembarnya, aku mainkan lidahku di salah satu gunung kembarnya. Kemudian meliak liuk sampai area pusarnya.
Aku memainkan jari jemariku di kedua tutup gunung ajaibnya, kemudian aku julukan dan memainkan lidahku di mutiara kerang ajaibnya. Tresha membantuku dengan membukakan jendela kerang ajaibnya.
Terlihat Tresha bergerak gerak sambil menengadahkan kepalanya ke atas, iringi nada nada merdu yang keluar dari mulut nya.
" ehm emh emh "
" kedua tutup gunungnya puter puter a "
" iyahh seperti itu,, lidahnya jangan di teken pake dagu a "
" ohh yaa seperti itu terus a, iyah terus a, terus iyah iyah "
Tresha bergoyang goyang dengan penuh penghayan, kemudia terdengar suara yang sangat panjang.
" ahhhhhhhh ahhhh ahhh"
Kemudian dia bergerak gerak sambil memelankan goyangannya. Aku segera bangkit dan memasukan burung peliaraanku dan menaruh kedua kaki Tresha di pundaku.
Aku gerakan dengan kecepatan standar,,.dia terlihat kedua gunung kembar miliknya seperti terkena gempa dan mau longsor. Kemudian ku lepaskan ke dua kaki Tresha, aku peluk dia dengan sangat erat.
Kemudian seperti biasa Tresha menaruh dagunya di pundaku, ku gerakan dengan sangat cepat keluar dan kedalam. Tresha memeluku dengan sangat erat, dia mencakar dan menggigit ku dengan penuh hasrat.
Aku tambah kecepatan hingga Tresha menjerit jerit ke enakan,.aku terus tambah kecepatan di sisa sisa tenagaku, kemudian ahh ahh ahh ahh.
Burung peliaraanku terkapar lemas dan mengeluarkan lendirnya di dalam rumah kerang ajaib Tresha. Aku berhenti sejenak di atasnya dengan nafas terengah engah, kemudian aku menarik dan melepaskan burungku yang sudah tidak berdaya, dan berbaring di samping Tresha.
Terlihat Tresha mengambil kaos dalam yang aku kenakan, kemudian dia mengelap lendir yang ke luar dari rumah kerang ajaib ya. Dengan Posisi duduk, Tresha tersenyum dan mencium keningku dengan penuh rasa cinta dan sayang.
" aa kamu sekarang harus banyak mengonsumsi buah dan sayuran "
" sekarang kamu bukan punya aku saja, tapi ada Lingga "
" ia sayang "
" kamu dan Lingga aja yang atur yaa "
__ADS_1
Tresha merubah posisi dengan miring membelakangi aku, kemudian aku memeluk dan memainkan kedua penutup gunung kembarnya, sesekali menggesek gesek burung peliaaraanku di bagian bokongya.
Aku merasakan kantuk yang sangat berat, dan akhirnya akupun tertidur.