
Jari jemari Lingga membuka satu persatu kancing kemejaku. Lingga memainkan indera perasanya di salah satu puti...ng dada bidangku.
" Bentar bentar" ucapku sambil membuka pakaian bawahku.
Terlihat Lingga juga melucuti semua pa..kaian yang ia kenakan.
Lingga duduk membelakangiku dan menyandarkan punggungnya di dada bidangku.
Aku mainkan lidahku di area teli...nga dan leh...er Lingga! Jari jemariku mere..mas re..mas payu..dara Lingga sesekali memutar mutar put..ting kedua payu...daranya.
Lingga menoleh kebelakang! Aku dan Lingga saling berbalik silat lidah sambil mere..mas re..mas kedua payu...dara Lingga.
Setelah agak lama, Lingga menyuruhku untuk berbaring.
Lingga memainkan burung peliaraanku dengan memasukan ke dalam mulutnya. Dia menggerakan kepalanya ke luar dan ke dalam, salah satu tangannya menahan rambut pendeknya yang menghangi wajahnya, sedangkan satu tangannya lagi membantu mengemgerakan burung peliaraanku.
" posisinya jangan gini sayang! Ngilu ! Ucapku sambil mengeluarkan burung peliaraanku dari mulut Lingga".
Kemudian Lingga berbaring sambil membuka kerang ajaib dengan ke dua tangannya. Aku memainkan kacang ajaib Lingga dengan lidahku, jari jemari ke dua tanganku mere..mas re..mas payu...dara sesekali memutar mutar ke dua pu...ting Lingga.
Lingga menengadahkan kepala ke atas dengan mata terpejam dan menggigit-gigit bibir bawahnya menikmati sensasi lidah dan jari jemariku.
" ahhhhh ahhhhh ahhhhhhhh "
" emmmhhh eemmmmh emmmm "
" hampir 100 hari aku baru menikmatinya lagi a " ucap Lingga"
Aku permainkan kacang ajaib Lingga dengan lidahku, sesekali aku menghisapnya!
" jangan di tekan lidahnya a"
" gerakannya santai saja "
" nah seperti itu a"
" emmmm emmmm emmmm mmh "
" re...mas nya agak keras a "
" emmmm emmmmmh emmmmmh "
" pu...ting nya a "
" ia seperti itu a"
" ahhhhhhhhhhh ahhhhhhhh ahhhhhhhh "
" ahhhhhhhh ahhhhhhhh"
" ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh"
Terdengar jeritan panjang dari Lingga menandakan dia sudah berada di puncak kenikmatan.
Lingga bergerak gerak dengan mata terpejam sambil mengelap kerang ajaib dengan handuk kecil.
Kemudian aku masukan burung peliaraanku kedalam kerang ajarin Lingga. Aku menggerakkan dengan kencang sambil memainkan salah satu pu..ting payu...dara Lingga dengan indera perasaku.
Lingga mengelus elus kepala, sesekali mencengkeram dan mencakar dengan jari jemari tangannya di iringi suara merdu.
Aku meme..luk Lingga sambil menggigit-gigit le..hernya. Lingga menyilangkan ke dua kakinya di atas pan...tatku, sesekali menggesek gesek dan menggoyangkan bo...kong nya.
__ADS_1
Aku gerakan burung peliaraanku dengan sangat cepat. Terdengar Lingga makin menjerit jerit karena ke enakan.
" ahhhh ahhhh ahhhhhhhh "
" ahhhhhhhh ahhhhhhhhhhh hh"
" ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh hh"
" aku udah ******* dua kali a " ucap Lingga"
Lingga menaruh ke dua kakinya di ba..huku! Aku gerakan burung peliaraanku dengan sangat cepat,
Terdengar kembali jeritan Lingga. Kali ini dia menjerit semakin keras! Aku tambah kecepatan burung peliaraanku, sambil mere..mas re....mas payu....daranya.
" ahhhh ahhhhh ahhhhh"
" ahhhh ahhhhhhhh"
" ahhhhhhhhhhhhhhh hh "
Akhirnya burung peliaraanku mengeluarkan kembali muntahannya di dalam kerang ajaib Lingga setelah sekian lama.
Aku berhenti sejenak dengan.
nafas terengah engah di atas tu...buh Lingga.
Kemudian aku mencabut burung peliaraanku dari kerang ajaib Lingga. Burung peliaraanku sudah berubah kebenruk semula, dia melemah dang mengecil seperti kepala kura kura.
Terlihat lendir keluar dari lubang kerang ajaib Lingga yang mirip seperti saus mayones! Kemudian Lingga mengelap dengan handuk kecil, ia bangkit dan jongkok bergerak gerak untuk mengeluarkan sisa lendir burung peliaraanku.
******''***
" Kamu kangen sama aku yaa mas??" Tanya Lingga "
" ia sayang " ucapku
Aku bingung harus memulainya dari mana! Disisi lain aku takut Lingga marah dan tak menyetujuiku untuk berpoligami. Di lain sisi aku tak bisa munafik takut kehilangan Rena, da aku juga tak mau membebani ibu dan anaku.
Ibu dan anaku merasa terbantu dengan hadirnya Rena! Terlihat tadi ketika ibu dan anakku sudah bisa menerima Rena, apalagi Rena terlihat sudah bisa menggantikan peran Tresha.
Aku berbalik dan menghadap Lingga.
" sayang aku mau berbicara serius " ucapku sambil mngecup kening Lingga "
" bicara aja a! "
Jantungku berdetak kencang, aku takut Lingga berontak. Tapi aku akn mengambil resiko apapun. Gumamku"
" aku mau nikah lagi sayang" maaf ucapku"
" hmmmmmm! Becanda nya gak asik a " ucap Lingga sambil mencubit pipiku"
" aku serius sayang"
" Apa kamu akan mengizinkan aku sayang"
" Kamu serius??" ucap Lingga beranjak dan duduk masih dengan keadaan telan..jang"
" kamu tuh baru saja di tinggal Tresha a!terus sekarang kamu mau nikah lagi"
" kamu tuh baru punya dua bayi juga a"
__ADS_1
" aku sih gak apa apa" cuman gimana yaa !! Ucap Lingga sambil menggaruk garuk kepalanya"
" cewenya aku kenal gak??"
Aku menjelaskan kepada Lingga dengan apa ada nya! Aku bilang cewe itu Rena, dia anak dari PA. Dahlan yang menabraku waktu itu. Aku juga bilang dia itu mirip banget sama Tresha.
Ibu dan anaku meresa terbantu dengan hadirnya Rena. Bukan hanya aku.
Aku sampaikan kan juga Pa.Dahlan sudah melarangnya, namun Rena tetap memilihku! Dia lebih baik tidak menikah, kalau bukan denganku.
Aku juga mengatakan Pa.Dahlan tak keberanian membawa Lingga dan dan anak anaku ikut ke Surabaya.
Dan Pa.Dahlan juga akan memberikan seluruh perusahaan untuk Rena dan aku kelola.
" sekarang terserah kamu sayang "
" mau tidak mau aku akan tetap menikahi Rena sayang"
" aku bilang sekali lagi, aku gak apa apa "
" "terserah kamu"
" aku juga akan merasakan apa yang dulu Tresha rasakan"
" Tresha tak melarang aa, begitupun aku a"
" ohh ia.. Aku ingin bertemu dia a"
Alhamdulillaah ternyata ini di luar dugaanku.
" Kamu serius sayang??"
" ibu kamu gimana kalau tau semua ini"
" ini urusan kita mas"
" sekarang jawab, aku bisa bertemu dengan dia"
" silahkan sayang "
" Rena sedang membawa Ghiffar dan ibu main di Mall"
Terlihat ada muka kecewa dari Lingga, bagaimana tidak, wanita mana yang mau di poligami!
Lingga terpaksa menerima ini, karena dia pernah berada di tempat Rena sekarang.
" Maafin aku yaa sayang" aku tak berniat untuk menduakan cintamu, tapi ini murni di luar niatku"
" sama seperti dulu aku menikahi u, aku tak berniat menduakan Tresha"
" udah mah jangan bahas lagi"
" aku ngerti dan paham dengan situasi ini"
Aku dan Lingga beranjak dari tempat tidur dan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan hadas besar.
Aku duduk di closet sambil memperhatikan Lingga yang sedang membersihkan tubuhnya! Terlihat matanya memerah menahan tangis, nafasnya terengah engah menahan sesak di dadanya.
Sebenarnya aku tak tega, namun aku bingung harus berbuat apa!! Mungkin waktu itu, Ini juga yang di rasakan Tresha.
" Maafin aku yaa sayang "
__ADS_1