Tulusku Deritaku

Tulusku Deritaku
Episode 41 " shopping


__ADS_3

Setelah selesai dari food court, aku dan Lingga berjalan menuju Sportstation untuk membeli pakaian sepatu olahraga. Kami berjalan melewati toko toko pakaian dan asesoris, semua terlihat ramai apalagi arena timezone dan bioskop.


Akhirnya aku dan Lingga sampai di Sportstation, di sini bukan hanya sepatu lokal saja yang di jual, melainkan dari merek ternama luar negripun tersedia disini, mulai dari Puma, Nike, Adidas, Air Walk, New Ballance dan merek lainnya.


Aku memutuskan untuk membeli sepatu sport dari Nike Waffie One Actip dengan harga 1.800.000 dan Adidas Adinova 11 dengan harga 1.100.000 , sedangkan Lingga membeli dari merek New Ballance 550 Pink dengan harga 3.200.000.


" sayang.. Kenapa yaah di tempat seramai ini aku merasa sepi dan tidak nyaman?"


" sedangkan kalau berdua denganmu dimanapun dan kapanpun aku meresa nyaman, tenang, dan memiliki segalanya."


" hmmm mulai gombal yaaa"


" jelek tau becandanya!"


" sekarang kita kemana a??


" hahahahah"


" kita pesan hotel dulu yu"


" sekarang kita istirahat dulu sambil sholat dzuhur"


" terus, nanri malam kita berburu kuliner di jalan Braga"


" baik.."


" kita ke Lenora Hotel aja yaa a," tempatnya lumayan buat pasangan seperti kita ini"


" bukanya kamu mau kasih adik buat Ghiffar"


" cie cie, kamu ketagihan yaa?" hahahah"


" apaan sich a, jangan bikin aku malu"


Aku dan Lingga berjalan keluar untuk segera check in hotel, di perjalanan menuju keluar aku dan Lingga berhenti di toko roti Breadtalk, aku membeli potongan pizza, roti coklat crocodile, roti abon, dan berbagai macam roti lainnya.


Disebelah toko roti aku melihat optik mata, kebetulan pandangan mataku semenjak kecelakaan agak kurang jelas seperti kaca mobil terkena kabut. Aku dan Lingga kemudian masuk dan memeriksakan mata terlebih dahulu.


Aku menuju ruang pemeriksaan, disana aku mencoba berbagai macam kacamata untuk mencocokan dan mengetahui apakah mataku minus, plus atau silinder. Aku seperti anak TK lagi, harus menebak huruf dari jarak yang lumahaya jauh.


Sampai akhirnya keluhan mataku diketahui, dari hasil pemeriksaan ternyata mataka silinder 2, dan minus 3. Ternyata kedua mataku keluhannya berbeda. Kemudian aku memilih frame kaca yang cocok menurutku. Sambil menunggu kacamataku selesai, aku dan Lingga pergi ke toko perhisan yang berada di seberang optik.

__ADS_1


Aku dan Lingga membeli cincin couple, Lingga membeli cincin dengan bahan emas, sedangkan aku dari bahan perak. Lingga memilih milih cincin yang cocok dengannya, sedangkan aku memilih kalung untuk Lingga yang berliontin hurut A dan L.


Aku sudah menemukan kalung yang cocok untuk Lingga, bersamaan dengan itu Lingga pun sudah menemukan cincin yang cocok untuku dan untuknya.


" ini bagus kan sayang"


" bukan hanya bagus, tapi membuat kamu jadi semakin modis."


" coba kamu pake kalung yang ini??"


" sayang... Kamu mau beliin aku kalung juga??"


" ia... Emang kenapa??" kamu gak mau??


" yaa mau lah!! Tapi..


" tenang asaja, itu kan ada uang dari Pa. Dahlan."


" bukan itu maksudnya"


" udah kamu jangan banyak mikir.. Sekarang kamu tanyain berapa ini semua!!


" langsung bayar sekalian"


Aku dan Lingga keluar dari toko perhiasan, kemudian kembali ke optik mata untuk mengambil kacamata. Lingga dan aku berjalan ke pintu keluar dan memesan taksi untuk segera pergi ke Hotel Lenora.


Di perjalanan menuju hotel, Lingga mendapat chat what's app dari ibu. Ibu mengatakan bahwa Ghiffar merindukanku, Lingga akhirnya memberi kabar bahwa aku hari ini baru selesai kontrol, dan akan pulang lagi besok ke rumah ibu.


Mendengar itu, ibu sangat senang. Namun disisi lain ibu dilema, ibu mengataka bagaimana kalau tetangga tau aku sekarang bersama Lingga bukan Tresha. Lingga menyarankan ibu untuk tetap tenang, dan fokus pada penyembuhanku.


Tak lama setelah menutup telepon dari ibu, taxi pun berhenti di depan Hotel Lenora. Aku daningga turun dan segera masuk ke hotel.


Terlihat disana banyak orang yang memesan kamar hotel. Aku bertanya tanya didalam hati, ini anak sekolah SMA mau ngapain disini. Astaghfirullaah, mereka sudah tak tau malu lagi, mereka bermesraan dihadapan orang banyak.


Akhirnya tiba giliran kami, Lingga memesan kamar yang yang paling special, lingga membayar kamar President Sweet dengan harga 2.500.00. Lingga pun diberi kartu sebagai kunci kamar.


Aku dan lingga berjalan dan masuk menuju lift, lagi dan lagi ketika aku masuk, pasangan anak sma juga masuk dan turun keluar di lantai yang sama.


" itu anak SMA pada ngapain yaa?"


" ini sudah ahir zaman a, aku gak aneh"

__ADS_1


" aku ngeri saja sayang! Mereka jelas sudah tidak punya urat malu. Kalo memakai pakaian biasa aku gak akan sesewot ini, ini pakai seragam loch.


" ia gak apa apa a! Biarin aja, kita urus urusan kita masing masing, jangan ikut mengikuti urusan orang lain, apa untungnya buat kita.


Setelah lama berjalan akhirny kami sampai di lantai 5 kamar 13. Lingga membukan pintu, menyimpan barang bawaan dan pergi ke kamar mandi. Aku duduk di kursi dan menyalakan Tv.


Terlihat Tv tipis cukup besar menempel di dinding, ranjang yang di rancang untuk perang dunia terasa seperti roti yang kubeli tadi dengan warna coklat dan garis putih.


Aku coba melepas baju dan celaku yang kotor, dan menyisakan boxer yang menempel di tubuhku. kemudian terlihat Lingga keluar dari kamar mandi.


Dia menatapku penuh hasrat, dia memperhatikan aku dari bawah hingga ke atas, kemudian berjalan perlahan dan mendekat ke arahku, dia mendorongku ke tempat tidur hingga aku terbaring.


Lingga melepaskan kancing kemeja satu persatu dan duduk di atas burung peliaraanku.


" jangan dulu sayang, baru juga sampe!!


" kita sholat dzuhur dulu ya, kemudian kita makan."


" abis itu baru kita tempur"


Mendengar itu Lingga terlihat malu, kemudian dia mengancingkan kemejanya kembali dan turun dari peliaraanku, dia bergegas ke kamar mandi untuk mengambil wudhu.


Lingga keluar dan mengambil sajadah dan mukena di ranselnya, dengan muka cemberut dia terlihat lebih cantik dan menawan.


" cie cie, marah yaaa"


" bentar ko, kita sholat, makan terus bertempur deh."


Mendengar itu lingga tersenyum.


" ayo cepet buruan ke kamar mandi gihh"


" sabar dikit napa,, kamu udah gak tahan yaa ahahahah"


Aku segera masuk dan duduk di closet, kamar mandinya membuatku nyaman. Dengan dinding dan lantai terbuat dari marmer, bathup dan wastafel bercorak batik, membuat kamar ini terlihat cantik, apalagi harum farpum ruangannya membuat aku mata keranjang.


Aku segera mengambil wudhu.


" sayang aku betah banget didalam"


" ini kamar mandi di desain khusus buat pasangan seperti kita agar tetap romantis kali ya"

__ADS_1


" udah cepet sholat, ngobrolnya nanti d terusin lagi"


__ADS_2